1
ᬧᬲᬾᬓ᭄ᬢᭀᬄᬧᬢᬶ @pasektohpati
Predator Anak, Kepala Pesantren Al Ikhwan Resmi Tersangka Kasus S0DOMI Puluhan Santri Mencoreng arang ke muka sendiri. medan.tribunnews.com/2019/03/13/pre…

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kasus tindak pidana asusila mencoreng instansi pendidikan berbasis agama, di Pondok Pesantren Modren di Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Oknum kepala pesantren resmi ditahan dan ditangkap oleh Polres Langkat atas laporan dugaan sodomi kepada belasan santri.

Kapolres Langkat, AKBP Dody Hermawan membenarkan bahwa oknum pengajar Pesantren Al Ikhwan Desa Serapuh, Dedi Suwandi, M. Pdi (40) sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap belasan santri laki-laki.

Saat ini 14 santri diduga menjadi korban, dan tidak menutup kemungkinan ada korban lain.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juriadi kepada Tribun Medan mengatakan bahwa Dedi Suwandi berstatus Pegawai Negeri Sipil. Selain tenaga pengajar, Dedi Suwandi juga menjabat sebagai Ketua Pesantren.

"Dia sudah diamankan, yang terdata kami korbannya sudah 14 santri, yang lapor satu orang sudah mewakili. Dia Ketua Pesantrennya," kata AKP Juriadi, Rabu (13/3/2019)

Kasus asusila terhadap belasan santri yang masih di bawah umur ini terungkap setelah
Selasa (12/3/2019) sekira pukul 00.20 WIB pelaku ditahan Polres Langkat.

Dedi Suwandi warga Dusun II Serapuh ABC Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat ini tak menampik sehubungan dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah yang merupakan murid-muridnya.

"Pelaku mengaku tindak pidananya sejak sekitar bulan April 2018 sampai dengan Maret 2019. Ada 14 yang diduga jadi korban, hasil pemeriksaam dua orang telah disodomi, lainnya masih dicabuli pengakuannya," kata Juriadi.

sumber: medan.tribunews.com

Pengakuan korban, MFR di Polres Langkat mengatakan pada bulan Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB pergi ke kemar mandi. Saat itu pelaku memanggilnya dan mengajak ke rumah kosong.

Katanya ayok ke belakang rumah kosong, nanti kubuka pintuny, lalu setelah tiba di rumah kosong, saya dan dia sempat bercerita-cerita dan bertanya kepada saya siapa saja santri yang merokok di pesantren, dan akhirnya saya pun memberitahukan hal tersebut kepada pelaku. Setelah itu pelaku meraba kedua betis hingga ke paha saya dan ia berkata bahwa ia ingin melihat bulu saya," katanya.

Setelah itu pelaku memaksa korban onani hingga orgasme bersama dengan kondisi membuka baju dan celana. Usai orgasme bersama, pelaku mengancam korban agar tidak membicarakan kejadian kepada siapa pun.

"Setelah itu dia bilang yaudah sana pigi, kalau mau mandi ya mandi. Tapi ini jangan bilang sama siapa-siapa ya, janji cuma kita berdua aja yang tau. Lalu setelah itu saya langsung pergi meninggalkan rumah kosong tersebut," ungkapnya.

Korban lainnya, MRI, mengaku pada bulan Desember 2018 sekira pukul 21.30 WIB, pelaku membangunkannya yang sedang tidur. Setelah itu pelaku mengajak ke ruang kosong

Setiba di ruangan kosong, MRI dan pelaku duduk-duduk bercerita. Pada sata itu pelaku bertanya kepada MRI siapa saja santri yang bermasalah. Pelaku menanyakan soal kondisi kesehatan alat kelamin MRI.

"Dia nanya alat kelaminmu ada penyakitnya gak? lalu Saya menjawab tidak ada ustaz. Lalu setelah itu di bilang, yaudah kalau tidak ada, sini biar saya lihat. Saya bilang mana boleh kayak gitu ustaz, dia bilang sudah gapapa, sini saya lihat dulu ada atau tidak penyakitnya," kata MRI.

Lalu setelah itu pelaku memukul pundak kiri MRI sebanyak dua kali. Setelah itu pelaku langsung membuka sarung MRI dan menurunkan celana korban hingga ke paha. Pelaku lalu onani lebih kurang lima.

"Habis itu dibilangnya yaudah sana pigi, kalau mau mandi ya mandi. Tapi ini jangan bilang sama siapa-iapa ya, janji cuma kita berdua aja yang tau”. Lalu setelah itu saya langsung pergi meninggalkan rumah kosong tersebut," ungkapnya.

