1
Tempo News Room @temponewsroom
VIRAL Ini profil Rosano Barack, mertua Syahrini yang kaya raya. seleb.tempo.co/read/1184193/r…
Iman Brotoseno @imanbr
Mungkin netijen jarang tahu. Rosano Barack bersama Moh Tachril Sapi’ie sahabat sekolah Bambang Trihatmojo. Mereka buat usaha Bimantara yg menggurita masa orde baru. Lalu gabung iparnya Bambang Tri, Indra Rukmana. Juga mengambil Peter Gontha yg saat itu sudah eksekutif Bank asing twitter.com/temponewsroom/…
Bobby Batara @sossisagaya
@imanbr Pertama kali lihat fotonya di album kontingen Indonesia ke Asian Games 1982. Kalau nggak salah official cabang Dayung.
Iman Brotoseno @imanbr
@sossisagaya Mereka bertiga teman SMA. Dikisahkan dalam sebuah buku George J Aditjondro, bahwa Cano dan Aling terbiasa melihat Bambang Tri mendapat hadiah angpauw uang dollar dari Om Liem. Menginspirasi mereka untuk menjadi pengusaha seperti Om Liem
Ella Meilia @ellameilia
@imanbr iya nitijen mah ngga tau sejarah bisnis orde baru... Bimantara ngga lepas dari Bambang Tri, Rosano Barack...
djatmiko @masbjt
@ellameilia @imanbr Mereka adalah pilar pilar ekonomi orde baru. Kerja di mana ? Bimantara. Penanya langsung terdiam. padahal, bantu mamak untuk sementara.
djatmiko @masbjt
@ellameilia @imanbr Bimantara, Humpus, Citra, Tapos, TPI, supersemar, sempati air. Bank, sapi cenkih, pesawat terbang, jalan tol, musik, balapan dan tipi, di sana lah bendera cendana berkibar. Siapa sih yang dapat manisnya kue "pembangunan" tanpa sowan ke Cendana. Paling remukan.
djatmiko @masbjt
@ellameilia @imanbr Masuk Jakarta, lihat gedung gedung tinggi, itu punya siapa, mbak tutut, mas bambang, mas tomy, mbak titik, mas indra rukmana. Yang lain receh.
djatmiko @masbjt
@ellameilia @imanbr Di belakang mbak2 dan mas2 ini ada om bob, om salim, om edward, om eka, om prayogo. ada pak de probo, om sudwikatmono, om ibnu. Jangan bilang ga kenal juga sama mereka
Iweng Candy @iwengcandy
@masbjt @ellameilia @imanbr orde baru semacam momok menakutkan bagi para perintis usaha di sektor strategis yg potensi profitnya tinggi.. (alm) bapak saya ngalamin, gimana perjuangan bangun usaha perikanan di sorong, kerjasama dengan perusahaan Thailand, baru berjalan eh disabotase putra mahkota cendana!
K_Ompu @K_Ompu
@iwengcandy @masbjt @ellameilia @imanbr Saya punya salah satu contoh yang tidak tahu kejamnya orba..👇 pic.twitter.com/euAgsdzAha
 Expand pic
요세브ㅂ라뵤워 @Bowo_Soemarto
@imanbr Oalah.... Orang dekat Orba juga toh keluarganya Reinno.
IG: @ade_rfr @ummirima
@imanbr Ooh ternyata sekaya itu, pantesan dari jaman orba sih
HASNIZAR NKRI @Hasnizar13
@imanbr Syahrini "pinter" dlm mencari pasangan hidupnye...!
sylvi @evhia
@Hasnizar13 @imanbr Dia harusnya berterimakasih ke luna yg udh kasih “kisi-kisi”
Asmaradana @gunting61583734
@imanbr @Yuliaa007 jejak bimantara udh hilang mas, prasasti di gedung samping stasiun gondangdia diganti hary tanoe
djatmiko @masbjt
@imanbr Siapa tidak kenal, Bambang Triadmodjo, Rosana Barack, Peter Gontha. Sosok2 terpilih majalah Matra. Rumput pun tersibak jika mereka lewat.
MissKkuwilll_ @EndahDPurbasari
@masbjt @imanbr Netijen jaman now bnyk yg males baca or even googling buat cari tau mas.. Gampang bngt mereka ngatain Reino mirip tesi dn ngeyek seakan reino cuma itu rakyat jelata 😂
heriyanto @Haryianto_abadi
@EndahDPurbasari @masbjt @imanbr Di loby gedung bimantara kebon sirih ada noh prasasti nama bapak si reno

Rosano Barack akrab dengan Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Soeharto. Suatu kali pada era 1990-an, Bambang yang ingin membuka bisnis di Bali mengajak Rosano bersamanya. Mereka bertemu dengan Sintong Panjaitan yang saat itu menjabat Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana.

