1
#TakeOver# @GheMaX
Kejanggalan Mekanisme Tender dalam Acara Kampanye Terselubung "Apel Kebangsaan"
#TakeOver# @GheMaX
Anggaran untuk Apel Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Tengah dikabarkan menelan dana sebesar Rp 16 Milyar lebih, dan bahkan ada yang menyebutkan mencapai Rp 18 Miliar.
#TakeOver# @GheMaX
Jumlah yang tentunya cukup banyak jika saja digunakan untuk membantu masyarakat miskin atau korban bencana.
#TakeOver# @GheMaX
Tapi mungkin Gubernur ganjar yang kader PDIP ini punya prioritas lain untuk menghambur-hamburkan belasan Miliar Rupiah uang rakyat, demi acara yang hanya berlangsung 6 jam, dan dianggapnya penting untuk “mengharumkan” nama provinsi Jawa Tengah.
#TakeOver# @GheMaX
Padahal di saat yg nyaris bersamaan, masyarakat Papua tengah dilanda musibah banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, dan telah memakan korban 79 orang meninggal, 43 korban belum ditemukan, serta diperkirakan akan terus bertambah.
#TakeOver# @GheMaX
Pemborosan untuk sebuah kampanye terselubung ala ganjar pranowo ini apakah hasil revolusi mental ??
#TakeOver# @GheMaX
Bisa jadi inilah mental bobrok gubernur ganjar, krn apel kebangsaan ini hanya bagian dari pencitraan yg seolah-olah memupuk rasa kebangsaan, namun faktanya adalah brainwash & doktrinasi utk memenangkan calon presiden petahana di Pilpres 2019, dgn menggunakan fasilitas dana APBD.
#TakeOver# @GheMaX
Pengadaan di acara Apel Kebangsaan ini dilakukan secara “Tender Cepat” yang memang diperbolehkan dalam Perpres No 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
#TakeOver# @GheMaX
Perpres (Pasal 38 Ayat 6) menyatakan Tender Cepat bisa dilakukan jika : 1. Spesifikasi teknis/KAK dan volume pekerjaan telah ditentukan secara rinci 2. Pelaku Usaha telah terkualifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SiKAP)
#TakeOver# @GheMaX
Pengadaan Tender Cepat kegiatan apel kebangsaan ini dilakukan pada tanggal 6 Februari 2019, dan sepertinya selesai pada tanggal 25 Februari 2019.
#TakeOver# @GheMaX
Dengan nilai pagu anggaran Rp18.764.420.000 dan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 18.086.390.000
#TakeOver# @GheMaX
Acara dilaksanakan tanggal 17 Maret 2019. Masalahnya adalah bahwa ternyata pemenang tender hanya menyiapkan waktu 19 hari untuk pengadaan berjumlah besar ini, wow mantap sekali.
#TakeOver# @GheMaX
Belum lagi dikurangi waktu untuk persiapan kontrak dan proses administrasi, dan kelengkapan lain-lainnya.
#TakeOver# @GheMaX
Dalam dokumen lpse.jatengprov.go.id/eproc4/lelang ,lelang ini HANYA DIIKUTI oleh 2 PENYEDIA, yaitu PT.Potensido dengan nilai penawaran Rp 16.399.035.000,- dan PT.Royalindo Expoduta dengan nilai penawaran Rp. 16.991.280.000
URL lpse.jatengprov.go.id 7 LPSE Provinsi Jawa Tengah: Cari Paket
#TakeOver# @GheMaX
Sehingga dengan model penawaran harga termurah, maka dinyatakan pemenang lelang adalah PT Potensindo yang beralamat kantor di Ungaran potensindo-organizer.business.site/?hl=id
URL potensindo-organizer.business.site potensindo organizer Event Organizer (EO)
#TakeOver# @GheMaX
Karena pengadaan melalui TENDER CEPAT, maka peserta yang bisa ikut hanya yang sudah terkualifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SiKAP). Evaluasi hanya cukup dengan memasukkan penawaran harga.
#TakeOver# @GheMaX
Selanjutnya evaluasi penawaran harga dilakukan oleh aplikasi, dengan penetapan pemenang berdasarkan harga terendah, dapat menggunakan E-reverse Auction (penawaran bisa dilakukan lebih dari sekali bahkan berkali kali dan diambil harga terendah sebagai pemenang).
#TakeOver# @GheMaX
Namun dalam kasus Apel Kebangsaan ini, ternyata yang terjadi bukanlah E-reverse Auction. Karena masing-masing perusahaan hanya mengajukan penawaran harga sekali saja.
#TakeOver# @GheMaX
Di tahap perencanaan, jika disimak lagi, maka di Sistem Informasi Rencana Umum Anggaran (SIRUP) Pemprov Jateng ditemukan bahwa perencanaan kegiatan ini menggunakan Metode PEMILIHAN TENDER, dan bukan metode TENDER CEPAT. sirup.lkpp.go.id/sirup/home/pen…
#TakeOver# @GheMaX
Telah terjadi perubahan mekanisme dalam proses pengadaan acara Apel Kebangsaan, bahkan sejak dari perencanaan.
#TakeOver# @GheMaX
Karena APEL KEBANGSAAN bukan hanya menggunakan dana sebesar Rp 16,3 Miliar yang disebutkan di atas tadi, tapi ada juga Dana Makan dan Minum Peserta Apel sebesar Rp 6,5 Miliar, dan biaya Sewa Kendaraan sebesar Rp 8 Miliar.
Load Remaining (10)
Login and hide ads.