3
Story "Peran Rommy Sohib Menteri Pro LGBT Dalam Menentukan Jabatan Nepotisme Di Kemenag" by @E.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi 10090 pv 97
Story "Dengan 'Kewenangan' Yang Dimiliki Menag, Akankah Terseret Dalam Kasus Makelar Jabatan S.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi 2036 pv 59
Peziarah @eae18
Apa yang dipaparkan Prof @mohmahfudmd benar tentang Prof Dr Andi Faisal Bakti. Saya sangat kenal dengan Prof Andi. Sesudah Pilrek UIN Jakarta 2018, saya WA beliau bahwa Anda harusnya yang jadi Rektor UIN Jakarta.
Peziarah @eae18
Tentang UIN Jakarta tadi malam ribut, Prof @mohMahfudmd betul juga. Saya koordinasi dengan beberapa mahasiswa UIN Jakarta dan alumni. Ada Pemilu Raya (Pemira). Semula berangkat dari sikap Rektor UIN Jakarta yang memihak kelompok mahasiswa tertentu karena sentimen organ. twitter.com/eae18/status/1…
Peziarah @eae18
Alhamdulillah, apa yang saya tulis tentang jual beli jabatan di Kemenag dan tentang PMA 68 Tahun 2015, dibenarkan oleh M Yasin dan Prof Mujia Raharjo dan Prof Mahfud MD di ILC. Jadi clear, bukan fitnah, bukan dendam. Saya tak bisa dprovokasi. Saya punya cara sendiri menguar.
Peziarah @eae18
1. Sebagian besar pernyataan Prof @mohmafudmd di ILC benar. Ada satu yang harus diluruskan soal Prof Dr Andi Faisal Bakti harusnya dilantik jadi Rektor UIN Jakarta 2018, tapi tak jadi.Bukan begitu ceritanya. youtube.com/watch?v=ri9hYN… Habak akhir ada tiga kandidat. Begini cerianya:
Expand pic
Peziarah @eae18
2. Kalau tak salah tiga kandidat akhir itu Prof Dr Andi Faisal Bakti, Prof Dr Jamhari, Prof Dr Amany. Prof Andi, S1 IAIN Makasar, S2 dan S3, Univ. McGill Canada. Prof Jamhari, S1 IAIN Jakarta, S2 dan S3, The Australian National University.
Peziarah @eae18
3. Prof Amany, S1 Universitas Al-Azhar, S2 dan S3 UIN Jakarta. Menurut informasi yang saya dengar, tiga nama ini yang masuk ke Menag. Bisa juga salah. Kemungkinan besar Prof Andi skornya paling besar, sehingga dia yang layak jadi Rektor UIN Jakarta
Peziarah @eae18
4. Persoalannya, jika sudah masuk tiga besar, wewenang ada di Menag, tak bergantung skor. Nah di sini permainan dimulai. Siapa yang mengusung di belakangnya. Prof Andi dan Prof Jamhari (HMI, KAHMI), Prof Amanya, S1 di Al Azhar tentu bukan dari PMII tapi didukung Alumni PMII.
Peziarah @eae18
5. Alumni PMII ini tentu berafiliasi ke NU. Tentu NU Kramat. Yang bermain di sini, yang paling vital dari alumni PMII, Prof Munzier Suparta. Kalau di Ciputat meski Anda NU tapi bukan PMII, gak akan dianggap bagian NU oleh Prof Suparta. Pak Jasin menggantikan dia jadi irjen
Peziarah @eae18
6. Kenapa Pak Jasin diganti Pak Suparta? Memang pelik. Pak Jasin diganti karena banyak laporan terkait persoalan domestik, keluarga. Saya pun menerima informasi ini langsung dari bagian keluarga Pak Jasin. Tapi sudahlah. Jangan dibuka soal ini.
Peziarah @eae18
7. Di era Irjen Suparta inilah, permainan menggusur Prof Dr Nasaruddin Umar sebagai Wamen Kemenag dimulai. Dibuka kasus pengadaan Quran waktu Prof Nasar jadi Dirjen Bimas Islam. Meski sama-sama PMII dan NU tapi beda kepentingan.
