3

Orang memang bisa aja berubah. Apalagi jika punya kekuasaan dan deket dengan penguasa. Gue kenal Andi Arief dan akhirnya lumayan deket sejak sama-sama mengadvokasi warga Kedung Ombo di era rezim otoriter Orba. Gue suka kharakter dia yang 'keras kepala' dan pinter. AA enak diajak diskusi. Deketnya gue sama AA samalah dengan kedeketan gue dengan Nezar.


Gue perhatiin, AA berubah sejak dia masuk lingkungan orang dekat istana jamannya SBY berkuasa. Gue kadang nggak habis pikir, kenapa sebagai temen deket, AA sering jadi 'itung-itungan' banget kalau dimintai tolong terkait perjuangan temen-temen yang masih bergerak di lapangan. Gaya hidupnya jadi berubah juga.


Gue sendiri udah tahu AA pakai narkoba sejak 10-15 tahun lalu. Beberapa temen juga udah tahu dan berusaha menyadarkan dia. Gue sering menolak ajakannya buat ketemuan di Hotel Century lantai 11, tempat favoritnya nongkrong. Gue nolak, karena gue tahu di kamarnya sering ada narkoba. Itu cara gue menyadarkan dia. Sejak gue tahu dia pakai narkoba, dalam hati gue bilang, "Ini cuma soal waktu aja, dia diciduk." Dan kejadian....


Andi Arief deket dengan SBY sejak AA aktif mengadvokasi warga Kedung Ombo. AA yang vokal dan keras kepala rupanya jadi target intel tentara yang dikomandani SBY. Jenderal yang suka prihatin ini dulu masih jadi danrem DIY berpangkat kolonel. Jadi antara target peng-intelan dan si intel terjalin relasi saling menguntungkan, sampai akhirnya SBY jadi presiden dan AA diboyong juga jadi 'orang SBY' di lingkungan istana.


Gue dan temen-temen seperjuangan dulu hormat sama keputusan AA terjun ke politik dan ikut bangga saat dia jadi orang penting di Demokrat. Meski kadang nggak habis pikir dengan kelakuan dia yang kayak anjing penjaga buat tuan junjungannya. Ketika dia nyrocos 'Jenderal Kardus' di twitter... gue baru ngrasa, itulah AA yang sebenarnya. Meski kemudian, kita temen-temennya dibuat melongo karena dia dukung penculik yang pernah bikin dia terkencing-kencing.


Gue lihat setelah Andi Arief kena kasus narkoba, orang-orang petinggi Demokrat mulai sibuk membela AA. Mereka kompak bilang penyebar hoax 7 kontainer surat suara itu hanyalah sebagai korban. Sementara orang-orang Gerindra sibuk nyalahin Jokowi.


Bagaimana pun Andi Arief itu temen deket gue. Ada banyak rahasia yang tetep gue pegang sebagai wujud saling percaya antara sahabat. Cuman ya... pesen gue semoga AA baca, hati-hatilah sm mulut lu kawan. Omongan lu dengan mengancam MD itu jelas gak bagus. Oke... bro semoga nasib lu beruntung. Kita lihat permainan berikutnya kayak apa setelah lu dibebasin sementara.

SemarMesem

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.