0
Irene @IreneViena
Pagi ini saya baca di berbagai media, KPU-Bawaslu mengeluh karena mereka akhir2 ini sering didelegitimasi Saya sampaikan kepada anda @KPU_ID @bawaslu_RI, legitimasi itu tidak sekedar lahir dari UU/legalitas, melainkan juga dari kredibilitas No Credibility No Legitimacy !
Irene @IreneViena
Uang hasil korupsi APBN Uang upeti BUMN Uang suap dari cukong Uang tilep aset negara Uang setoran bandar narkoba Dan sejenisnya Dibagi2 oleh politisi hingga capres tertentu utk membeli suara rakyat Ambil uangnya, tolak caleg dan capresnya !
Irene @IreneViena
1. Sejak seminggu lalu "Jangan Golput" terus menerus dikumandangkan Jokowi dan media2 pendukungnya. Apa motif dan tujuan sebenarnya dari kampanye "Jangan Golput" oleh Jokowi dan media2 antek -aseng tersebut? Berikut ini analisa saya ...
Irene @IreneViena
2. Motif & tujuan pertama dari kampanye "Jangan Golput" ala Jokowi dan Media Antek - Aseng itu adalah: Menciptakan OPINI PUBLIK sbg legitimasi dari hasil pemilu/pilpres 2019 yg akan dicurangi melalui manipulasi hasil hitung suara yg mendongkrak rate partisipasi pemilu/pilpres
Irene @IreneViena
3. Motif dan tujuan kedua adalah: Untuk menutup kecurigaan/menjawab tuduhan pencurangan pemilu- pilpres yg timbul dari lonjakan luar biasa pada jumlah pemilih di TPS yg menggunakan hak pilihnya berdasarkan kepemilikan EKTP atau SUKET meski mereka tdk tercantum dlm DPT
Irene @IreneViena
4. Jika anda cermati pemberitaan media 10 hari terakhir, akan ditemukan pernyataan mendagri bahwa pihaknya sedang "NGEBUT" 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu untuk PEREKAMAN EKTP (utk penerbitan EKTP baru atau SUKET) yg akan digunakan sbg dasar diberikannya hak memilih di TPS
Irene @IreneViena
5. Terdapat benang merah dari rangkaian sbb: - Kampanye "Jangan Golput" - Perekaman EKTP - Keputusan MK mengabulkan gugatan Uji Materi UU Pemilu (diajukan HNG - DI/orang SBY) - Pengumpulan > 100 juta Data NIK-KK via Registrasi Ulang SIM Card Seluler Dgn manipulasi hasil pemilu
Irene @IreneViena
6. Rangkaian tadi jg terkait dgn: 1. Mark up DPT 2. Penambahan 255 ribu TPS baru 3. Penambahan 13 ribu desa baru 4. Pendataan nomor HP ASN-Pegawai BUMN => utk menambah database NIK/KK => penerbitan EKTP Palsu (disesuaikan dg Kode Prop/Kab/Kota) 5. Pengunduran perhitungan suara
Irene @IreneViena
7. Para Penjahat Politik sdh memiliki: 1. Lebih 100 juta data NIK/KK Pemegang EKTP 2. Rekanan percetakan blanko EKTP 3. Dasar hukum pemberian hak memilih melalui EKTP dan SUKET 4. Alokasi waktu utk mengubah hasil suara di TPS melalui izin pengunduran penetapan hasil suara TPS
Irene @IreneViena
8. Para Penjahat Politik ini juga sudah memiliki kendali atas: 1. Hampir 75 ribu kepala desa via dana bantuan desa 2. Sekitar 70 ribu Babinsa dgn kenaikan tunjangan Babinsa 771% 3. Back up oknum TNi-POLRI 4. KPUD Kab/kota 5. Bupati/walikota/Gub yg jadi sandera kasus hukum
Irene @IreneViena
