0
Ferry Koto @ferrykoto
Poinnya, bukan "jika negara meminta", tapi kritik yg selama ini dihembuskan bahwa ada yg salah di negara ini bahwa "segelintir org kuasai lahan di RI". Agar tdk dituduh hanya pandai mengkritik maka kembalikan lah scr sukarelawan HPHTI yg pak @prabowo kuasai itu. #HanyaSaran
Ferry Koto @ferrykoto
Perppu apa tadz? Antum mengada2. Lahan pak @prabowo di Kiani itu bukan HGU, tapi HPHTI yg bisa saja ditarik negara sewaktu2 apabila tdk produktif. Atau si pemilik HPHTI kembalikan scr sukarela karena sdh tak mengurusnya, misal. Buat apa Perppu? Aneh2 saja. Maaf. twitter.com/Fahrihamzah/st…
Ferry Koto @ferrykoto
Ini antum baca tadz @Fahrihamzah, pasal 16 ayat (1) butir c PP 7 tahun 1990 tentang HPHTI. Jelas di sini, pak @prabowo bisa kembalikan sukarela tanpa perlu pwmerintah buat regulasi apalagi Perppu. Semoga antum tetap objektif, jgn ikut2 provokatif. pic.twitter.com/wblDLRT69v
 Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
Sy lihat, antum tadz @Fahrihamzah punya harapan jd politisi objektif, dlm Pilpres yg minim gagasan2 ini. Jgn ikut2 bodohi rakyat dlm narasi2 yg salah. Jelas2 perundangan tersedia koq malah ngarang2 perlu Perppu, maaf. Kritik pak @prabowo itu benar, maka perlu didorong wujudkan.
Ferry Koto @ferrykoto
Dan perlu tadz @Fahrihamzah ketahui, di PP 7 tahun 1990 itu juga mengatur kewajiban pemegang HPHTI untuk membuat Rencana Kerja Tahunan. Antum pasti tahu, PT Kiani milik pak @prabowo itu sdh tak produksi beberapa tahun. Logikanya pasti sdh tdk ada Rencana Tahunan.
Ferry Koto @ferrykoto
HGU pun bisa dikembalikan secara sukarela oleh yg diberikan konsesi. Ndak perlu buat payung hukum apapun lagi. Sudah tersedia semua regulasinya. HGU tak perlu audit, datanya ada di Pemerintah & berdasarkan keputusan MA tahun 2017, HGU adalah informasi publik yg wajib dibuka. twitter.com/t_dharmawandi/…
Ferry Koto @ferrykoto
@t_dharmawandi @Dahnilanzar @Fahrihamzah @jokowi @prabowo HGU pun bisa dikembalikan secara sukarela oleh yg diberikan konsesi. Ndak perlu buat payung hukum apapun lagi. Sudah tersedia semua regulasinya. HGU tak perlu audit, datanya ada di Pemerintah & berdasarkan keputusan MA tahun 2017, HGU adalah informasi publik yg wajib dibuka.
Ferry Koto @ferrykoto
Benar apa? Ndak benar kali ini tadz @Fahrihamzah itu. Pelajari lagi seluruh regulasi pertanahan, kehutanan dan pengelolaan hutan. HGU pun bisa dikembalikan secara sukarela oleh yg diberikan konsesi. Ndak perlu buat payung hukum apapun lagi. Sudah tersedia semua regulasinya. twitter.com/echo_mecho/sta…
Ferry Koto @ferrykoto
Boleh, Pres memang diberi mandat keluarkan Perppu, sesuai psl 22 ayat (1) konstitusi. Namun, syaratnya haruslah keadaan genting memaksa karena kekosongan hukum. Tapi dlm kasus konsesi HGU maupun HPHTI ini, tak ada kekosongan hkm. Semua tersedia. Jadi tak perlu ngarang2 Perppu. twitter.com/pasukanlebah/s…
Ferry Koto @ferrykoto
1. Kritik si Badu: Segelintir org kuasai sebagian besar lahan di Indonesia. Penilaian: Kritik Badu bagus, karena menunjukan kepedulian pd rakyat yg tak memiliki lahan, sementara segelintir org kuasai lahan. Atribut: Badu Pro Rakyat, pejuang rakyat, nasionalis. top 👍
Ferry Koto @ferrykoto
2. Tak berapa lama ketahuan. Ternyata si Badu punya lahan ratusan ribu hektar, bahkan jk merujuk buku Aditjondro malah si Badu punya jutaan hektar. Bubrah semua penilaian dan atribut untuk si Badu.