Korban lain, AFD mengaku hal serupa nyaris dialaminya. Namun, AFD melalukan perlawanan karena merasa tak nyaman dan dilecehkan.

"Apanya yang ustad buat ini, turunlah harga diri saya kalau ustad giniin. Lalu setelah itu dia berkata yaudah pergilah, tapi jangan bilang siapa-siapa ya, cuma kita dua yang boleh tahu," katanya

Kejahatan asusila yang terselubung di area pesantren terbongkar setelah orang tua korban (SA) didatangi orang tua murid lainnya, Azwin Bakar untum menceritakan apa yang dialami anaknya. Dari sini, terkuak korban sudah puluhan orang.

Mendapat informasi ini, orang tua SA bersama Azwin Bakar menjumpai dan mengumpulkan anak-anak yang diduga menjadi korban di Balai Desa Serapuh ABC. Akhirnya, belasan santri buka suara telah dicabuli di tempat yang berbeda oleh Dedi Suwandi dengan berbagai cara.

"Setelah cukup bukti dan kesaksian, akhirnya Dedi Suwandi PNS sekaligus Ketua Yayasan Pesantren ini dilaporkan ke Polres Langkat. Pelaku biasa beraksi sore atau malam hari di berbagai lokasi berbeda. Dari 14 diduga korban, ada dua orang terbukti telah disodomi. Gak menutup kemungkinan ada korban lain," pungkas AKP Juriadi.

Diberitakan sebelumnya, kelakuan oknum ustaz Pesantren Al Ikhwan Serapuh yang berperilaku seks menyimpang DS (40) menuai protes keras para santri.

Puluhan santri kabur dari pesantren, lantaran tak mau terus menjadi korban pelecehan seksual dan disodomi.

Puluhan santri Pondok Pesantren Al-Ikhwan, melarikan diri dari asramanya pada Selasa malam sejak waktu Magrib hingga Rabu dini hari (13/3/2019).

Beberapa santri, menghubungi orang tua masing-masing untuk mengadu dan meminta pertolongan atas siksaan pelecehan seksual yang dilakukan DS selaku Ketua Pesantren Al Ikhwan.

Keriuhan para santri yang kabur sontak mengundang keramaian ratusan warga sekitar, tepatnya di kantor desa.

Selanjutnya, para santri dan walinya yang telah datang ke lokasi bersama aparat desa dikawal aparat kepolisian Padang Tualang untuk mendatangi Pondok Pesantren mencari pelaku.

Massa yang datang ke pesantren geram, hingga nyaris membakar bangunan pesantren yang memiliki tingkat Pendidikan SMP dan SMA lantaran kecewa tidak menemukan pelaku di lokasi.

"Sudah banyak kali santri yang mendapat pelecehan seksual dia itu. Ada yang dipegang-pegang (dionani), mulutnya dikulum, bahkan ada juga teman saya, yang duburnya telah dimasuki kemaluanya (disodomi)," ungkap santri Al Ikhwan.

Modus yang dilancarkan pelaku, mengajak santri ke ruang kosong atau ke rumah kosng yang ada di pesantren.

Ketika sudah berduaan, santri diajak berbincang-bincang soal seks hingga diajak nonton video porno. Pelaku biasanya menepuk-tepuk dan mengelus-elus tubuh santrinya sebelum mencabuli hingga menyodomi.

"Habis ditepuk-tepuk dan dielus bisa kehilangan ingatan sampai tidak sadar, seperti dihipnotis. Saat itulah, pelaku membuka pakaian kami dan membuka pakaiannya sendiri sampai bugil beraksi," ungkap santri.

Selanjutnya, FM santri di Ponpes Al Ikhwan selaku teman korban menceritakan, bahwa aksi melarikan diri sudah lama direncanakan.

Aksi kabur baru terlaksan Selasa malam hari setelah momen dirasa pas, dan kelakuan DS semakin menjadi-jadi.

"Kami udah gak tahan puluhan teman kami jadi korban seks menyimpang makanya kami melakukan aksi ini. Sebelumnya kami sudah pernah melaporkan kepada guru lainnya, namun tidak ada respons," tukas FM.

Lanjut FM, rencana kabur berjamaah sempat diketahui oleh pelaku. Pelaku sempat mengupulkan 50 orang santri tingkat Aliyah. Dia curiga karena kami sering rapat di kamar, beberapa lokasi lain, dan kami pun asal ketemu dia sudah sinis.

