1

Din Syamsuddin mendapat kritik keras dari prof Nadirsyah Hosen karena dianggap keliru menyebut Khilafah dengan Khalifah.

Story Sindir Din Syamsuddin yang Samakan Khilafah HTI dengan Khalifah dalam Al-Quran, Prof Nad.. Nadirsyah Hosen mengkritik imbauan Din Syamsuddin yang menyamakan khilafah HTI dengan khalifah dalam al-Qur’an. 1052 pv 1

Kritik Gus Nadir lalu dibalas dan ikut dibenarkan oleh penulis sekaligus dosen FISIP UIN Syarief Hidayatullah, Burhanuddin Muhtadi. Burhan bahkan mengatakan jika Din telah salah fatal.

Burhan Muhtadi (IG: Burhanuddin Muhtadi) @BurhanMuhtadi
Setuju Gus. Poin kedua itu salah fatal. Saya kaget juga Pak Din bisa menyamakan khilafah sebagai sistem dengan khalifah? Masak beliau ngga tahu ya? twitter.com/na_dirs/status…
Burhan Muhtadi (IG: Burhanuddin Muhtadi) @BurhanMuhtadi
Saya lupa ternyata di tulisan saya ttg The Quest for Hizbut Tahrir in Indonesia (h. 629-630) saya mencatat pada masa beliau jadi Ketum Muhammadiyah inilah masuk aktivis-aktivis HTI ke Muhammadiyah dan MUI 🤭academia.edu/3616400/The_Qu… twitter.com/muchlis_ar/sta…

Din langsung memberikan klarifikasi dan merespons semua kritikan itu. Din memastikan tidak ada aktivis HTI yang masuk ke Muhammadiyah.

Berikut penjelasan lengkap Din Syamsuddin:

*Sdr. Burhan Muhtadi,

  • Pernyataan anda di atas mislead and misleading. Tidak ada aktivis HTI masuk ke Muhammadiyah apalagi jadi pengurus, yang ada anggota Muhammadiyah (seperti juga dari ormas-ormas lain) keluar masuk HTI. Kalau di MUI, HTI memang salah satu elemen umat Islam yang selalu diundang dalam Forum Ukhuwah Islamiyah sejak era Ketua Umum KH. Ali Yafie sd Ketua Umum KH. Sahal Mahfudz. MUI memang ingin menjadi Tenda Besar bagi semua elemen umat Islam (tidak kurang dari sekitar 70 organisasi). Itu sesuai motto MUI sebagai khadimul ummah dan sekaligus al-khaimat al-kubro. Maka siapa pun Ketua Umum MUI harus mengambil sikap mengayomi semuanya, walau tidak harus bersetuju. Masak dengan umat agama lain kita berbaik, sementara sesama Muslim tidak. Tentu selama mereka tidak melakukan kekerasan.

*Sebagai akademisi sebaiknya anda beri bukti siapa aktivis HTI yang jadi pengurus Muhammadiyah atau MUI. Untuk anda tahu Muhammadiyah itu organisasi paling berdisiplin; sesuai AD/ART Muhammadiyah, kalau ada aktivis ormas lain maka dia akan dikeluarkan dari kepengurusan.

  • Juga, mengapa hal ini anda munculkan terkait upaya saya mengklarifikasi secara akademik tentang khilafah. Kalau mau kritik, fokuskan pada substansi pemikiran, jangan personal, karena itu terkesan tidak akademik.
URL 9Ekor Soal HTI, Din Syamsuddin sebut tuduhan Burhanudin ke Muhammadiyah adalah Fitnah – Arrahmah.com JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan tokoh HMI Burhanudin Muhtadi yang juga merupakan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, melontarkan pernyataan di Twitter bahwa era Prof Din Syamsuddin menjadi Ketum PP Muhammadiyah, banyak aktivis HTI yang masuk k

Burhan akhirnya mengirimkan permohonan maaf, tak lama setelah Din memberikan pernyataan klarifikasi. Burhan menuturkan, pernyataannya tersebut hanya ingin merespons kicauan Nadirsyah mengenai khilafah dan khalifah.

