3
Batak Modern @BatakModeren
Kayaknya Mukidi akan sebar amplop 193 juta x Rp200.000 = Rp 38.600.000.000.000 Tiga puluh delapan triliun enam ratus miliar rupiah Masih 10% dari dana desa Keciil !!!
Batak Modern @BatakModeren
Menunggu kejujuran @SBYudhoyono menungkap siapa sebenarnya Jokowi
Batak Modern @BatakModeren
Kita tahu dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, pada pilpres 2014 suara Jokowi di hampir seluruh kab/kota adalah sama, yaitu sekitar 67% dan Prabowo hanya 33% Sama semua kecuali pada 2 kab/kota. Modus pencurangannya adalah dg menambah suara utk Jokowi 4000-12.000 per kecamatan pic.twitter.com/i3LwUca8Su
Expand pic
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Jadi, bukan hanya TPS yg perlu diawasi, melainkan juga perhitungan suara di kecamatan, kabupaten/kota dan propinsi Pada Pilpres 2009 dan 2014 lalu, kotak suara dan dokumen2 terkait rekapitulasi suara ditukar pada saat perhitungan suara di kecamatan dan kabupaten/kota pic.twitter.com/isSQlEjpEb
Expand pic
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Utk menutupi kecurangan itu, lembaga2 QC yg sdh dibayar, mengumumkan QC sesuai hasil suara dari kotak dan dokumen rekap suara yg sdh ditukar tsb. Oknum Koter TNI dan Oknum Polri, KPUD terlibat dalam kejahatan perampokan kedaulatan rakyat Indonesia ini.
Batak Modern @BatakModeren
Pencurangan pemilu-pilpres salah satunya terjadi pada saat rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota Pada Pilpres 2014, pencurangan di Jawa Tengah dilakukan dg menambah jumlah pemilih pada DPTb, DPK, dan DPKTb rata2 5000 pemilih/kecamatan . pic.twitter.com/MTk59oGoPu
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Jumlah kecamatan se Jawa Tengah pada 2014 lalu 573 kecamatan. Jika rata2 terjadi penambahan suara pemilih siluman melalui DPK, DPTb, DPKTb 5.000 pemilih/kecamatan = 2.865.000 suara siluman yg semuanya dicatat sebagai suara Jokowi pic.twitter.com/jsvRcaBOsG
Expand pic
Batak Modern @BatakModeren
Dg dikabulkannya permohonan Uji Materi Pasal2 trtentu oleh MK kemarin, maka peluang untuk pencurangan pemilu-pilpres 2019 dgn menambah jumlah suara melalui DPK, DPTb, DPKTb menjadi sangat besar. Nanti akan anda saksikan belasan juta pemilih fiktif ditambahkan pada rekap suara
Batak Modern @BatakModeren
MK juga kabulkan penundaan perhitungan suara di TPS atas alasan tertentu. Nanti anda akan saksikan puluhan ribu TPS terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua, Sumut, Kalbar, Maluku & NTT yg akan terlambat perhitungan suaranya Disesuaikan dulu dg selisih kekalahan Jokowi
Batak Modern @BatakModeren
Mencegah pencurangan pemilu bermodus penambahan pemilih fiktif/ganda/siluman al: dgn menghitung prosentase jmlh DPT dgn total penduduk suatu Prop/Kab/Kota Jika lebih 71% pasti banyak pemilih siluman masuk DPT Contoh: Solo 76% Puluhan ribu pemilih siluman masuk DPT Solo
Batak Modern @BatakModeren
Dalih demi melindungi hak memilih WNI yg selalu digunakan KPU dan LSM2 tertentu dlm setiap menerbitkan kebijakan yg mengakomodir penambahan pemilih baru dgn berbagai cara adalah SESAT dan Menyesatkan. Penambahan 1 saja suara dari pemilih siluman merusak kredibilitas hasil pemilu
Batak Modern @BatakModeren
DPT yang ditetapkan KPU sdh mengandung puluhan juta pemilih siluman Ditambah lagi pemilih siluman yg dimasukkan belakangan atau pada saat pemilu: DPtb, DP, DPKtb Tidak masuk akal jumlah DPtb, DKP, DPKtb bisa mencapai 5-10% dari DPT (modus pencurangan pilpres 2014)
