Membongkar di Balik Kasus Bowo Sidik Pangarso dan Misteri "Cap" Jempol di Dalam Amplop "Serangan Fajar"

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus suap kerja sama pengangkutan untuk distribusi pupuk menggunakan kapal milik PT. Humpuss Transportasi Kimia
cap jempol viralnow kasussuap serangan fajar Bowo Sidik Pangarso
1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso (BSP) sebagai tersangka dalam dugaan suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

ASA @NEW__ASA
DAHSYAATTT !! Ayo melek, lihat kerjaannya toko sebelah. Hasil OTT KPK mengamankan 8 Miliar, 400rb amplop berisi uang pecahan 50rb dan 20rb yg an digunakan utk serangan fajar Money politic pake uang korupsi, rakyat disogok pake uangnya sendiri. salah satu aktor : Bowo Sidik . pic.twitter.com/9V9VS4ih5F
Hilmi Firdausi @Hilmi28
Tolong pihak berwenang jlskan ratusan ribu Amplop berisi uang itu utk apa ? Ini penting! Jgn sampai PEMILU kita dihantui kekhawatiran akan kecurangan & money politics yg dahsyat. Ini baru yg ketahuan, blm lg yg tdk ketahuan, ngeriii. Ayo para wasit & aparat, saatnya anda bekerja!
Asri Hamdani @ahamdaniaja
@Hilmi28 Baca di media online katanya ada cap jempol di amplop ya
Taufik Tope Hidayat @TopeRendusara
@yunartowijaya beredar informasi di kalangan awak media, dalam konferensi pers semalam, saat tim KPK menunjukkan bbrp amplop yg berada di luar kardus, terlihat tanda seperti cap ujung jempol warna hijau di sisi luar amplop. Jempol tuh 01 tong Info aja guys, botak itu belum tentu pinter 😎 pic.twitter.com/hRk4pNY01y
Expand pic

Muncul isu liar mengenai adanya 'cap jempol dalam amplop berisi uang diduga untuk serangan fajar pemilu yang dilakukan tersangka Bowo Sidik Pangarso. KPK memastikan amplop bersih tanpa ada cap tertentu.

Awalnya, dalam konferensi pers di KPK pada Kamis (28/3) malam, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mempersilakan tiga penyidik memperlihatkan barang bukti tersebut. Para penyidik KPK itu kemudian mengambil sejumlah uang dan amplop dan memperlihatkannya ke arah kamera wartawan.

Dalam sesi tanya-jawab, seorang wartawan menanyakan ada-tidaknya cap jempol pada amplop tersebut. Basaria kemudian menjawabnya.

"Ini kita pastikan tidak (ada cap jempol) supaya lebih jelas," ujar Wakil Ketua KPK Basaria saat konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3) malam.

Kemudian wartawan sempat meminta Basaria membuka amplop-amplop itu. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah yang mendampingi Basaria kemudian mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan karena berbenturan dengan hukum acara.

"Yang perlu dipahami, ada prosedur-prosedur dan hukum acara yang berlaku. Kalau barang bukti itu diubah kondisinya, amplop yang diperlihatkan tadi berada dalam keadaan ditutup dengan lem, jadi kalau dibuka tertentu sampai dibuat berita acara dan hal-hal lain yang tentu saja tidak mungkin bisa dilakukan langsung di ruangan ini," ujar Febri.

"Kalaupun nanti di pengadilan itu dibutuhkan membuka semuanya itu berdasarkan perintah hakim itu sangat mungkin dibuka. Bahkan ketika kami mengamankan sejumlah uang dan menghitungnya itu harus disaksikan oleh orang yang menguasai uang tersebut. Dalam konpers (konferensi pers) seperti ini itu tidak memungkinkan," imbuh Febri.

URL detiknews 56 KPK Bantah Isu Liar 'Cap Jempol' di Amplop 'Serangan Fajar' Bowo Sidik Muncul isu liar mengenai adanya 'cap jempol dalam amplop berisi uang diduga untuk serangan fajar pemilu oleh tersangka Bowo Sidik Pangarso.
CAK KHUM @CakKhum
Dicurigai untuk 'Serangan Fajar', KPK Tak Berani Buka Barang Bukti Jempol mana jempol 😁😂🤣 #01LanggananKPK viva.co.id/berita/nasiona…

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menolak membuka isi amplop serangan fajar anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Bowo sendiri kemarin telah dinyatakan dipecat dari Golkar setelah tersandung kasus suap tersebut.

Dahnil A Simanjuntak @Dahnilanzar
Saya apresiasi OTT terhdp politisi Golkar, tapi bu Basaria @KPK_RI kenapa tdk dibuka dan tunjukkan 400 ribu amplop-amplop yg berisi uang 20 ribuan dan 50 ribuan yg diduga ada cap jempolnya itu?