*Kak Din yang baik, maaf tadi pas Kak Din mengirim pesan, saya dalam perjalanan dari Jakarta ke Malang. Setelah acara peluncuran buku saya selesai, saya baru bisa menanggapinya. Saya bisa memahami jika twit saya membuat Kak Din kurang berkenan, dan karenanya saya mohon maaf jika itu terjadi. Konteksnya saya menanggapi twit Nadirsyah Hosen yang viral soal statement Kak Din. Setelah itu ada senior saya yang berkomentar tentang Kak Din. Nah, lalu saya tiba-tiba teringat paper saya yang dimuat Asian Journal of Social Science 37 tahun 2009, terutama halaman 629-630. Memang fokus paper saya tersebut tentang HTI, tapi ada sub-bab pembahasan infiltrasi HTI ke ormas Islam mainstream seperti NU dan Muhammadiyah.

  • *Sebenarnya catatan tentang masuknya HTI ke Muhammadiyah dan MUI sejak terpilihnya Kak Din sebagai Ketua Muhammadiyah tersebut, saya merujuk pada laporan Jakarta Post yang mengutip pendapat orang seperti Kautsar Azhari Nur. Selain itu, waktu riset tentang paper tersebut saya juga mewawancarai beberapa aktivis muda Muhammadiyah yang sayangnya tak bersedia dikutip di paper saya tersebut.
  • *Nama yang disebut adalah Adian Husaini (anggota Majelis Tabligh Muhammadiyah). Nama lain yang disebut sebagai pengurus MUI dari HTI adalah Ismail Yusanto dan Muhammad Alkhattath. Memang Adian sudah tak lagi aktif di HTI, tapi menurut buku Prof Syamsul Arifin yang diterbitkan UMM Press tahun 2005, Adian termasuk generasi awal HTI. Demikian pula Alkhattath juga belakangan sudah tidak aktif di HTI tapi pada saat paper itu saya tulis beliau masih aktif di HTI.

  • *Sebenarnya apa yang saya tulis bukanlah hal baru. Tulisan Zuly Qadir di Islamika Vol. 3 tahun 2008 menyebut gamblang Muktamar Muhammadiyah di Malang yang menyebabkan tersingkirnya sayap progresif. Beliau juga menyebut pengurus HTI tingkat lokal yang mengajar di lembaga-lembaga Muhammadiyah. Juga studi Lubis dan Jamuin dari UMS.

  • *Saya memang tak detail membahas soal ini karena fokus saya soal HTI dan ideologinya. Mungkin karena ruang yang terbatas di medsos membuat saya tak bisa panjang lebar menjelaskan sehingga terkesan menyudutkan Kak Din. Saya bisa mengerti jika Kak Din ingin menjadikan MUI sebagai tenda besar umat Islam, tapi bagi pihak lain bisa diartikan sebaliknya.

  • *Kesalahan saya adalah pada saat saya riset paper tersebut saya tak mewawancarai Kak Din sehingga data dan informasinya terkesan satu arah. Untuk itu, sekali lagi saya mohon maaf jika twit saya terkesan personal. Sikap saya terhadap HTI tak berubah. Betapa pun saya kritis terhadap HTI, saya tak pernah setuju perpu Ormas yang menjadi pintu masuk pembubaran HTI. Ini bisa dicek di wawancara maupun twit-twit saya sebelumnya.

URL www.viva.co.id 2454 Burhanuddin Muhtadi Minta Maaf kepada Din Syamsuddin – VIVA Burhanuddin mengatakan sudah menjelaskan langsung kepada Din. – VIVA
Khamimah @Khamima27643061
@taufik_mudjo NADIRSYAH HOSEN DAN BURHANUDDIN MUTADI MEMINTA MAAF KEPADA DIN SYAMSUDDIN SOAL KHILAFAH m.kumparan.com/@kumparannews/… m.viva.co.id/amp/berita/nas…
Heine Nababan @Heine_Nababan
Begini nih kalau nyolot ngga mikir dulu. Ujung²nya Burhanuddin dan Nadir 'TERPAKSA' minta maaf. Seperti biasa nunggu Pak Din Syamsuddin di-bully dulu sama buzzer berudu dan viral. Sabar.. sabar.. 😇😇 #2MingguLagiCoblosPrabowo m.kumparan.com/@kumparannews/…
NURUDIN @nurudinwriter
Pak Din Syamsuddin, Nadirsyah Hosen, Burhanuddin Muhtadi kapan ngopi bareng? Yang berbalas pantun biarlah para netijen karena butuh pemuasan nafsu komentar. m.kumparan.com/@kumparannews/…

Nadirsyah Hosen akhirnya juga ikut membuat permohonan maaf tertulis. Nadirsyah mengaku ditegur oleh kakaknya, Nadra Hosen, lantaran kritikannya yang membuat tokoh Muhammadiyah dan MUI geram.

