2
Brii.. @BriiStory
Hai.. Kita mulai serial yang baru ya, tentang pengalaman Mas Yono dkk ketika bekerja sebagai sekuriti di salah satu gedung di Jakarta. Hmmm, gw pernah kerja di gedung ini, memang seram beneran. Yuk mulai.. *Ingat, jangan baca sendirian.* #memetwit @InfoMemeTwit pic.twitter.com/IJclXJGCql
 Expand pic
Brii.. @BriiStory
~Yono, Jam satu lewat tengah malam.~ 23.. 22.. 21.. 20... 19... 18... Lift berhenti bergerak.. "Ting.." Pintu lift terbuka dengan sendirinya di lantai 18, padahal aku gak menekan tombolnya tadi.
Brii.. @BriiStory
Gelap, lantai 18 ini sangat gelap, penerangan hanya bersumber dari cahaya lampu dari dalam lift yang isinya hanya ada aku sendirian.
Brii.. @BriiStory
Sangat berat kaki untuk melangkah, kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu membuatku berpikir seribu kali untuk melongokkan kepala sekadar untuk melihat keadaan.
Brii.. @BriiStory
Pintu lift tetap dalam keadaan terbuka. Dari tempatku berdiri, aku menjulurkan tangan semaksimal mungkin meraih tombol untuk menutupnya. Tombol berhasil kujangkau, lalu ku tekan beberapa kali, namun lift tetap saja gak mau menutup.
Brii.. @BriiStory
Aku mendekat ke pintu, mencoba sekali lagi menekan tombol penutup, ku tekan beberapa kali. pic.twitter.com/yimBLQuHVg
 Expand pic
Brii.. @BriiStory
Gak ada pergerakan dari pintu, tetap dalam keadaan terbuka. "Apa rusak lift ini?" Dalam kesendirian itu, aku bergumam dalam hati. "Dug..dug..dug..dug.." Tiba-tiba terdengar suara langkah bersepatu, suara langkah kaki bersepatu yang berjalan di atas lantai berlapis karpet.
Brii.. @BriiStory
Aku maju dua langkah, kemudian melongokkan kepala ke luar lift. Menengok ke kiri.. Ke kanan.. Dalam gelap, aku gak melihat apa-apa, hanya lantai kosong dengan beberapa ruangan yang tertutup pintunya.
Brii.. @BriiStory
"Dug..dug..dug..dug.." Suara sepatu itu terdengar lagi, kali ini lebih jelas, lebih dekat. Seperti ada orang yang berjalan mendekat ke arah lift, ke arah tempatku berdiri.
Brii.. @BriiStory
Aku merinding, lalu mundur beberapa langkah untuk kembali masuk ke dalam lift. Langsung ku tekan kembali tombol penutup. Sukurlah, lift akhirnya tertutup. Kemudian bergerak turun.. Sambil menunduk, aku menghela napas panjang.
Brii.. @BriiStory
"Gak ada apa-apa, aman, alhamdulillah.." Begitu ucapku dalam hati. Namun, sekonyong-konyong hidungku mencium sesuatu. Wangi parfum pria tiba-tiba semerbak tercium di dalam lift. Aku langsung menengadahkan wajah dari posisi menunduk. Posisiku dekat dan menghadap pintu,
Brii.. @BriiStory
Aku terdiam, badanku lemas sekujur-kujur, merinding ketakutan.. Dari pantulan cermin di pintu lift, aku melihat ada seseorang yang sedang berdiri tepat di belakangku.. Ternyata aku gak sendirian.. pic.twitter.com/jL0YhZKCvQ
 Expand pic
Brii.. @BriiStory
Seorang laki-lagi dengan tinggi badan nyaris sama denganku, berkemeja biru muda, dasi dan celana hitam. Dia menunduk, gak menampakkan wajahnya.
Brii.. @BriiStory
Kapan dia masuk kedalam lift? Sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab, karena sejak dari basement hingga ke lantai paling atas tadi aku patroli sendirian, benar-benar sendirian. Sampai ketika harus turun kembali, aku tetap sendirian.
Brii.. @BriiStory
Gedung seharusnya sudah dalam keadaan kosong.
Brii.. @BriiStory
Aku hanya diam, gak berani menyapa atau pun mengajaknya berbicara. Wangi parfum tubuhnya terus saja menyeruak memenuhi seisi lift, membuat lidah ini semakin kelu. Gerakan lift yang menuju basement terasa sangat lambat. Tiba-tiba dia mengangkat wajahnya,
Brii.. @BriiStory
Wajah pucat dengan lingkar hitam tipis di sekeliling dua matanya. "Saya turun di lantai tiga ya Pak." Suara pelan keluar dari mulutnya. Tanpa basa-basi aku langsung menekan tombol lantai tiga. Tubuhku gemetar ketakutan, siapa orang ini? Mau apa ke lantai tiga?
Brii.. @BriiStory
Beberapa puluh detik yang cukup lama, sampai akhirnya pintu lift terbuka di lantai tiga. "Permisi pak.., terima kasih" Aku langsung bergeser ke kiri merapat ke dinding lift, membiarkannya berjalan keluar.
Brii.. @BriiStory
Langkahnya sangat pelan, seperti orang yang sedang merasakan sakit di sekujur tubuh. Seperti lantai yang lainnya, lantai tiga juga sangat gelap kondisinya, hanya lampu dari dalam lift yang menjadi sumber penerangan.
Brii.. @BriiStory
Lelaki itu berjalan ke luar dan melangkah ke arah kiri, sementara aku hanya memperhatikannya tanpa berani melongokkan kepala untuk melihat ke mana dia akan berjalan. Gak mau tahu..!
Brii.. @BriiStory
Dengan cepat aku menekan tombol menutup lift, aku tekan dengan keras dan berulang-ulang, dengan harapan pintu segera tertutup Gak, ternyata gak segampang itu..
Brii.. @BriiStory
Pintu lift tetap terbuka selama beberapa puluh detik, aku tetap bersandar di sisi kiri sambil terus menekan tombol, gak berani melongok ke luar.
Brii.. @BriiStory
"Dug..dug..dug..dug.." Tiba-tiba langkah itu terdengar lagi, langkah yang mendekati lift. Aku ketakutan, sambil terus menekan tombol penutup berulang-ulang. Aku panik.
Brii.. @BriiStory
Sukurlah, pintu lift akhirnya menutup, kemudian bergerak ke bawah. Aku terduduk lemas, masih ketakutan.
Load Remaining (78)
Login and hide ads.