Dahnil pun menyatakan apa yang telah dilakukan dalam jumpa pers KPK itu berbeda dengan kebiasaan atau standar yang kerap dipraktikkan lembaga antirasuah tersebut. Menurut dia, KPK saat jumpa pers kasus selalu membuka barang bukti.

Dahnil A Simanjuntak @Dahnilanzar
Kebiasaan @KPK_RI ketika konpres membuka barang bukti, kenapa Bu Basaria melarang membuka barang bukti termasuk 400 ribu amplop2 yg sudah ada kode2 capres tertentu tsb. Publik perlu tahu.
Muhamad Haddad @maldhaddad
Buka misteri cap Jempol, ungkap dalangnya. Maka Akan terurai benang merahnya. #MisteriCapJempolDiAmplop pic.twitter.com/AMIiBrFZmC
Expand pic
Expand pic
Dadan Hamdani @aadhmusic_dadan
@SalamWaras @CakKhum Humpus mandala putra noh pabriknya dikampung gua cikampek kawasan pupuk kujang punya anak p ato😁
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
“Membongkar Manuver Kubu 02 (Partai Berkarya) di OTT Amplop “Serangan Fajar” Caleg Golkar dan Bau Amis KPK yang Mulai Berpolitik”
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
1. Sdg hot kasus OTT KPK dgn brang bukti skitar 400 rb amplop milik anggota DPR @Golkar5 Bowo Sidik yg diduga akn dgunakan untk “Serangan Fajar”. krena Golkar adlh koalisi @jokowi , mka kbu @prabowo ramai2 mnggring opini bhwa itu amplop utk pmenangan jkw di pilpres @Dahnilanzar pic.twitter.com/zOzMtY5XTb
Expand pic
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
2. Kasus OTT ini juga tdk disia2kan oleh media2 yg memang sudah “dibeli” oleh kubu @Prabowo seperti vivanews yang memframing seolah-olah amplop tsb berlogo jempol. Hl itu jg didukung olh gimmick @KPK_RI yg ckup aneh dlm kasus ini. berpolitik? @P3nj3l4j4h viva.co.id/berita/nasiona…
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
3. Namun fakta yg public tdk bnyk tahu adlh yg terlibat dlm OTT Bowo Golkar ini adlh Bowo dengan PT Humpuss Transportasi Kimia, prusahaan milik @hputrasoeharto (Ketum @BerkaryaOfc). Mreka korupsi pupuk. Gw mau tanya, Tommy itu di kubu siapa? @Dahnilanzar finance.detik.com/berita-ekonomi…
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
4. Bahkan, transaksi haram Bowo dan perusahaan @hputrasoeharto jg dilaksanakan di Gedung Granadi, yg seblmnya merupakan kantor DPP Partai Berkarya. Gedung itu jg sampai skrg adlh kantor tetap Titiek Soeharto, ibu negara imajiner para pendukung @prabowo . sdh paham? @PartaiSocmed pic.twitter.com/YAq9xcVJZ3
Expand pic
Expand pic
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
5. Gedung Granadi aldh saksi biksu aksi korupsi slma pluhan thun rezim Orba. Oleh pengadilan gedung itu diputuskan mrupakan aset negara, nmun smpai skrg kluarga Soeharto yg kni total mendukung @prabowo masih belum mau mengembalikan gedung itu. @ApriliaLin cnnindonesia.com/nasional/20181…
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
6. Dari sni hrusnya jlas, dri mana uang di dlm amplop yg di OTT KPK dan di mana transaksi itu dlakukan. Smuanya itu justru ada di kubu 02 via keluarga cendana. Prtanyaan slnjtnya, bukankah Golkar mendukung lawan dari @prabowo? @makLambeTurah pertnyaannya apakah @Golkar5 solid?
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
7. Dri hsil survei dketahui hmpir stengahnya kader atau pemilih @Golkar5 justru mndukung @Prabowo. Gk heran, Golkar adlh prtai yg besar di zaman Soeharto. Bnyak kroni Soeharto yg msih memegang kendali di @Golkar. Survei Litbang Kompas pun membuktikannya. news.detik.com/berita/d-44754…
Front Pembela Cikeas @LaskarCikeas
8. Bahkan bnyak tuan tanah/elit Golkar yg terganggu dengan kbijakan @jokowi yg membagi2kan tanah kepada rakyat. Tanah mereka terancam dibagikan ke rakyat. Mereka keberatan dengan azas keadilan, salah satunya Erwin Aksa. @Pak_JK @habibthink @permadiaktivis news.detik.com/berita/d-44746…
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.