"Pelaku mengupulkan santri Aliyah. Dia ngomong, kenapa kalian semuanya menuduh saya homo, memandang saya hina. Di situ ada teman kami menimpali, kemaluan dia kenapa dipegang, apakah itu bukan homo namanya, perbuatan ustaz akan kami bawa ke jalur hukum, kami tidak terima,"ujarnya.

Kata FM, saat dikumpulkan, pelaku mengakui kebenaran dirinya berperilaku seks menyimpang (homo seks), dan meminta maaf, sambil mencoba meredamkan emosi para santri. Pelaku mohon agar kelakuan bejadnya tidak dilaporkan ke pihak luar pesantren atau ke ranah hukum.

"Benar saya melakukan pelecehan seksual, tapi apa tidak ada lagi rasa kasihan kalian kepada saya, tidak ada lagi kalian pandang sifat baik saya," sebut FM, menirukan perkataan DS.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juriadi kepada Tribun Medan mengatakan bahwa DS berstatus Pegawai Negeri Sipil. Selain tenaga pengajar, DS juga menjabat sebagai Ketua Pesantren.

"Dia sudah diamankan, yang terdata kami korbannya sudah 14 santri, yang lapor satu orang sudah mewakili. Dia Ketua Pesantrennya," kata AKP Juriadi, Rabu (13/3/2019)

Kasus asusila terhadap belasan santri yang masih di bawah umur ini terungkap setelah
Selasa (12/3/2019) sekira pukul 00.20 WIB pelaku ditahan Polres Langkat.

DS warga Dusun II Serapuh ABC Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat ini tak menampik sehubungan dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah yang merupakan murid-muridnya.

"Pelaku mengaku tindak pidananya sejak sekitar bulan April 2018 sampai dengan Maret 2019. Ada 14 yang diduga jadi korban, hasil pemeriksaam dua orang telah disodomi, lainnya masih dicabuli pengakuannya," kata Juriadi.

sumber: medan.tribunnews.com

ꦤꦶꦠ @nithasist
@pasektohpati Hmmm.. Liat wajah nya.....................
ꦤꦶꦠ @nithasist
@pasektohpati Iya stampel jidat hitam... Prilaku bejat
ᬧᬲᬾᬓ᭄ᬢᭀᬄᬧᬢᬶ @pasektohpati
@nit4sist Harus cerdas,,,, yg nampak blm tentu mencerminkan fakta yg sebenarnya.
ꦤꦶꦠ @nithasist
@StefanoHarmoni @pasektohpati Nafsu bejat sudah diubun2 pantat sapi di bedaki pasti di embat juga...
ꦤꦶꦠ @nithasist
@pasektohpati Kembali ke laptop bli... Sudah muak dgn fenomena ini...
#FPIadalahPDIP#MahfudMDKaderBangsa @StefanoHarmoni
@nit4sist @pasektohpati waduh gw angkat tangan dah soal eni. orienstasi sexual nye gmn dulu tuh orang.
ꦤꦶꦠ @nithasist
@StefanoHarmoni @pasektohpati Bagaimana tidak seperti itu wong perempuan saja bercadar
#FPIadalahPDIP#MahfudMDKaderBangsa @StefanoHarmoni
@nit4sist @pasektohpati liatnye emang rada ribet jadinye. kudunye die paham dirinye bukan malah exploitasi badaniahnye. sekarang semuanye jadi berantakan.
#FPIadalahPDIP#MahfudMDKaderBangsa @StefanoHarmoni
@nit4sist @pasektohpati gw rasa udah saatnye di buka ke publik bagaimana ada orientasi sexual diluar yang alami cewe ke cowok. dari situ masyarakat bisa ngeliat fakta nyang ada. gak bisa dipaksain orang nyang orientasi nye beda di buat balik ke alami.
ꦤꦶꦠ @nithasist
@StefanoHarmoni @pasektohpati Coba tanyakan sama bli @Jelantik5 maupun bli @pasektohpati bagaimana masyarakat Bali...
ꦤꦶꦠ @nithasist
@Jelantik5 @StefanoHarmoni @pasektohpati Di bali cewek pakai kebaya transparan dan tari tradisional... Tidak ada sampai pelecehan sex
#FPIadalahPDIP#MahfudMDKaderBangsa @StefanoHarmoni
@nit4sist @pasektohpati @Jelantik5 Gw selalu mikir gini. baek normal atawa beda orientasinye, idup didunia pasti selalu banyak tantangannye. jadi jgn nambah susah diri sendiri baik normal atawa tidak, palagi ampe bikin kasus diatas. kagak bisa bisa ngontrol badan ye begitu dah kejadianye.
Load Remaining (38)
Login and hide ads.