1
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sebentar lagi saya akan live tentang tema debat malam ini: IDEOLOGI, PEMERINTAHAN, HANKAM DAN POLITIK LUAR NEGERI. Saksikan! #DebatKeempatCapres2019
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Efek kecepatan kerja presiden petahana.... pemerintahan digital.....top!! #DebatKeempatCapres2019 pic.twitter.com/Af4TNSPPvr
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Percaya TNI = Beli senjata tanpa peluru.. Percaya POLRI = kasus novel...(aman).
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Perkiraannya gak ada perang....jadi kita istirahat aja...setuju?
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Petahana membocorkan data intelijen strategis bahwa 20 tahun tak ada perang...(kata negara tetangga: yuk....).
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Kesimpulannya: Cukuplah, sampai di sini. Bangsa ini Perlu tenaga, dan malam ini telah nampak secara kasat mata, kemana telunjuk sejarah mengarah. Kita ucapkan terima kasih kepada petahana. Kita ucapkan selamat tinggal. #wiswayae
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
4,5 tahun memecah sekarang janji mempersatukan... 4,5 tahun urus birokrasi tambah korup sekarang janji berantas korupsi... 4,5 tahun mencabut subsidi minyak, listrik dan banyak lagi sekarang janji kasi kartu subsidi.. 4,5 tahun tidak tunaikan janji sekarang janji lagi...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Semalam itu peralihan BESAR....ada banyak dusta yang terungkap..terima kasih kepada pak @prabowo yang telah kembalikan akal sehat bangsa kita. Kentara sudah siapa yang mengakar dan siapa fatamorgana. “Yg asli akan murni, yg palsu akan terbakar jadi abu”, itulah hukum besi.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Semalam, pak @prabowo membantu rakyat Indonesia mengambil keputusan penting dari kekeliruan yang panjang tentang transisi kita ini. Beliau bicara tentang apa yang seharusnya dan tentang apa yang sudah kadung keliru tapi kita Amini bersama. Ini yg substantif.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pak @prabowo semalam meluruskan kembali doktrin2 dasar kita bernegara dan cara kita bertahan sebagai sebuah Republik besar. Kata pembuka beliau tentang sebuah “Pancasila sebagai kesepakatan yang Agung” itu jarang terdengar dan tenggelam oleh motif2 doktriner dan adu domba.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
@prabowo ungkap sejarah kesetiaannya kepada Republik ini, “sejak umur 18 tahun, saya teken mati untuk membela Pancasila dan UUD 1945, saya berjanji untuk membela NKRI sampai titik darah penghabisan, siapa yang ingin mengubah-nya akan saya hadapi dengan segala cara”.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Di bidang pemerintahan, @prabowo fokus membangun pemerintahan yang kuat dengan cara salah satunya adalah “membersihkan pemerintahan dari korupsi, mustahil kita bisa membangun jika korupsi dan sogok menyogok serta jual beli jabatan masih stadium-4”, sebuah argumen yg padat.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Lalu, jangan tanya tentang hankam, @prabowo jagonya, kita sendiri yg menonton debat saja sudah merasa dilindungi, apalagi sudah memimpin. Sementara dalam politik luar negeri, “1000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak”, lagi2 sebuah posisi yang nyata dalam diplomasi.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pidato pembukaan yang 4 menit itu telah merangkum arah bangsa kita ke depan, “ideologi yang kokoh, dengan pemerintahan kuat karena bersih dan profesional, kekuatan hankam yang berwibawa di mata dunia, dan diplomasi yang berdasar pada kekuatan dan kepentingan nasional”.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Setelah pidato pembukaan 4 menit itu, saya menulis di laman media sosial saya satu kata, “TAMAT!”. Entahlah, ada perasaan bahwa semalam itu sudah selesai. Karena memang tema debat semalam itu yg paling bisa mengungkap siapa yg “presidensial material” dan siapa yang tidak.
Load Remaining (26)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.