Peziarah @eae18
8. Menag SDA, Sekjen Bahrul Hayat dan Suparta bermain tuk memberi pemberitaan buruk ke Wamen Nasaruddin Umar. Dimulailah berbagi isu tentang sisi buruk Nasaruddin Umar. Sisi yang mudah ditembak soal pengadaan Alquran.
Peziarah @eae18
9. Saya mengikuti kasus ini. Saya menemani Prof Nasaruddin dan suatu ketika saya antar ke Bang Todung Mulya Lubis. Bang Mulya memberi pandangan secara hukum. Meski Prof Nasar tak terlibat tapi melakukan pembiaran praktik koruptif, bisa dikenakan hukuman.
Peziarah @eae18
10. Dalam perjalanan pulang dari rumah Bang Mulya, saya melihat raut wajah Prof Nasar amat cemas. Saya memberi masukan, insya Allah aman. Pas Pilgub DKI 2017, isu ini dgoreng lagi oleh media. Prof Nasar beri kabar saya. "Gimana Ed, ada berita lagi tentang saya."
Peziarah @eae18
11. Saya beri jawaban A sampai Z. Nah dari sisi ini bisa ditebak kenapa Prof Nasar pada Pilgub DKI 2017, dari penyataan-pernyataannya selalu mendukung Ahok dan sekarang mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
Peziarah @eae18
12. Kembali soal Prof Andi. Dia tak batal dilantik tapi memang Menag memilih Prof Amany, yang didukung alumni PMII CIputat yang dikomandoi Prof Suparta. Prof Amany tak tahu kultur Ciputat. Apa efeknya? Efeknya kemarin. Pas Pemilu Raya (Pemira) di UIN Jakarta.
Peziarah @eae18
13. Prof @mohmahfudmd benar ada demo. Kenapa demo? Karena Rektor UIN Jakarta, Prof Amany menggunakan pemilih melalui e-voting. Sosialiasinya baru Januari. Di sini persoalan dimulai. Prof Amany tentu akan menyelamatkan gerbong PMII, sebagai organ yang mendukung dia jadi rektor.
Peziarah @eae18
14. Pemaksaan e-voting dipilih karena mudah mengatur vote melalui admin utama atau hack. Faktanya banyak mahasiswa yang ingin mem-vote, ternyata sudah auto vote ke calon yang tidak diinginkan. Rektor terlalu memaksakan kehendak satu kelompok. Ini demo mahasiswa UIN Jkt semalam. pic.twitter.com/yzzYWI8lrE
Expand pic
Expand pic
Peziarah @eae18
15. Yang menarik ada tulisan di spanduk “KPK Tolong Kesini.” @KPK_RI . Kenapa mahasiswa menuliskan soal KPK. Karena memang persoalan politik dagang sapi di pemilihan rektor UIN Jakarta sangat kentara. Ini akibat PMA 68/2015. Efeknya ke berbagai kehidupan kampus sangat terasa.
Peziarah @eae18
16. Di sinilah kecerobohan Lukman memaksakan PMA 68/2015 demi syahwat politiknya. Apa yang dipaparkan Prof Dr Mudjia Rahardjo di ILC semalam, adalah fakta otentik. Saya pernah bertemu Prof Mujia di Sulawesi di rumahnya Pak Mohsen, salah satu Direktur Kemenag Pusat.
Peziarah @eae18
17. Kasus Prof Mujia sebangun dengan Prof Andi ketika memenangkan pemiihan Rektor UIN Alaudin Makasar tapi digagalkan Menag Lukman. Aneh bin ajaib. Sila cek beritanya "Menag Instruksikan Pemilihan Ulang Rektor UIN Makassar" beritasatu.com/kesra/267198-m…. Lukman kamu aaaaaaattttt sekali
URL beritasatu.com Menag Instruksikan Pemilihan Ulang Rektor UIN Makassar Pasca-pemilihan rektor suasana makin memanas, pamflet dan spanduk bermunculan di dalam kampus.
Load Remaining (24)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.