0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1. Imam Asy-Syafi’i, “Tidaklah seorang akan berhasil dalam menuntut ilmu manakala ia menuntutnya dengan rasa bosan atau merasa cukup. >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2. Akan tetapi barangsiapa yang menuntutnya dengan pengorbanan, kehidupan yang sempit, dan berkhidmat untuk ilmu tersebut, >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3. >> maka merekalah yang akan berhasil.” | Inilah nasehat dari ‘alim besar yang keutamaannya tak diragukan. Ia menempuh jalan itu.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4. Ia pun mendidik muridnya agar memiliki kesediaan berkorban, berpayah-payah dan memiliki penghormatan yang sangat tinggi terhadap ilmu.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5. Inilah nasehat yang telah nyata hasilnya. Lahir dari iman dan pengalaman yang kuat. Bukan angan-angan dan dugaan semata.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6. Salah seorang muridnya, Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullah, kelak menjadi seorang ‘alim yang sangat disegani ilmunya hingga kini.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Dan Imam Ahmad rahimahullah menjadi ‘alim besar melalui kesediaan untuk menempuh kesukaran.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8. Sabar dalam menuntut ilmu bukan hanya terkait bagaimana seorang anak siap menempuh kesulitan, bertekun-tekun belajar >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9. >> dalam keadaan bugar maupun kurang sehat, pun menghadapi guru yang tak menarik caranya mengajar. Sebab, ia yang harus mencari ‘ilmu.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10. Dan sikap semacam inilah yang harus ditanamkan kuat-kuat oleh guru di sekolah secara terus-menerus, sejak awal mereka masuk sekolah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11. Bentuk kesabaran lainnya adalah menahan diri dari keinginan menguasai pelajaran dengan cepat dan beralih ke materi lain sebelum matang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12. Termasuk dalam hal ini, guru harus menanamkan pada diri siswa untuk mengutamakan membaca secara tertib, mendalam & tekun (deep reading).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13. Bukan membaca secara cepat (speed reading) karena ingin menguasai pelajaran secara kilat.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14. Jika Anda ingin melahirkan seorang murid yang memiliki penguasaan ilmu secara matang, maka membaca secara mendalam dan tertib >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15. >> merupakan pintu yang harus mereka lalui. Membaca cepat (speed reading) tidak banyak memberi manfaat, >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16. >> kecuali sekedar menumpuk materi pengetahuan. Hanya memiliki banyak informasi melalui membaca cepat justru dapat >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17. >> menjadikan tumpukan informasi itu menjadi sampah (data smog) yang menyulitkan kita berpikir kritis, analitis dan terstruktur.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
18. Keterampilan membaca cepat hanya bermanfaat jika Anda ingin melahirkan petugas pusat layanan informasi yang handal >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
19. >> atau pegawai layanan konsumen (customer service) yang cakap. Bukan melahirkan ‘alim yang faqih atau ilmuwan yang brilian.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
20. Keterampilan membaca cepat juga bermanfaat u/ mengesankan diri hebat shg para peserta training merasa diri mereka bodoh & tertinggal.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
21. Di luar itu, membaca cepat hanya patut kita lakukan untuk tujuan inspeksional, yakni mengetahui gambaran kasar isi buku.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
22. Mari kita ingat firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil, 73: 4).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
23. “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” (QS. Al-Qiyaamah, 75: 16).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
24. Bagaimana seharusnya membaca, karya klasik Mortimer J. Adler & Charles van Doren bertajuk How to Read a Book patut Anda pertimbangkan.
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.