Batak Modern @BatakModeren
Tidak masuk akal penambahan jumlah TPS hingga 255 ribu sbgmn ditetapkan KPU, dgn alasan agar maks 300 pemilih/TPS Juga tdk masuk akal penundaan perhitungan suara TPS Pemilu-Pilpres 2019 = pemilu-pilpres melawan akal sehat Diawali dg pengesahan UU Pemilu No.7/2017 yg ABSURD itu
Batak Modern @BatakModeren
Belajar dari pencurangan di Pilkada 2018, terbukti bhw peserta pemilu/masyarakat pemilih tidak dapat menemukan kecurangan atau jika kecurangan ditemukan, sama sekali tidak mengubah hasil pilkada Pilkada Jawa Barat 2018 sarat pencurangan Namun Ridwan Kamil tetap jadi pemenang
Batak Modern @BatakModeren
Sudah jadi aksioma, bahwa kecurangan yg ditemukan setelah pemilu dilaksanakan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil pemilu Sebab itu, kewajiban kita sbg rakyat Indonesia utk mencegah kecurangan agar tidak sampai terjadi Mengenai pencegahan ini, saya sangat pesimis
Batak Modern @BatakModeren
Pencurangan hasil pemilu di Papua misalnya, selalu berulang bahkan sampai Pilkada Papua 2018 kemarin: Jumlah pemilih sama atau hampir sama dengan jumlah penduduk Kecurangan di Pilkada yg scope nya lebih sempit saja, bangsa Indonesia tdk mampu mencegah dan mengatasinya
Batak Modern @BatakModeren
Menjaga seluruh TPS hanya 10% dari upaya keseluruhan mencegah pencurangan pemilu Menjaga perhitungan di kecamatan, kabupaten, propinsi Menjaga kotak suara dan dokumen pemilu tdk ditukar Menjaga ratusan ribu/jutaan saksi/pengawas agar tdk kolusi, tdk diancam atau tdk disuap
Batak Modern @BatakModeren
Risiko pencurangan pemilu semakin besar ketika lembaga/instansi trkait pemilu sdh terindikasi tidak netral: MK, BAWASLU, KPU, POLRI, Gub, Bupati, Walikota, sampai PPS TPS Tidak netral berjamaaah nasional Bagaimana cara mengatasinya? Revolusi?
Batak Modern @BatakModeren
Pemilu-Pilpres 2019 ini sangat krusial karena menentukan nasib bangsa Indonesia Semakin terpuruk sbg bangsa jajahan neoimperialis China-Cukong-CSIS-Antek? Atau bebas merdeka sbg bangsa/negara berdaulat? DKI Jakarta sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Bagaimana dgn NKRI ?
Batak Modern @BatakModeren
Kelupaan satu lagi MK mengabulkan penggunaan Surat Keterangan (SUKET) sebagai pengganti EKTP utk mendapat hak memilih WN Pada Pilkada 2018 lalu, di Bekasi saja tercatat 98 ribu SUKET, yg pengguna sama sekali tidak jelas Pemilu/pilpres 2019 dipastikan jutaan SUKET tiba2 terbit
Batak Modern @BatakModeren
Jgn anda bayangkan pemilih siluman/ pemilik SUKET itu datang ke TPS berikan suara. Tidak. Bukan begitu modus pencurangan Pencurangan dilakukan dg mengubah hasil rekap perhitungan suara pada setiap tahapan perhitungan suara DPT, DPK, DPTb, SUKET dll sebagai 'dasar hasil rekap'
Batak Modern @BatakModeren
Pencurangan Pemilu/Pilpres sebelumnya (era SBY) melibatkan oknum Kodam, Kodim, Koramil, Polsek, Polres, Polda dan BNPB - BNPD. Pencurangan ini mengantarkan SBY menang 1 Putaran 2009 Dan Jokowi kalahkan Prabowo 2014, melahirkan Tragedi Presiden Yang Tertukar
Batak Modern @BatakModeren
Kemenangan Prabowo dan kekalahan Jokowi itu kasat mata. Semua gejala menunjukan ke arah sana Jika ternyata sebaliknya, pasti terjadi kecurangan super masif di mana2 Rakyat pasti tidak terima Gitu aja kok repot !

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.