Kepada Bambang, Sintong berpesan agar sang putra presiden itu berhati-hati. Bambang dan keluarganya kala itu memang sedang menuai kejayaan, namun kemungkinan apapun dapat terjadi nanti, arah angin bisa berbalik. Dan saat masa itu tiba, tidak semua orang akan tetap setia kepada Keluarga Cendana, barangkali termasuk Rosano juga.

“[…] seandainya terjadi apa-apa terhadap Soeharto nanti, maka Bambang Tri mendapat masalah. Orang yang pertama-tama lari, ya dia ini,” tukasnya dalam buku Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009) karya Hendro Subroto.

"Dia" yang dimaksud Sintong siapa lagi kalau bukan Rosano yang bersama Bambang di situ kala itu. Namun, Rosano tidak membalas prasangka Sintong terhadapnya.

Beberapa tahun berselang setelah pertemuan di Bali itu, Soeharto ternyata benar-benar jatuh dari kekuasaan, tepatnya pada 21 Mei 1998. Tanda-tanda runtuhnya kerajaan bisnis Cendana mulai terlihat. Kolega dan antek-anteknya pun beranjak menjauh.

Lantas, bagaimana sikap Rosano?

“Setelah Soeharto jatuh, orang-orang semua lari meninggalkan Soeharto dan keluarga, tapi saya tidak!” tegasnya.

Rosano dan Lingkaran Soeharto

Dikutip dari website PT Global Mediacom, Rosano Barack menjabat sebagai komisaris utama sejak 29 Mei 1998. Artinya, pengusaha berdarah Jepang kelahiran 1953 ini menempati jabatan tinggi itu kurang dari 10 hari setelah Soeharto lengser. Ini seolah pembuktian bahwa Rosano tetap berkomitmen dengan bisnisnya bersama Keluarga Cendana walau dalam kondisi paling sulit sekalipun.

Rosano Barack mendirikan PT Global Mediacom bareng Bambang Trihatmodjo dan Mochamad Tachril Sapi`ie pada 30 Juni 1981 dengan nama PT Bimantara Citra. Tulisan Thomas Wibisono dalam Informasi (1994) mengungkapkan, ketiganya sudah bersahabat sejak kecil, sama-sama bersekolah SD Cikini.

Selain trio perintis itu, menyusul kemudian Indra Rukmana. Istri Indra, yakni Siti Hardijanti atau Mbak Tutut yang tidak lain adalah anak pertama Soeharto, kelak juga turut menjabat sebagai komisaris independen di perusahaan ini.

Pergantian nama PT Bimantara Citra menjadi PT Global Mediacom sebenarnya baru terjadi pada 27 Maret 2007 atau cukup lama setelah rezim Soeharto berakhir. Sebelumnya, pada 2000, sebagian saham perusahaan ini diakusisi oleh Hary Tanoesoedibjo.

Rosano Barack memang membuktikan ucapannya bahwa ia tidak meninggalkan Keluarga Cendana melewati masa-masa sulit setelah Orde Baru tumbang, setidaknya di perusahaan yang dirintisnya bersama putra dan menantu Soeharto.

Bambang Trihatmodjo tidak menjabat komisaris lagi sejak 2012. Begitu pula Mbak Tutut –yang kemudian berpolemik dengan Hary Tanoe terkait kepemilikan TPI– kendati mantan Menteri Sosial RI ini masih punya saham 0,14 persen hingga 31 Desember 2013. Rosano saat itu memiliki 0,34 persen saham.

Sedangkan pemilik saham mayoritas kala itu adalah PT MNC Investama pimpinan Hary Tanoe, yakni sebesar 55,95 persen. Hary Tanoe juga masih punya saham atas namanya sendiri sebesar 0,22 persen.

Saat ini, Rosano masih duduk di kursi Komisaris Utama PT Global Mediacom meskipun aroma Cendana sudah tidak semerbak lagi di perusahaan yang menaungi MNC Group ini.

Selain di PT Global Mediacom, pundi-pundi kekayaan Rosano mengalir pula dari PT Plaza Indonesia Realty, Hotel Grand Hyatt, dan berbagai jejaring bisnis lainnya yang sebagian ditangani oleh sang putra, Reino Barack.

URL tirto.id 566 Sejarah Kiprah Rosano Barack dan Bisnis Keluarga Cendana - Tirto.ID Rosano, ayah Reino Barack, memiliki kedekatan dengan Keluarga Soeharto, termasuk dalam menjalankan bisnis.
tirto.id @TirtoID
Reino Barack bukan hanya calon suami Syahrini. Ia adalah putra dari Rosano Barack, pengusaha yang dekat dengan Cendana. Dan kebetulan, Rosano Barack juga salah satu orang yang tidak meninggalkan Soeharto ketika kekuasaannya runtuh. tirto.id/dhQf
KyKy @FikriNyzar
@TirtoID Apalah daya sobat keluarga cemara
n i n a @chizznanda
@TirtoID Ooo i see, why he was so much rich. Perkumpulannya lo cendana
Load Remaining (2)
Login and hide ads.