9. Motif dan tujuan terselubung ketiga dari Kampanye "Jangan Golput" oleh Jokowi-Media Antek - Aseng adalah: Upaya rekonsolidasi-remobilisasi kelompok minoritas yg pada pilpres 2014 lalu menjadi pendukung inti Jokowi, namun pada pilpres 2019 melepaskan diri dgn berbagai alasan
Irene @IreneViena
10. Kelompok minoritas yg pada 2011-2014 menjadi kekuatan inti Jokowi sbb: 1. Katolik Garis Keras (prakarsa CSIS) 2. Kristen Garis Keras (prakarsa James Riady - LBP. Pada 2011-14 LBP sukses memobilisasi HKBP) 3. Klrg/ simpatisan eks partai terlarang 4. Tionghoa
Irene @IreneViena
11. Penerapan Doktrin Lesser Evil yg sukses besar memenangkan Jokowi di Pilkada DKi dan Pilpres 2014, TIDAK mencapai sasarann pada Pilpres 2019 Karena faktor kinerja Jokowi Kegagalan Ahok di Pilkada Jakarta 2017 dan hilangnya peluang ahok jadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Irene @IreneViena
12. Strategi Doktrin Lesser Evil : 1. Menghimpun semua minoritas 2. Memecahbelah mayoritas 3. Meyakinkan pilihan terbaik berdasarkan "mudarat/dosa yg lbh ringan" Kampanye 'Jgn Golput" ditujukan pada pendukung ahok dll yg kecewa pd Jokowi utk tetap memilih agar Prabowo kalah
Irene @IreneViena
13. Kampanye "Jangan Golput" oleh Jokowi memiliki tujuan terselubung utk menarik kembali semua kelompok minoritas yg telah meninggalkannya agar tetap beri suara dlm Pilpres 2019 Bukan semata2 utk kepentingan Jokowi, melainkan agar Prabowo jangan sampai dapat memenangkan pilpres
Irene @IreneViena
14. "Anda boleh kecewa pada saya. Saya memang setan. Tapi jika anda tidak mendukung saya, musuh saya yang adalah setan yang lebih besar akan jadi pemenang ..." Saya setan kecil, dia setan besar Maka, jangan sampai anda Golput Kurang lebih seperti itu analoginya
Irene @IreneViena
Doktrin Lesser Evil (Setan yg Lebih Kecil/mudharat yv lebih ringan) mengajarkan keyakinan seperti itu. Doktrin ini diterapkan pertama kali di Indonesia oleh Romo jesuit Pater Beek (pendiri CSIS) utk memarginalkan/menyingkirkan mayoritas Islam 1967-1988. Sukses. twitter.com/MasHary71/stat…
Irene @IreneViena
Singkatnya: Dihadapkan pada dua atau lebih pilihan, manusia tidak boleh netral atau golput meski semua pilihan itu buruk. Manusia harus memilih pilihan yg paling sedikit keburukannya twitter.com/MasHary71/stat…
Irene @IreneViena
Ketika Jokowi - media2 antek aseng terus menerus mengumandangkan Doktrin Lesser Evil melalui jargon "Jangan Golput" Artinya, Jokowi dan kubunya sudah tahu posisinya saat ini KALAH dari Prabowo
Irene @IreneViena
Kalimat Frustasi dilontarkan Maruf Amin cawapres Jokowi: "Kalau rakyat memang sudah tidak mau Jokowi, pilih saya saja ..."
Irene @IreneViena
Anda @KPU_ID @bawaslu_RI kapok jadi sasaran delegitimasi oleh Rakyat Indonesia? Kalau benar2 independen, coba anda terbitkan larangan mobilisasi seluruh karyawan BUMN utk kampanye dan pemenangan Jokowi pada 13 April 2019 yad @KemenBUMN
Irene @IreneViena
Hoax itu merusak bangsa Hoax itu merugikan negara Hoax itu meresahkan rakyat Indonesia Satu-satunya cara paling efektif melenyapkan hoax adalah melengserkan Rezim Jokowi No Jokowi No Hoax !

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.