"Kesaksian Aktifis 98 Soal Penembakan Mahasiswa Trisakti & Penjahat HAM Sesungguhnya" by @RevolusiSosmed

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
2
Jaksel STW @stwjaksel

Kesaksian Aktivis 98 soal Penembakan 4 Mahasiswa trisaksi di semanggi.

14/03/2019 09:21:05 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Otak intelektual di balik kerusuhan 12 Mei 1998 yang terjadi di Universitas Trisakti masih menyisakan tanda tanya besar. Banyak pihak menunggu tanggung jawab negara, agar hal tersebut segera dituntaskan.

14/03/2019 09:23:08 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Salah satunya adalah Jualinto Hendro Cahyono, Ketua Paguyuban Persaudaraan Trisakti (Paperti) 1998 yang sebelumnya merupakan Ketua Senat Universitas Trisakti periode 1997-1998.

14/03/2019 09:24:57 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Sebagai saksi sejarah yang hadir langsung di tengah kerusuhan saat itu, Hendro menduga, pihak yang memberikan perintah untuk menembak ribuan mahasiswa Trisakti adalah aktor yang memiliki pangkat tinggi di militer, saat itu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

14/03/2019 09:28:51 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Waktu itu memang yang menembaki di depan Trisakti adalah polisi, ada dari Polda Metro Jaya dan ada juga dari Brimob.

14/03/2019 09:33:01 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Masalah perintah dari siapa itu yang mau gue cari tahu, karena perintah itu pasti datang dari bintang empat, gak mungkin dari letnan, kopral, apalagi sersan.

14/03/2019 09:37:07 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Di tambah lagi waktu itu penembakan gak berhenti dari jam 17.00 WIB sampai 21.00 WIB

14/03/2019 09:39:46 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Timur Pradopo menangis bak anak kecil.

14/03/2019 09:43:16 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Timur Pradopo. Waktu kerusuhan, dia menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat. Timur menjadi aktor yang memberi peringatan kepada Hendro saat 15 ribu mahasiswa Trisakti tertahan oleh barikade kepolisian, sebelum tiba di Gedung DPR/MPR.

14/03/2019 09:45:11 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

“Jadi waktu itu massa berangkat dari jam 10 ingin longmarch ke DPR dan tertahan sampai jam 5 sore. Kita terus nego ke Pak Timor, karena ini menjadi sejarah bagi Trisakti. Pak Timur ingetin saya, kalau sampai 17.30 kalian belum bubar, saya ringsek ini semua,” cerita Hendro.

14/03/2019 09:47:18 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Selaku petugas keamanan yang mengawasi Trisakti kala itu, Timur turut dipanggil Pansus untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

14/03/2019 09:49:19 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

“Dengan sedih dia memeluk saya. Ya gue blg aja, ini bkn masalah saya sama Bpk, ini masalah pelurusan sejarah bangsa. Saya gak mikir bagaimana karir Bpk di polisi, Bpk tinggal sebutin siapa yang memerintahkan. ujung-ujungnya dia membersihkan mukanya, lalu diam,” kata hendro.

14/03/2019 09:52:56 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Memasuki 2003, ketika Wiranto mengutarakan keinginannya untuk mendirikan sebuah partai politik, Hendro menjadi tokoh yang turut dipanggil ke rumahnya yang berlokasi di Bambu Apus, Jakarta Timur.

14/03/2019 09:54:59 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Aktivis 1998 itu ditawari bergabung dengan partai yang dikenal dengan nama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

14/03/2019 09:57:26 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

“Waktu itu jam tujuh pagi, saya dipanggil mendengar rencana Wiranto yang katanya ingin jadi presiden.

14/03/2019 10:00:24 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Saat itu saya katakan, 'Sebelum itu, saya ingin tahu dulu Pak, siapa dalang yang nembak-nembakin teman saya ketika kerusuhan? Karena ini tanggung jawab dunia-akhirat saya',” tanya Hendro kepada Wiranto.

14/03/2019 10:02:36 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Tiba-tiba langsung serius Pak Wiranto. Dia bilang ‘Dek Hendro, kalau hari ini saya buka di sini, saya tidak akan jadi presiden. Karena musuh-musuh politik saya akan memanfaatkannya’. Ya sudah karena seperti itu akhirnya saya tidak bergabung dengan partainya.

14/03/2019 10:05:21 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Dari pernyataan wiranto itu kalian pasti paham, dia tahu siapa pelakunya , apakah dalang penembakan kepada empat mahasiswa Trisakti akan terungkap ?

14/03/2019 10:08:02 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Pengungkapan bisa berawal dari kapolres jakarta barat, Timur pradopo, kemudian mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Noegroho Djajoesman, mantan kapolri Letnan Jenderal (Pol) Dibyo Widodo ( alm ).

14/03/2019 10:13:56 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Seperti yg di katakan hendro, tidak mungkin perintah di lakukan oleh letnan, kopral apalagi sersan, pasti perintah di berikan oleh bintang empat.

14/03/2019 10:17:36 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Sebagai catatan, Kapolri di jabat oleh bintang tiga, pangkostrad oleh bintang tiga, kapolda metro jaya bintang dua, hanya panglima ABRI yang di jabat oleh bintang empat yaitu wiranto.

14/03/2019 10:25:13 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

21 tahun sudah reformasi berjalan. 21 tahun pula Indonesia merasakan fase kebebasan. Kebebasan berbicara, berserikat dan berekspresi kini dapat dirasakan.

14/03/2019 17:39:53 WIB
Jaksel STW @stwjaksel

Namun, reformasi masih menyimpan satu persoalan. Kasus penculikan dan kejahatan HAM belum juga terungkap dan terselesaikan. Rezim silih berganti, tapi belum ada yang mampu menyikap tabir kegelapan.

14/03/2019 17:41:48 WIB
Load Remaining (15)

Comment