"Mohon maaf kalau dianggap terlalu keras. Saya sudah ditegur oleh abang saya, Nadra Hosen, karena akibat kritikan saya tsb banyak tokoh Muhammadiyah dan MUI yang marah. Doa saya untuk Bang Din dan keluarga semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Saya sebenarnya merespon postingan Mustofa Nahra di twitter," ujar Nadir dalam pesannya kepada Din.

URL kumparan 6662 Kritik untuk Din Syamsuddin soal Khilafah Berujung Permohonan Maaf Din Syamsuddin mendapat kritik karena dinilai keliru menyebut khilafah dan khalifah.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
HTI menggoreng komunikasi saya dg Prof @OpiniDin. Maaf itu soal adab kpd senior. Beliau jg berterima kasih atas kritikan saya. tinyurl.com/y2fz75fj Setelah itu saya tetap menulis atas respon beliau dg saya tegaskan bhw tidak ada istilah khilafah dlm Qur’an. Argumen saya tetap
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Perdebatan itu hal biasa. Prof @OpiniDin itu biasa berdebat. Saya juga begitu. Komunikasi pribadi dan adab tetap kami jaga. Beliau tidak masalah saya kritik. Saya pun tetap hormat kepada beliau terlepas kami berbeda pandangan. Tapi HTI dan barisan 02 lgs menggoreng berita itu 😝
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Rame-rame mereka sebarkan bahwa saya sudah minta maaf ke Prof DS seolah saya menarik kembali kritikan saya. Tidak! kritikan saya tetap. Prof @OpiniDin pun jg tetap dg pendapat beliau. Sepakat untuk tidak sepakat. Biasa saja. Kenapa malah tim hore HTI dan 02 bersorak2😝
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Padahal kalau mereka mau baca tulisan Prof @opinidin itu beliau tidak setuju dg khilafah politik ala HTI. Beliau ajukan gagasan khilafah kultural. Lha kenapa HTI malah bersorak-sorai. Mereka paham gak sih apa yg Prof DS tulis? Heheheh
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Barusan Gus Muwafiq kirim wa ke saya dan bilang yg beredar seolah-olah saya menarik kritikan saya soal khilafah thd Prof DS. Jadi perlu saya tegaskan ulang: kritikan saya tetap. Saya hanya hormat pada tokoh senior. Susah yah HTI mau paham yg begini? Goreng terussss hahahhaha
💤•ᴵʳᶠᵃⁿ @zainalirfan41
@na_dirs @OpiniDin Nih argumentasi Prof Gus Nadir, langsung ditulis. Kritikannya tetap dan ga goyang. 👍 twitter.com/nu_online/stat…
Ahmad Mujib Zain @AhmadMujibZain2
@na_dirs @OpiniDin Maju terus prof... . Kami setuju dg anda, di Al-Qur'an emang nggak ada khilafah... Kalau hafal, atau rajin baca bahkan peneliti Al-Qur'an pasti tahu bahwa nggak ada khilafah dlm Al-Qur'an. Beda dg HTI yg Al-Qur'annya fiksi. Hingga mereka Ngotot ada khilafah dlm Al-Qur'an Hehe
rahmat budi @rahmatbudip
@na_dirs @OpiniDin alhamdulillah barokallah gus nadir ....adab dan kesantunan kepada yg lebih tua harus dikedepan kan ,masalah tafsir alqur’an bisa tabarukan dg para ahli tafsir ,saling menimba ilmu berbagi pengetahuan
ima sri rahmani @irahmani2
@na_dirs @OpiniDin Saya dari dua hari yang lalu ingin bertanya prof @na_dirs , karena menurut saya kok jadi begini ? Tapi saya gak sampai hati..., Alhamdulillah sudah diketahui...
Login and hide ads.