0
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Belum bergabung UE saja Erdogan sudah mengkritik kehadiran pemimpin UE dalam KTT UE-Liga Arab di Sharm el Sheikh. Yang kaya begini yang pemimpin Eropa ga demen dari Erdogan. twitter.com/aa_arabic/stat…
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Gw pribadi mendukung Erdogan terus mengetuk pintu UE untuk bergabung. Walau sudah 3 dekade belum juga ada kejelasan.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Kenapa? Karena motif Erdogan bergabung bukan seperti negara2 miskin Eropa yang mencari untung dari UE, tapi tujuan Turky adalah “EKSPANSI”.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Loh ko bisa? Bukannya Turky akan mendapat banyak keuntungan jika bergabung UE? Bukannya negara2 UE lebih maju dari Turky? Sbg kado ulang tahun Sultan @RT_Erdogan gw mau ngetwit tentang ini.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Secara resmi Turky mengajukan diri menjadi calon anggota UE ahun 87. Ketika itu UE masih berbentuk European Economic Community. Sejak itu pula mimpi Turky menjadi salah satu dari negara UE baru sebatas mimpi.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Hingga tahun 1999, Turky diterima sebagai calon anggota penuh UE. Turky terus berusaha mewujudkan mimpinya tersebut walau tembok UE begitu angkuh di hadapannya.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Walau diterima sbg calon penuh tahun 99, perundingan bergabungnya Turky baru dimulai tahun 2005 (kalau gw ga salah).
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Hubungan Turky-UE ini unik. Mereka jelas gak saling cinta tapi mereka saling butuh. Walau perundingan dimulai dari 2005 tapi sampai sekarang Turky belum juga resmi bergabung. Pemimpin UE masih bingung.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Berbeda dengan Rumania atau Bulgaria yang tanpa banyak halangan langsung diterima bergabung tahun 2007. Bahkan dibanding Kroasia yang bergabung tahun 2013. Padahal dari tiga negara ini tentu Turky memiliki lebih banyak kelebihan.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Selama satu dekade terakhir Turky terus memantaskan diri terutama dari sisi militer dan ekonomi. Bukan memantaskan diri sbg anggota UE, tapi memantaskan diri menjadi salah satu negara terkuat di UE. Sejajar dengan Jerman, Perancis dan Inggris.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Catatan gw, keberhasilan terbesar Erdogan sebagai pemimpin adalah kesuksesannya menumbuhkan optimisme dan mengembalikan kepercayaandiri rakyat Turky.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Secara geografis, Turky berada di antara benua Eropa dan Asia. Secara demografis rakyat Turky berbaur dengan bangsa arab, Kurdi dan Eropa. Dalam kompleksitas lingkungan dan pergaulan spt ini bangsa Turky akan tumbang jika miskin kepercayaandiri. Erdogan sukses dalam hal ini.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Kekuatan ekonomi adalah salah satu ukuran apakah negara tsb layak bergabung dg UE atau tidak.. Dalam dua dekade terakhir Turky membuktikan kalau mereka mampu bahkan menjadi salah satu negara dg ekonomi terkuat.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
UE memiliki berbagai macam kekhususan. Di antaranya mereka memakai mata uang yang sama, Euro. Setidaknya 19 negara menggunakan mata uang € dari total 28 negara anggota. UE jg punya politik pertanian dan kelautan bersama antar negara anggota.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Menurut pendapat gw, jika Turky bergabung ke dalam UE akan berdampak pada stabilitas politik, ekonomi dan demokrasi umumnya. Tentu akan diikuti semakin luasnya pasar Turky-UE. Ujungnya adalah produksi dan lapangan kerja. Iklim yang baik bagi kedua belah pihak.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Dari catatan yang gw punya, beberapa tahun terakhir Turky sukses menarik investor asing khususnya para investor dari UE. Contoh tahun 2018, investasi dari investor UE di Turky mencapai 138 M usd. Sekitar 97% investasi asing di Turky berasal dari negara2 UE.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Invest dari Perusahaan Belanda misalnya mencapai 42 M usd. Jerman 18,2 usd. Inggris 8 M usd. Mengikuti Spnyol, Italy dan Luxembourg. Artinya, kedatangan Turky akan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang dihadapi UE sekarang.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Itulah perbedaan Turky dengan negara2 yang baru bergabung di UE spt Rumania dkk. Turky datang sebagai kekuatan besar bukan pengemis. Ekspansi bukan berharap belas kasih.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Kalau begitu, kenapa sampai 3 dikade Turky belum juga diterima? Bukankah kebaikan bagi kedua belah pihak?
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
1. Faktor demografis. Jika bergabung, Turky akan menjadi negara UE dengan penduduk terbanyak kedua setelah Jerman. Asumsi gw, kuota kursi parlemen UE milik Turky akan kebih banyak dari negara2 anggota lain. Jika itu terjadi maka Turky akan mengisi peran sentral di parlemen UE.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi negara2 UE. Ketika nanti Turky memiliki power kuat di parlemen, permasalahan umat Islam yang kerap diperjuangkan Erdogan akan menjadi permasalahan Eropa.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Issue Palestine akan dimainkan Turky atas nama UE. Issue Rohingya sampai Islamoph yang kerap terjadi di negara2 UE sendiri. Singkatnya Erdogan bisa melanjutkan perang yang skrg dilakukannya atas nama UE. Itu sungguh menakutkan bagi sebagian orang.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
2. Faktor Ekonomi. Pemimpin UE takut ketika nanti Turky resmi bergabung warga Turky akan bebas kelur masuk negara2 UE untuk mencari kerja. Misal ke Perancis atau Jerman. Ekspatriat Turky yang gajinya di bawah gaji pekerja UE akan menciptakan persaingan baru.
Hasmi Bakhtiar @hasmi_bakhtiar
Lebih jauh, produk Turky yang akan membanjiri pasar UE memiliki harga yang relatif lebih murah ditakutkan terlalu menguasai pasar UE. Begitu juga biaya produksi perusahaan Turky yang juga lebih murah ditakutkan mematikan perusahaan2 UE.
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.