0
Teguh Santosa @teguhtimur
Kita bersyukur atas pembebasan Siti Aisah yg sempat dituduh ikut dlm pembunuhan WN Korea Utara di KLIA, 2 tahun lalu. Kasus itu aneh sejak awal. Dubes Korut: Malaysia Lebih Percaya Informasi Pihak Ketiga rmol.co/read/2017/03/1…
URL Rmol.co 12 Dubes Korut: Malaysia Lebih Percaya Informasi Pihak Ketiga HUBUNGAN Repulik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara dengan Malaysia memburuk setelah peristiwa kematian seorang pria warganegara Korea Utara
Teguh Santosa @teguhtimur
Siti Aisah bersama seorang wanita asal Vietnam, Doan Thi Huong, dituduh melakukan pembunuhan. Mereka disebutkan berpura-pura sedang shooting sebuah acara reality show, lalu menghampiri pria itu dari belakang dan mengusapkan sesuatu ke wajahnya.
Teguh Santosa @teguhtimur
Pria itu kemudian terhuyung-huyung, mendatangi petugas bandara, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Teguh Santosa @teguhtimur
Rekaman CCTV yang memperlihatkan dua fragmen tersebut disebarkan dan dikutip berbagai media massa dan sosial media. Disebutkan kemudian bahwa pria yang meninggal itu bernama Kim Jong Nam, saudara tiri Ketua Umum Partai Pekerja Korea, Kim Jong Un.
Teguh Santosa @teguhtimur
Juga disebutkan bahwa Siti Aisah dan Doan Thi Huong membunuhnya dengan cara mengusapkan zat kimia pembunuh VX ke wajahnya atas permintaan pihak lain.
Teguh Santosa @teguhtimur
Peristiwa ini diikuti drama diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Malaysia mengusir Dutabesar Korea Utara, Kang Chol. Dengan terpaksa Kang Chol angkat kaki dari Malaysia tanpa pernah sekalipun melihat jenazah warganegara Korea Utara itu. Dia tidak diberi kesempatan sedetik pun.
Teguh Santosa @teguhtimur
Malaysia juga sempat melarang semua diplomat Korea Utara meninggalkan Malaysia. Sebelum akhirnya melepaskan mereka kembali ke Korea Utara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Korea Utara membalas tindakan itu, mem-persona non grata Dubes Malaysia, Mohamad Nizan Mohamad, dan sempat juga melarang diplomat Malaysia meninggalkan Korea Utara. Mereka baru diperbolehkan pulang ke Malaysia setelah warganegara Korea Utara itu dikembalikan ke Pyongyang.
Teguh Santosa @teguhtimur
Bulan Oktober lalu saat berkunjung ke Pyongyang, saya sempat minta diantar melewati gedung Kedutaan Malaysia yang hanya beberapa blok dari Kedubes RI.
Teguh Santosa @teguhtimur
Gerbang tertutup rapat. Rumput di bagian depan sudah tinggi tidak terawat. Bendera Malaysia masih berkibar dalam keadaan lusuh dan rapuh.
Teguh Santosa @teguhtimur
Hubungan Malaysia dengan Korea Utara sebelum peristiwa itu sebenarnya amat baik. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan hubungan Indonesia dengan Korea Utara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Ilustrasinya begini: warganegara Malaysia sebelum peristiwa itu tidak membutuhkan visa untuk berkunjung ke Korea Utara. Pesawat Air Koryo juga pernah terbang langsung dari Pyongyang ke Kuala Lumpu sebelum akhirnya tutup karena kekurangan penumpang.
Teguh Santosa @teguhtimur
Lalu, bila berkunjung ke Pyongyang, kita bisa dengan mudah menemukan produk-produk Malaysia di hotel kita. Baik sabun dan shampo maupun makanan kemasan dan minuman kaleng.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sementara bagi Indonesia, hanya diplomat saja yang bisa bebas visa ke Korea Utara untuk beberapa waktu yang dibatasi. Demikian juga dengan diplomat Korea Utara yang berkunjung ke Indonesia. Sementara untuk warganegara biasa, sudah pasti memerlukan visa.
Teguh Santosa @teguhtimur
Hubungan Indonesia dan Korea Utara lebih didasarkan pada catatan sejarah bahwa pendiri Korea Utara pernah berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri peringatan satu dasawarsa Konferensi Asia Afrika (KAA). Itu kunjunga yang istimewa, karena Kim Il Sung membawa putranya, Kim Jong Il.
Teguh Santosa @teguhtimur
Hanya dalam kesempatan itulah keduanya, Kim Il Sung dan Kim Jong Il, berpergiaan bersama ke luar negeri.
Teguh Santosa @teguhtimur
Juga dalam kunjungan itu Bung Karno menyerahkan bunga anggrek kepada Kim Il Sung. Kini setiap tanggal 15 April, hari kelahiran Kim Il Sung, pemerintah Korea Utara menggelar pameran Bunga Kim Il Sung secara besar-besaran di seluruh pelosok negeri.
Teguh Santosa @teguhtimur
Setelah peristiwa di KLIA itu, frame tunggal yang ditampilkan hampir semua media berpengaruh di dunia adalah: Kim Jong Un perintahkan pembunuhan saudara tirinya, Kim Jong Nam, yang sejak lama hidup dalam pembuangan.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sejumlah media di tanah air pernah menghubungi saya untuk mendapatkan penjelasan mengenai apa yang terjadi sebenarnya.
Teguh Santosa @teguhtimur
Saya memberikan disclamer, bhw saya tidak tahu apa yg sesungguhnya terjadi di TKP. Saya hanya bisa mendekati kasus itu dari pemahaman umum saya mengenai Korea Utara, karakter politik dan hubungan baiknya dengan sejumlah negara, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Vietnam.
Teguh Santosa @teguhtimur
Saya juga menggunakan pemahaman saya atas ketegangan di Semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur yang dua tahun lalu masih amat tegang. Beda dengan sekarang.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dengan semua perangkat analisa itulah saya berani mengatakan ada tiga teori yang bisa digunakan untuk menjelaskan kasus ini.
Load Remaining (49)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.