Strategi Karnaval Jokowi, Ingin Meraup Dukungan Malah Terjerumus Kesalahan Sendiri

Apakah ini tanda-tanda alam yang memberi sinyal Jokowi akan puasa dari jabatannya. Menarik kita tunggu hasilnya pasca pemilu 17 April 2019.
5713 View 0 comments
2
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Kampanye terbuka Jokowi di Banten (24/3), menggunakan strategi karnaval dan pesta jalanan. Dalam konteks ini saya melihat, Jokowi sudah di ujung tanduk. Basis suara Jokowi sudah buyar sehingga ia harus menggunakan kebisingan agar orang lain meliriknya. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/EZwT6eZGeq
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Dalam konteks ekonomi kreatif, karnaval diadakan untuk mendatangkan devisa dan kunjungan wisatawan. Artinya, karnaval merupakan ajang yang menarik rasa penasaran orang lain untuk melihat apa yang ditampilkan. soal pengunjung kecewa atau tidak, itu ke-2 #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/wMEGmCcBio
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Begitu juga halnya dalam strategi karnaval di dunia politik, kemeriahan digelar untuk dapat menarik perhatian publik. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/MJi2CPNySH
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Agaknya pendapat ini tidak berlebihan. Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terbaru memperlihatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf teringgal 5 persen dari penantangnya Prabowo-Sandiaga. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/JttBWkKBpy
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Hasil survei dari sejumlah lembaga yang tidak jelas sumber pendanaannya rontok gara-gara hasil ini. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Menurut Hermawan Kartajaya, dunia saat ini dikuasai tiga subkultur. Ketiga subkultur teresebut terdiri dari netizen, women (wanita), dan youth (anak muda). Mari kita bedah satu persatu. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/xHMOTeAWRY
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Pada tahun 2014, serangan udara Jokowi sangat masif. Diketahui saat itu Jokowi menggunakan sebuah organ yang bernama Jasmev untuk menjaga saluran media online, baik itu media sosial (FB dan Twitter), serta kanal-kanal media online lainnya. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/QlFXet6ZSr
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Tidak dapat dipungkiri, keberhasilan tim serangan udara Jokowi ini memberikan andil yang besar mengantarkan Jokowi menjadi Presiden RI. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Namun, di Pemilu 2019 kali ini semua kegagahan tim cyber Jokowi tinggal cerita. Pasukan udara Prabowo yang bergerilya siang malam berhasil menguasai media sosial. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/9DrVUnuuZ2
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Dalam polling yang dilakukan program televisi Mata Najwa beberapa bulan lalu, pasangan Prabowo-Sandi unggul di Facebook dan Instagram, sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya unggul di kalangan pengguna Twitter. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Hasil survei dari Media Survei Nasional (Median) juga menunjukkan hal yang sama. Untuk kalangan pengguna Facebook Prabowo-Sandiaga mendapatkan persentase 41,9 persen berbanding 42,4 persen dari Jokowi-Ma'ruf. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Sementara untuk pengguna Twitter Prabowo-Sandi unggul 59,2 melawan 29,5, dan untuk pengguna Instagram pasangan calon nomor urut 02 ini unggul 47,9 persen berbanding 39,1 persen. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Lanjut ke subkultur kedua yaitu women (wanita). Tidak dapat dipungkiri istilah 'emak-emak' yang diusung Prabowo-Sandiaga lebih populer dibanding istilah 'ibu bangsa' yang disebut Jokowi. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/inZ3KWYmcO
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Tidak hanya populer, barisan emak-emak Prabowo-Sandiaga juga dikenal militan dan kerap membuat timses 01 'keki' (mendongkol/kesal). #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Dalam beberapa kesempatan, 'emak-emak' pendukung Prabowo-Sandiaga ini tetap meramaikan acara yang digelar Jokowi dengan balutan bagi sembako. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Namun setelah itu, 'emak-emak' ini dengan santai berswafoto dengan menunjukkan simbol angka dua dengan jari mereka dengan sembako pemberian Jokowi yang masih mereka pegang. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Subkultur terakhir adalah youth (anak muda). Subkultur inilah yang menjadi rebutan paslon nomor urut 01 dan 02. Karnaval dan pesta jalanan adalah salah satu strategi Jokowi-Ma'ruf untuk merebut hati pemilih muda (milenial). #PrabowoMenyapaBaliDanNTB
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Akan tetapi, jika tim paslon 02 bisa meyakinkan pemilih milenial dengan sosok Sandiaga Uno, maka kemenangan telak atas Jokowi sudah di depan mata. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/m1R6ER3ACZ
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Kembali ke karnaval, Jokowi lupa bahwa karnaval itu berasal dari ungkapan dalam bahasa Latin Kuno carne vale yang berarti "selamat tinggal daging", dimana itu menunjukan hari-hari terakhir orang boleh makan daging sebelum berpuasa selama prapaskah. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/Ezv56lwGVW
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Apakah ini tanda-tanda alam yang memberi sinyal Jokowi akan puasa dari jabatannya. Menarik kita tunggu hasilnya pasca pemilu 17 April 2019. #PrabowoMenyapaBaliDanNTB pic.twitter.com/QJgZYZx24I
 Expand pic
 Expand pic
Login and hide ads.