Ibu MEGA harus UNGKAP siapa PRABOWO sebenarnya !!!!

Jangan sampai dibiarkan isu ini menyandera lawan politiknya dengan kesamaran yg tidak pernah diselesaikannya.
1587 View 0 comments
Add to Favorite
0
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Hoaks dan politik pecah belah menjadi tontonan publik hari ini. Siapakah yang seharusnya bertanggung jawab. Singkatnya, pemerintah dan partai pengusung utamalah yang seharusnya menjadi sorotan. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/Ian7xMjSLf
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Sebagai kader dan partai yang membawa embel-embel demokrasi, seharusnya keberadaban demokrasi menjadi ujung tombak perjuangan. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/JhJK5HcZ32
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Isu Prabowo sebagai personal yang bertanggung jawab atas peristiwa penembakan pada tahun 98 kembali dihidupkan. Isu ini dianggap senjata ampuh untuk mendegradasi elektabilatas Prabowo. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/6U5w47yEiR
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Pada tahun 2014, isu ini sukses mengantarkan petugas partai yang berasal dari PDIP menjadi orang nomor satu di republik ini. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/Ay4nUFDfPd
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Kini di tengah trend petahana yang menurun dan penantang yang merangsek naik, isu ini kembali digulirkan. Apa tujuannya? Tentunya bukan untuk mencari pembuktian, tapi lagi-lagi untuk menjungkal lawan politik. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Jikalah ingin berlaku adil, seharusnya Megawati dan PDIP adalah pihak yang seharusnya bertanggung jawab untuk membuktikan kebenaran kesimpang siuran isu ini. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/glJk6VzBud
 Expand pic
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Alasannya sederhana, karena Megawati adalah Presiden 'satu setengah' pasca reformasi. Kepemimpinan Megawati saat menjadi Presiden RI sangat dekat dengan jarak waktu peristiwa reformasi. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Artinya, sangat memungkinkan bagi Megawati saat itu untuk menuntaskan kasus HAM yang terjadi pada saat reformasi. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Namun apa yang terjadi? Ada persepsi Megawati dan PDIP dengan sengaja memelihara isu ini untuk kepentingan politiknya. asusmsi yang berkembang, PDIP sengaja memelihara ini untuk menyandera lawan politiknya dengan kesamaran yg tidak pernah diselesaikannya. #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Sebuah catatan penting, partai yang mengusung demokrasi sebagai embel-embel partainya, PDIP pernah menggandeng Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Tepatnya pada Pemilu 2009. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Ironinya, tidak satupun kader PDIP saat itu yang berteriak kalau Prabowo adalah pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus HAM yang terjadi saat reformasi. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Begitu juga saat PDIP mendorong Walikota Solo saat itu, Joko Widodo, menjadi rising star Ibu Kota. Lagi-lagi PDIP menjadikan Prabowo sebagai magnet untuk kemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Jika lah PDIP benar besikap di atas semangat demokrasi yang diusungnya, maka Megawati harus membuka suara untuk menjernihkan isu yang sifatnya merugikan seseorang secara personal tersebut. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi
Pengamat Keadilan @Pengamat_Eksis
Jangan sampai karena kepentingan politik kolega-kolega yang diduga sebagai pelanggar HAM yang 'nangkring' di kubu petahana, Megawati menggadaikan spirit demokrasi yang diusung partainya. #17AprilGoodByeJokowi #17AprilGoodByeJokowi pic.twitter.com/u3Ij47ArTn
 Expand pic
Login and hide ads.