0
Gisa @gruusomeflower
Kemarin saya nulis berita di @jakpost tentang siswi SMP di Pontianak yang dikeroyok cewe2 SMA gara-gara masalah mantan pacarnya sepupunya. Kalian pasti taulah kasusnya yang mana, ga perlu saya kasih hashtag karena hashtagnya ngejembrengin nama korban yang masih di bawah umur.
Gisa @gruusomeflower
Kalau diamati, kemarahan netijen terhadap kasus tersebut terpusat pada 2 poin ini: 1.vagina korban diduga ditusuk jari oleh pelaku untuk menghilangkan keperawanannya 2.KPPAD Kalbar mengupayakan damai untuk melindungi masa depan para pelaku yang masih di bawah umur.
Gisa @gruusomeflower
Setelah wawancara dengan para officials (polisi dan KPPAD), mereka membantah adanya kedua poin tersebut. Jadi sesungguhnya:
Gisa @gruusomeflower
1. vagina korban tidak ditusuk jari oleh pelaku. Memang genitalsnya ikut kena hajar sampai memar tapi korban masih dalam keadaan pakai celana. Tidak ada kejadian jari masuk celana.
Gisa @gruusomeflower
2. KPPAD memberi advokasi hukum kepada korban. Ketika korban minta kasus dilanjutkan secara hukum, KPPAD berkomitmen mendampinginya secara hukum. Jadi jangan takut si pelaku yang alay bitches itu bisa enak-enak bebas.
Gisa @gruusomeflower
Sebenernya hoax-hoax itu udah di-debunk di dua artikel di @jakpost tersebut. Tapi kayaknya netijen lebih milih baca tweet daripada baca koran :( Plus artikelnya dikunci hanya untuk subscribers. Tambah raono sing moco.
Gisa @gruusomeflower
Kalo mau baca nih aku sertakan linknya. Sukur-sukur ada yang mau subscribe. Decent journalism needs support, kalo mau yang gratis sono noh baca tribun aja noh yang banya iklannya.
Gisa @gruusomeflower
Kasusnya emang ambyar banget tweepsss… saya yg pernah alay pas SMA juga geram banget rasanya. Kita memang harus marah sama kasus ini, gile aje 3 cewe SMA ngehajar 1 anak SMP sambil disorakin 9 cheerleaders. Pengen nyantet nga sih rasanya.
Gisa @gruusomeflower
Kita juga harus marah bahwa perundungan dan kekerasan melibatkan anak terus terjadi. Tapi jangan lupa fact checking, okay… so we can be angry at the right things.
Gisa @gruusomeflower
Hoax-hoax tersebut jadi bahan bakar utk kekurangpercayaan kita sama penegak hukum/authorities, lalu kita kesel dan pengen main hakim sendiri. Akhirnya muncul materi doxing identitas pelaku. Akun sosmed mereka disebar dan akhirnya mereka jadi kena cyberbully.
Gisa @gruusomeflower
Tapi kok aku yakin ya netijen yang menghujat si pelaku di kolom komentar mereka itu sebenarnya hanya memberi makan ego mereka sendiri untuk marah-marah. Bukan utk menyelesaikan apa pun, dan akhirnya bikin rantai grudge jadi tambah panjang.
Gisa @gruusomeflower
Nyatanya habis dibully netizen, para bitches itu masih tetep upload2 haha hihi sengak ga tau malu dan malah terkesan seneng karena engagementnya tinggi, bikin kita tambah kesel jugak kan hhhh mending adem2in diri nonton puppies video di The Dodo.
Gisa @gruusomeflower
Trus, cowoknya yang jadi rebutan ini ke mana hey, kenapa dia nggak diangkat, ga dimasukin dalam diskusi juga? Cuma disebutkan sekilas sebagai alpha-male yang jadi motivasi utk para cewe saling hajar aja gitu? Enak sekali hidupmu, Fulgoso.
Gisa @gruusomeflower
And also, kemarin saya ngobrol sama seorang peneliti ICJR. Katanya hukuman penjara anak di Indonesia itu *maaf-maaf nih* nggak efektif. Yang ada efeknya jadi destruktif.
Gisa @gruusomeflower
I nfrastruktur dan sistem yang lemah menyebabkan minor offenders masih bisa in contact sama adult inmates di dalam lapas, dan mereka malah bisa jadi lebih parah pas selesai menjalani masa hukuman.
Gisa @gruusomeflower
Menurut peneliti tsb hukuman yang pas adalah “Restorative Punishment” seperti social service.Aku juga kurang tau ya restorative punishment itu kek gimana,mungkin doing menial jobs for long hours kayak ngepel lantai puskesmas sekabupaten gitu kali ya nga tau deh googling deh wk
Gisa @gruusomeflower
Jadi, tidak dipenjara bukan berarti tidak dihukum.
Gisa @gruusomeflower
Segitu aja, Lur, semoga menjadi sedikit pencerahan. Aku sebenernya males bikin thread ini tapi kok gemes juga liat keributan ini. Jangan bully aku ya huhuhu takut aku tu sama netijen. Salam aspal gronjal.
Sekepal Aspal @Don_Tolani91
@gruusomeflower Hebat kamu mbak, semangat terus mengulas kebenaran. Salute!!!
Keya @keyokeyy
@gruusomeflower @Arie_Kriting @jakpost Yaampun, jd sekarang sesusah itu kah memilih berita yang benar dan jujur ...
Adelia Septiani @orangedepressed
@gruusomeflower @jakpost Thats why gue ikut marah tapi ga ikut rame. Masih banyak yang janggal dari kasus ini. Kapolsek aja belum bersuara.
Raka Putra Adiprana @Rakaadiprana
@gruusomeflower @jakpost ga langsung ikut2an sebar kasus audrey ini, pasti ada fakta yang nanti bakal terungkap oleh kepolisian Saya jadi ga gampang langsung percaya berita kaya gini semenjak adanya kasus Agni KKN UGM
Andy Sudarmanto @Arsavin666
@gruusomeflower @ginaSnoer @jakpost kan lagi pula setahu saya, ada kode etik jurnalistiknya mengenai masalah penyebutan nama korban yang di bawah umur tidak boleh di sebutkan.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.