1
// Jax @JackVardan
Menghadapi pemain watak harus menunggu momen. Watak yang diperlihatkan saat ini seolah punya kedaulatan dan power. Ketahuilah, itu bagian dari teks.
// Jax @JackVardan
Saat ini, sang pemain watak ingin menunjukan pada khalayak bahwa dia punya power. Model propaganda yang seolah ingin membangun kepribadian yang berkarakter, itu semu. Selama beberapa tahun belakangan ini, kebijakannya adalah wajah aslinya. Tidak punya power, dusta, cengengesan.
// Jax @JackVardan
Cukup prihatin, bagaimana sosok yang dibentuk dengan alur media dan teks tuannya. Saat ini, ingin menggambarkan bahwa dirinya punya power. Tetapi, hal yang paling lucu ketika power tersebut tidak dipertontonkan saat membuat kebijakan selama ini.
// Jax @JackVardan
Watak yang dimainkan, dikondisikan seolah memiliki power, adalah salah satu propaganda untuk menutupi kepanikan. Power itu ditunjukan dengan lisan yang tersandera oleh teks. Power itu sirna, saat kita lihat dia absen di event internasional. Hal yang menakutkan bila di luar teks.
// Jax @JackVardan
Pencitraan kembali diulang, beda lokasi beda kostum dan sedikit aroma sentuhan ketegasan. Omong kosong jika berkaca dengan kebijakannya terhadap keran impor. Omong kosong saat revisi berulang perkara kebijakan.
// Jax @JackVardan
Anda mungkin bisa jadi apa saja dalam teks yang disediakan. Tetapi tentang rasa, sesuatu yang dipaksakan itu sangat jelas. Kita tidak lagi bicara bersepeda, bersama cucu, atau pamer jaket yang sebenarnya anda juga enggan memakainya. Jadilah otentik, bukankah manusia punya lelah?
// Jax @JackVardan
Saat ini dalam kontestasi, negara versus capres. Negara yang punya intelijen, punya logistik, punya akses, sampai punya kebijakan untuk mengkebiri lawan politik. Dan negara tersebut tidak sadar menggunakan uang negara. Listrik yang digunakan di istana, tak sadar dibiayai negara.
// Jax @JackVardan
Lawan prabowo saat ini adalah negara. Dimana ada capres yang tidak sadar menggunakan fasilitas negara untuk berbicara kepentingan kuasa, bukan untuk negara. Lantas yang sangat tidak tahu diri pegawai negara yang bicara kuasa, bahkan air liurnya masih bau uang rakyat.
// Jax @JackVardan
Ada pegawai negara, dia bisa makan enak, bisa tidur di kasur empuk, atau bahkan akomodasi selingkuh juga dibiayai oleh negara. Tetapi ikut kontestasi dan kuasa. Bajingan itu biasa, tapi tidak tahu diri itu musibah.
// Jax @JackVardan
Kalau seragam masih dibeli pakai uang rakyat, amunisi dibeli dengan pajak rakyat, seragam masih gunakan uang rakyat, bahkan listrik, gas di rumah dibiayai dari uang negara. Tahu diri. Di pundak boleh ada bintang, di dekat saku ada lencana. Tapi masih ada hati untuk tidak dijual.
// Jax @JackVardan
Ada orang yang ketika tidur ilernya masih bau uang rakyat, ketika bersenggama spermanya masih bau duit negara. Lantas saat hadir ketidakadilan dia malah ikut menggencet rakyat? Ketika mati ingin dikenang dan makamnya dilapisi marmer.
// Jax @JackVardan
Kesaksian warga kampung akuarium, bukit duri, bandara kulon progo, korban penggusuran lainnya. Tanya pada mereka tentang janji pemimpin. Itulah sudah kalian menilai bagaimana kualitas pemimpin. Tanyakan juga pada petani kecil dan buruhnya, nelayan, dan korban bencana.
// Jax @JackVardan
Bagaimana bisa seorang yang digambarkan baik dengan hashtag, sibuk elektoral bahkan dibiayai negara. Pesawat kepresidenan memang terlalu nyaman, mercedes anti peluru yang bahan bakarnya dibiayai rakyat terlalu nyaman. Lombok, Palu, Banten, Sentani, air mata mereka belum kering.
// Jax @JackVardan
Tepuk tangan yang overdosis. Buzzer keparat asuhan bos bos kecil sibuk lakukan polesan. Nasib anak anak supir truk tangki, warga kulon progo, jeritan petani karet, padi, garam, hingga tebu dan peternak mana mau mereka tahu. Anjing penjaga konten yang menyalak sesuai materi brief.
// Jax @JackVardan
Yang saya musuhi adalah anjing anjing penjaga konten. Karena pendukung yang biasa biasa saja adalah korban polesan. Tidak pernah mereka kritisi ketika air mata guru honorer dan keluarga supir truk tangki menuntut keadilan pada tuannya. Bahkan tarian konten beton dipertontonkan.
// Jax @JackVardan
Titik muak saya adalah ketika ada yang memainkan peran sebagai seorang yang berhasil; namun ucapannya kontra dengan realita. Mulai konflik agraria, kebakaran hutan, data impor pangan yang dianggap sepele. 1000 ton saja anda impor di saat panen, ada air mata petani di situ.
// Jax @JackVardan
2014 banyak yang absen dalam politik dan media digital. 2014 belum banyak suara buruh, 2014 belum ada intruksi ulama, 2014 kalangan pengusaha lintas etnis dan golongan belum merasakan pukulan telak ekonomi, 2014 petani dan nelayan belum begitu tercekik kebutuhan pokok.
// Jax @JackVardan
Tensi yang tinggi, ada komando dari brief group yang mencoba patahkan narasi. Saya akan abaikan anjing penjaga konten yang dilepas sesuai intruksi tuannya. Masa bodoh dengan gerombolan ini yang hanya berani andalkan basis mention anjing lainnya.
// Jax @JackVardan
Anjing penjaga konten bergerombol bersahutan. Mereka terus menjilat dengan narasi template yang disediakan tuannya. Bahkan air liur mereka masih bau uang negara, uang rakyat. Konyolnya hanya berani menarik konten kita untuk digigit di kandang mereka.
// Jax @JackVardan
People power! 4,5 tahun menjadi sirkus kebijakan. Mulailah bergerak. #RakyatDitekanRakyatMelawan
// Jax @JackVardan
Mereka menekan dengan kuasa, balaslah dengan doa. Mereka tekan dengan kebijakan, balaslah dengan doa. Sekuatnya berusaha untuk perubahan sempurnakan dengan doa. #RakyatDitekanRakyatMelawan
// Jax @JackVardan
Raksasa kekuasaan itu nampak angkuh dengan segenap instrumen kekuasaannya. Tetapi mereka sangat kecil ketika kita melihat kekuasaanNya di langit dan di bumi. #RakyatDitekanRakyatMelawan
// Jax @JackVardan
Ingin bercerita lagi tentang #Tragedi 4,5 tahun yang dilalui. Ocehan ini adalah buah kekesalan sekaligus kebingungan saya sebagai rakyat. Mungkin kebingungan sebagian lainnya. Sihir media membuat kita tertawa geli sekaligus menangis.
// Jax @JackVardan
Dia pernah dijual dengan sekadar gambar banner harga kemeja murah, harga celana, sepatu murah, hingga tanpa asesoris dijelaskan demi merk dagang sederhana. Kemana konsistensi itu? Jeans, sepatu kets, chopper, jaket, wujud inkonsistensi karena memang hanya merk #Tragedi
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.