0
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Standar menteri kabinet rezim ini gak jelas...jangankan kepakaran, etika dan pengetahuan... kepantasan aja gak...akirannya bermacam2 akhirnya kebijakannya gado2....😃😃
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Kita ucapkan terima kasih kepada kabinet ini...cukup 01 periode...kita kasi jalan ke 02...energinya telah ditangkap rakyat...negara perlu tenaga yg menjulang dan membangkitkan. Waktunya telah #
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Coba lihat, ini HL koran hari ini. Terakhir kita baca #kriminalisasigolput itu dalam pemilu 1997 zaman orde baru. Tiba2 muncul lagi... pic.twitter.com/iR3St4FnDj
Expand pic
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pak @jokowi yth, Minggu tenang dan hari pencoblosan adalah hari warga negara. Pembelahan sudah selesai saat kampanye. Ajaklah rakyat untuk datang ke TPS sebagai warga negara yang pada dasarnya sama dan bersaudara. Sisa perbedaan kita hari itu hanya ada di kotak suara.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Itulah makna dari prinsip dalam pemilihan umum, yaitu LUBER JURDIL (langsung umum bebas rahasia jujur dan adil). Dalam prinsip demokrasi, hari pemilu di seluruh dunia ditetapkan Sebagai hari yang khusus. Agar pesta rakyat tidak dibebani kegiatan lainnya, ini hari silaturahmi.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Lalu, prinsip RAHASIA dilaksanakan dengan tidak menunjukkan warna apapun kecuali bahwa dalam Bilik suara, bahwa kita akan memilih secara merdeka. Itu maknanya. Maka, mengajak orang berbaju putih adalah salah. Nanti akan ada kandidat lain yang meminta baju merah.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Maka, apabila yang berbaju putih dan berbaju merah bertemu di TPS atau di jalan2 desa, jangankan warna itu menyatu menjadi sangsaka merah putih, justru perbedaan warna pada hari pencoblosan dapat menjadi sebab suasana yg tidak nyaman. Prinsip RAHASIA bisa terabaikan.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pak Jokowi, Ini waktu penting bangsa kita. Ini waktu ketika kenegarawanan harus hadir. Bapak memang calon presiden tapi bapak adalah presiden. Jadilah yang memberi contoh tentang kearifan. Jangan peruncing perbedaan pada hari tenang.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pemilu ini sesaat tapi NKRI harus hadir selamanya. Bangsa kita lelah pak, kemarin ada adu domba ideologi, di DKI, kahlifah-lah, syariah-lah, tempat hiburan akan dirazia, intoleransi, dll dan tak terbukti...sekarang bapak mau bikin pembelahan pada hari pemilihan...ayolah pak...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Meski pada hari ini, tim bapak masih membuat ketakutan bahwa ini adalah #PancasilaVsKhilafa sungguh saya harap bapak gak terlibat. Cukup luka pak, hentikan apa yang tidak benar. Fitnah kepada @aniesbaswedan dan @sandiuno jangan ditempelkan kepada @prabowo sebab itu tidak benar.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Fiksi horor yang tim bapak bikin itu sudah tersingkap. Cerita bohong tak bisa lagi. @prabowo adalah tiang ideologi NKRI. Jangan bandingkan diri dengan prabowo soal ideologi sebab ia lebih kokoh. Prabowo telah mempertaruhkan nyawa, bapak pertaruhkan apa?
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Cukup pak, Jangan rusak apa yang sudah baik. Jangan adu domba. Jangan ada dusta yang merajalela. Mari kita jaga Indonesia dengan tidak mengarang cerita seolah @aniesbaswedan , @sandiuno , @prabowo dan kami semua adalah bahaya dalam negara.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Tunjuk yang paling jago tentang negara, ayo kita beradu. Saya akan tunjukkan bahwa narasi petahana berbahaya bagi Indonesia. Maka Hentikanlah. Mari adu program, adu wacana dan kita buktikan. Jangan terus menerus mengadu domba dan merusak suasana menjelang hari-H.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Demikian saran saya, Mari jaga suasana... Ketegangan hanya kita biarkan sampai masa tenang. Setelah itu selesai sudah. Adapun Dunia maya anggap saja bercanda. Namanya dunia maya. Dan negara tak punya kuasa. Sekian.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Susah kalau jenderal gak pernah ke Medan perang...jadi pengecut...beraninya perang intelijen memakai fasilitas negara... Kata Mereka bikin perang total...ya perang memakai aparatur negara untuk melumpuhkan lawan dari belakang... waspada kawan2 tetap fokus ke depan..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Kalau Prabowo itu jenderal tempur, ia terjun ke Medan perang, terjun beneran pakai parasut...pertaruhkan nyawa, kata prajuritnya, “..dia kan mantu presiden, sebenarnya bisa menghindar...dia gak mau...dia turun ke battle pertaruhkan nyawa...” maka dia ksatria...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sikap ksatria ditunjukkan dengan keberanian berhadap2an, berkata apa adanya, dan mengerti etika dalam menyerang lawan...bangsa ini tahu bagaimana sang jenderal bertempur di Medan perang..dan sekarang kita melihat bagaimana sang jenderal bertempur di Medan politik. Sama, ksatria.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Lalu sang jenderal difitnah, tuduhan yang dibuat secara sepihak, dengan motif politik dan penyingkiran. Dia terima, dan dia diam..dia ambil tanggungjawab putus sampai di dia...dia jaga apa yang dia anggap benar. Tapi Tidak pernah dia bicara, jenderal diam dalam sepi.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
sang jenderal malah menghindar dan menyibukkan diri menjadi pengusaha, dia tunjukkan bahwa ia bisa meneruskan perjalanan, dia tidak mau patah dan menjual diri pada orang. Sementara itu, jenderal abal2 berpesta pora memperkaya diri entah dari mana. Menjadi beking mafia.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Dulu, jenderal @prabowo difitnah, sekarang mau difitnah lagi. Bahkan dengan tujuan yang lebih kejam. Segala peluru kotor akan mereka pakai. Mereka takut jenderal ksatria ini berkuasa karena beliau terlalu tahu siapa mereka. Padahal santai aja, ksatria tidak akan balas dendam.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Penyingkiran @prabowo kali ini akan gagal. Dia akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Dari dulu dia dipanggil 08. Insya Allah ini akan jadi kenyataan. Dia akan memimpin dengan adil dan bijaksana, dia akan menjaga persatuan dan rekonsiliasi.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Para jenderal yang terhormat, Kembalilah kalian ke belakang @prabowo. Jangan bohongi diri sendiri. Permainan sudah selesai, kepalsuan ini jangan diteruskan. Ini saatnya bersatu membangun negeri, menjaga NKRI dan menjaga ideologi negara Pancasila dan UUD 1945.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Mari bersatu kembali, mari akhiri cerita fiksi tentang @prabowo . Jangan dustai sejarah kita, bangsa ini terlalu mengenal dia, para jenderal terlalu mengenal dia, bagaimana mau bikin cerita fiksi? Bagaimana bikin fiksi soal cucu pendiri bangsa dan pejuang NKRI?
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sudahlah, mari tutup buku lama, kita buka lembaran baru. Mari melangkah ke depan. Ini tentang sikap yang benar di atas timbangan sejarah. Kita tidak bisa terus berbohong pada nurani kita sendiri. Kita tidak bisa menegakkan benang basah. Ini waktunya kita memulai lagi. Tks.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.