1
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kembalinya kesadaran akibat janji manis palsu.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
5 tahun sudah masa kepemimpinan jokowi, dalam 5 tahun kepemimpinannya banyak hal yang terjadi di negri tercinta kita ini, mulai dari penggusuran sampai pada aksi bela islam 212.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Dari banyaknya kejadian yang di alami rakyat indonesia, kita semakin paham bagaimana gaya kepemimpinan jokowi sebenarnya.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Gaya kepemimpinan jokowi bisa kita baca melalui kepemimpinan beliau saat menjadi gubernur jakarta, beliau seakan akan lepas tangan pada permasalahan yang terjadi, tapi semua di simpan rapat2 oleh para pendukungnya.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kini setelah jokowi menjadi pemimpin tertinggi negri ini, rakyat seperti terbangun dari mimpi, apa yang mereka lihat dan mereka rasakan ternyata tidak seperti janji janji manis saat kampanye pilpres 2014.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Tak ada kedamaian yang mereka rasakan, sesama anak bangsa saling hujat , saling cela, bahkan sampai lakukan persekusi hanya karena berbeda pilihan dan takut presiden boneka yang mereka punya di ganti.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Pemerintahan jokowi membuat anak negri terpecah belah, hukum tumpul ke kubu petahana dan tajam ke kubu oposisi, banyak para pendukung oposisi yang di tangkap dan di penjarakan karena uraikan fakta yang ada tetapi kemudian di anggap menyebar hoax.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Tapi anehnya, hoax yang nyata nyata di buat dan di sebar oleh pendukung mereka tidak pernah sekalipun di proses, andai kata di proses pun hanya sekedar formalitas agar di anggap tidak berat sebelah.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Laporan yang masuk hanya sekedar di terima kemudian di petieskan.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Berbeda halnya bila pelaporan di lakukan oleh para pendukungnya sendiri, secepat kilat akan di terima, proses, bahkan di lakukan penangkapan untuk kemudian di adili.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kegaduhan yang terjadi seakan akan sengaja di ciptakan untuk menutupi maraknya TKA china yang datang dan ambil alih pekerjaan yang bisa di lakukan rakyat indonesia.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Rakyat pasti akan berpikir, jdi inikah 10 juta lapangan kerja yang di janjikan ? pic.twitter.com/pLR9AhSkxB
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Ternyata lapangan kerja yang di janjikan bukanlah untuk anak bangsa tapi di ciptakan untuk bangsa lain yang ingin rakyat negara ini miskin. pic.twitter.com/DRnbJfQnMy
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Lalu timbul pertanyaan, di mana letak keberpihakan pada rakyat ? Apakah dengan tingginya angka impor pangan, dan mahalnya harga kebutuhan pokok yang tidak mampu lagi di beli oleh rakyat miskin atau banyaknya kartu untuk sejahterakan rakyat ? pic.twitter.com/qEJWT7P9t0
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Sebagai presiden seharusnya jokowi mampu membuat kebijakan yang dapat memakmurkan rakyat, bukan hanya sekedar setuju lalu tanda tangan kemudian bila ada masalah di kemudian hari melepaskan tanggung jawab. tribunnews.com/nasional/2015/…
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kini memasuki masa kampanye akbar, kembali janji janji manis yang bisa di katakan basi kembali di dengungkan, tapi sayang sebagian besar rakyat menutup mata, telinga dan hati mereka. pic.twitter.com/kOfWP5tYmG
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Mereka sudah kehilangan kepercayaan bahkan cenderung apatis tanggapi janji janji baru yang di sebar luaskan melalui para kurir pembawa pesan. pic.twitter.com/TGhVDhhHmv
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Harapan mereka untuk dapat mengambil hati rakyat kandas, penolakan terjadi di mana2 bahkan sampai terjadi perdebatan antara pengirim pesan dan penerima pesan yang bingung dan juga kaget menerima pesan tanpa ada persetujuan.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Ada satu hal penting yang di lupakan jokowi dan juga para pendukungnya, yaitu ketidak adilan hukum pada umat islam yang merasa tertindas oleh kebijakan dan juga program kerja partai pendukungnya.
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Partai pendukung jokowi secara terang2an menyatakan perang kepada umat islam dengan menolak perda syariah dalam berbagai bentuk, mereka lupa umat islam adalah umat mayoritas yang menentukan lanjut atau tidaknya kekuasaan. pic.twitter.com/AtwpFnT81y
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Belum lagi para koruptor yang bercokol dalam lingkungan parati pendukungnya sendiri, seperti ketua umum GOLKAR setya novanto, dalam pusaran kasus korupsi E KTP yang rugikan negara sampai 2,5 Trilyun rupiah. pic.twitter.com/DAW0u23hAT
Expand pic
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Kemudian di tangkap pula idrus marhan, ketua Koordinator bidang Kelembagaan Partai Golkar yang menjabat sebagai menteri sosial gantikan khofifah indar parawangsa yang mundur karena ikut pilgub JATIM, dalam pusaran korupsi PLTU Riau 1. nasional.kompas.com/read/2018/08/2…
URL KOMPAS.com 901 Jadi Tersangka KPK, Idrus Juga Mundur dari Kepengurusan Golkar - Kompas.com 'Saya sudah kirimkan surat ke Ketum DPP Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto, intinya, hal yang sama,' ujar Idrus
Revolusi SosMed @revolusisosmed
Belum cukup sampai di situ, penangkapan ketum PPP Romahurmuzy juga semakin memastikan jokowi di kelilingi para maling yang ingin gerogoti uang rakyat dengan berbagai cara dan modus. pic.twitter.com/irZPVs2WYo
Expand pic
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.