0
#99 @PartaiSocmed
JEBAKAN BATMAN DIBALIK JANJI MANIS PRABOWO MENYERAHKAN SAHAM PERUSAHAANNYA PADA NEGARA pic.twitter.com/DPboPr5KMV
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kultwit kami kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur pada janji Prabowo yg akan menyerahkan saham perusahaannya yg menguasai ratusan ribu hektar jika dia terpilih sebagai Presiden RI. Sebab janji tersebut adalah jebakan batman! twitter.com/detikcom/statu…
#99 @PartaiSocmed
Sebelumnya kami ralat dulu pernyataan Prabowo, bahwa lahan ratusan ribu hektar yg dikuasainya itu statusnya bukan HGU tapi HTI. Prabowo ini memang contoh calon pemimpin yg tidak menguasai detail. Bahkan status tanahnya saja dia tidak tahu, bagaimana mau ngurus negara? pic.twitter.com/AUNiIL2BxS
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Persoalan yg dialami Prabowo dengan PT Kiani Kertasnya berawal dari ketidaksukaan Prabowo pada detail. Masalah yg kelihatannya sepele ini terbukti berdampak blunder luar biasa bagi Prabowo di kemudian hari.
#99 @PartaiSocmed
Saat membeli PT Kiani Kertas yg memiliki konsesi ratusan ribu hektar hutan itu rupanya Prabowo tidak mempelajari secara seksama antata kebutuhan bahan baku dan ketersediaannya. Dipikirnya dia sedang membeli aset, ternyata yg dibeli adalah liabilitas.
#99 @PartaiSocmed
Sejak tahun 1998, berdasarkan Letter of Intent antara Pemerintah Indonesia dgn IMF banyak perusahaan kayu di Kalimantan terpaksa mengeksport kayu mentah untuk memperoleh devisa. Sebagai akibatnya banyak perusahaan pengolahan kayu mengalami kesulitan bahan baku.
#99 @PartaiSocmed
Pada tahun 2000, Seluruh perusahaan kayu di Kalimantan Timur yang dulu kaya akan hutan kayu, terjerat dalam kesulitan besar karena hutan habis! Banyak perusahaan tidak mendapat persediaan bahan baku lagi.
#99 @PartaiSocmed
Rupanya sejak awal perusahaan yg didirikan oleh Bob Hasan tidak menghitung bahwa dalam jangka panjang Kalimantan tidak akan mencukupi kebutuhan kayu sesuai kapasitas produksinya (525.000 ton bubur kertas per tahun dan 200.000 MDF)
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya, Kiani Kertas yang baru 3 tahun sebelumnya secara resmi dibuka oleh Presiden Suharto, pada tahun 2000 tidak memiliki cukup kayu untuk produksinya. Karena tidak adanya persediaan KK harus mengimport kayu dari Australia demi memenuhi kebutuhan harian sebanyak 5.000 m³
#99 @PartaiSocmed
Namun mengimport bahan baku kayu tentu tak semurah dan semudah mengambil dari lahan konsesi sendiri. Akibatnya Kiani Kertas mulai mengalami penurunan produksi.
#99 @PartaiSocmed
Pada tahun 2000 Kiani Kertas hanya memproduksi selulosa setengah kapasitas produksinya (266.880 ton), pada tahun 2001 produksinya turun lagi jadi 179.425 ton, dan tahun 2002 lebih sedikit lagi yaitu 148.397 ton
#99 @PartaiSocmed
Dalam kondisi seperti inilah Prabowo membeli PT Kiani Kertas dari BPPN dengan menggunakan kredit dari Bank Mandiri. Ketidaksukaan Prabowo pada detail membuat dia melihat kotoran sebagai emas.
#99 @PartaiSocmed
Benar saja, Baru saja Prabowo Subianto menguasai P.T. Kiani Kertas, dia harus menghentikan produksi selama 6 bulan pada tahun 2004. Karyawan mulai tidak menerima gaji dan utang di Bank Mandiri macet.
#99 @PartaiSocmed
Kondisi keuangan PT Kiani Kertas terus berlarut2 hingga saat ini meski akhirnya Prabowo melunasi utangnya di Mandiri karena jadi kasus hukum. Namun perusahaan terus menerus merugi dan gaji karyawan tak terbayarkan.
#99 @PartaiSocmed
Semua ini karena Prabowo tidak menguasai detail. Dia tidak tahu bahwa hutan2 di Kalimantan sudah habis. Bahan baku kayu sudah tidak mencukupi untuk menunjang kapasitas produksi PT Kiani Kertas.
#99 @PartaiSocmed
Tak ada solusi lain bagi Prabowo selain menyerahkan beban di pundaknya kepada negara lalu cuci tangan. Sebelumnya Aburizal Bakrie dengan Lapindo-nya telah berhasil melepaskan tanggung jawab dengan menyerahkan beban pada negara. Model inilah yg ingin ditiru oleh Prabowo.
#99 @PartaiSocmed
Cara2 cuci tangan melepas beban perusahaan kepada negara seperti itu hanya bisa terjadi lewat kekuatan politik. Ketika kasus Lapindo dulu Aburizal Bakrie adalah Ketum Golkar yg juga bagian dari koalisi pemerintahan SBY. Maka cara serupa hanya bisa ditiru jika Prabowo berkuasa
#99 @PartaiSocmed
Lalu apa dampaknya jika 'janji patriotis' Prabowo menyerahkan saham perusahaannya itu terlaksana? Perusahaan2 Prabowo itu adlh perusahaan2 yg merugi dan sulit menjadi untung karena hutan sudah habis, serta banyak utang. Maka jika diserahkan yg untung Prabowo tapi negara buntung
#99 @PartaiSocmed
Mungkin ini pula sebabnya mengapa nasib 1.400 karyawan dijanjikan dibahas setelah pilpres. Sebab niatnya memang ingin menyerahkan beban pada negara jika terpilih nanti. Belum jadi presiden saja niatnya sudah membebani negara. Betapa patriot dan nasionalisnya! pic.twitter.com/6Y9KI8b6Pw
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dibalik janji manis Prabowo ini ternyata ada niat busuk cuci tangan, lepas dari tanggung jawab dengan mengorbankan negara. Para pembayar pajak nantinya yg akan melunasi utang2 dan kewajiban Prabowo pada karyawan. twitter.com/detikcom/statu…
#99 @PartaiSocmed
Sebab dengan menyerahkan kepemilikan saham perusahaan yg merugi dan banyak utang pada negara sama saja dia menyerahkan semua kewajiban pembayaran utang dan kewajiban lainnya pada negara. Penak jamanku toh?
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Waspadalah.. Waspadalaah.. Waspadalaaah.. Laah.. Lah.. Lah..

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.