Ferry Koto @ferrykoto
3. Tak ingin malu,, karena selama ini lantang kritik penguasaan lahan ke segelintir orang, si Badu lewat tim soraknya bangun narasi baru; 1. Lahan yg dikuasai sah, 2. Daripada dikuasai asing, "saya nasionalis," kata si Badu 3. Kalau Pemerintah membutuhkan siap kembalikan.
Ferry Koto @ferrykoto
4. Menurut saya, narasi si Badu dan tim soraknya adalah narasi untuk membodohi rakyat, akibat ketahuan ternyata adalah bagian dr segelintir orang yg kuasai lahan yg selama ini Badu kritik. Kritik yg ditujukan untuk membangun image, "Badu pejuang rakyat, nasionalis".
Ferry Koto @ferrykoto
5. Narasi pertama si Badu setelah ketahuan punya lahan jutaan hektar (versi Adi tjondro) "Lahan yg dikuasai sah". Ini narasi orang panik, kalau diibaratkan seperti maling jemuran ketahuan. 😂 Memangnya pemilik lahan luas yg lain menguasai secara tidak sah? Semua sah menguasai.
Ferry Koto @ferrykoto
6. Justru PT Kiani yg kemudian jadi PT Kertas Nusantara itu ada aroma "ndak sah" penguasaan lahannya. Karena dulu era Orba, Bob Hasan diberi fasilitas kuasai HPHTI dan bangun pabrik Kiani dgn kuncuran dana reboisasi. Justru itu uang rakyat. Mana uang itu sekarang?
Ferry Koto @ferrykoto
7. Ayo Badu jujur. Dimana pencatatan dana Reboisasi yg dikucurkan Pemerintah Orba ke Kiani? Itu uang rakyat, apa pernah dikembalikan PT Kiani bahkan oleh Badu setelah kuasai PT Kiani yg dibeli dgn harga murah lewat utang (bukan cash uang pribadi) di Mandiri, ke Pemerintah?
Ferry Koto @ferrykoto
8. Jadi kalau Badu bangun narasi "penguasaan lahan sah", maka jelas pihak lain pun kuasai secara sah. Justru kalau mau buka2an, PT Kertas Nusantara (Kiani) itu aroma tidak sahnya kuat sekali. Dana reboisasi tak kembali, dibeli dgn harga dibawah aset, etc etc.
Ferry Koto @ferrykoto
9. Sekarang narasi kedua "Daripada dikuasai asing, saya nasionalis,". Ini narasi seperti pencopet di pasar ketahuan nyopet, daripada Badu digebukin, teriak2 saya sedang menyelamatkam dompet.
Ferry Koto @ferrykoto
9. Sekarang narasi kedua "Daripada dikuasai asing, saya nasionalis,". Ini narasi seperti pencopet di pasar ketahuan nyopet, daripada Badu digebukin, teriak2 "saya sedang menyelamatkam dompet".
Ferry Koto @ferrykoto
10. Karena lahan2 luas yg lain jg dikuasai WNI seperti si Badu. Apa WNI lain tidak nasionalis? Apa hanya Badu yg boleh kuasai lahan dan klaim penguasaan itu untuk menyelamatkan daripada dikuasai asing? Kalau yg lain ndak nasionalis. Kan tdk bisa begitu toh. Ngaku2 saja namanya
Ferry Koto @ferrykoto
11. Jadi alasan nasionalis itu, hanya klaim dan ngaku2 saja si Badu. Justru kalau Nasionalis, kembalikan itu dana reboisasi yg dulu dikucurkan ke Kiani, kemudian hilang tanpa bekas. Atau itung ulang aset yg dibeli ke BPPN terlalu murah, bayar kembali kekurangannya. Wani?
Ferry Koto @ferrykoto
12. Sekarang narasi ketiga, ini narasi paling paradoks dr Badu dan tim soraknya; "Jika negara membutuhkan, siap mengembalikan". Narasi paling paradoks dari kritik awalnya yg kemana2 teriakan "segelitir orang kuasai lahan di RI"
Ferry Koto @ferrykoto
13. Kenapa paradoks? Karena tentu selama ini Badu kritik penguasaan lahan itu adalah hal yg buruk. Ndak mungkin kritik kalau penguasaan lahan itu baik. Dan sekarang terbukti Badu bagian yg melakukan hal buruk itu. Koq malah minta pemerintah yg aktif "minta kembalikan lahan"
Ferry Koto @ferrykoto
14. Mestinya jk sadar bagian yg melakukan hal yg buruk, yg selama ini dikritik, Badu seharusnya kembalikan sj lahan itu secara sukarela, tanpa tunggu pemerintah butuh atau tidak. Mestinya Badu melihat, apakah RAKYAT butuh/tidak? Katanya nasionalis, berkorban dong u/ rakyat
Load Remaining (11)
Login and hide ads.