Add to Favorite
0
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bang Juki akan mengajak Javanica kali ini untuk berziarah ke Pesareyan Adipati Onje II yang berada di Desa Onje serta merupakan salah satu desa tua yang memiliki Babad Cerita Sejarah, lokasinya berada di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pic.twitter.com/oekCf0RFYi
 Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Wilayah Desa Onje terletak pada jalur lalu lintas arah Purbalingga – Bobotsari yang juga terbelah dengan beberapa sungai serta kedung-kedung yang airnya tenang, pada masa lampau desa ini adalah hutan belantara dengan pemandangan yang sangat mempesona
The Lost Book @kisahtanahjawa
Adipati Onje II (Raden Anyakra Pati), beliau adalah putra dari Raja Kerajaan Pajang, Sultan Hadiwijaya atau Mas Karebet (Joko Tingkir), yang terlahir dari ibu selir, Nyai Ayu Kencana Wungu (Putri dari Adipati Menoreh).
The Lost Book @kisahtanahjawa
Raden Anyakra Pati menjadi Adipati Onje II, pada kurun waktu tahun 1589-1591, setelah beliau menggangtikan Ki Tepus Rumput yang sebelumnya sebagai Adipati Onje I atau lebih dikenal dengan sebutan Adipati Ore Ore
The Lost Book @kisahtanahjawa
Ketika berada dibawah kepemimpinan Adipati Onje II, Kadipaten Onje menjadi salah satu kadipaten yang kekuasaannya cukup luas serta sangat disegani
The Lost Book @kisahtanahjawa
Alkisah cerita Adipati Onje II dahulunya beristri dua yang sejalan dengan itu, kedua istrinya kerap kali bertengkar dan membuat Adipati Onje II kesal, keadaan ini membuat beliau semakin pusing sebab bersamaan dengan memikirkan kemelud besar yang menimpa rakyatnya pada saat itu
The Lost Book @kisahtanahjawa
Karena semakin pusing dan gelap mata (beliau juga malu dengan bawahannya, sebab tidak bisa mengurus istrinya), saat kedua istrinya bertengkar lagi, Adipati Onje lantas memenggal istri pertamanya dan saat istri keduanya meminta ampun, kemudian turut dibunuh
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pesan moral yang bang Juki peroleh saat berziarah, Beliau berpesan "ngerr, mbesok ojo duwe bojo luweh seko siji, yen siro ora iso laku adil", jika tidak dapat berperilaku adil, maka janganlah beristri dua atau melakukan poligami, sungguh sebuah pesan yang akan selalu diingat
Login and hide ads.