0
Nada🐹 @coinxidence
[Thread] Misteri Kasus Hilangnya Kris Kremes dan Lisanne Froon. pic.twitter.com/lAU2JSvfI7
Expand pic
Nada🐹 @coinxidence
Pada tanggal 1 April 2014, Kris Kremers dan Lisanne Froon meninggalkan rumah host family (keluarga angkat) mereka untuk membawa anjing keluarga host mereka berjalan-jalan melalui hutan Panama.
Nada🐹 @coinxidence
*host family itu kaya sebuah keluarga gitu yg mengundang anggota lain yg bukan keluarga mereka, biasanya dari negara atau budaya yg berbeda, untuk tinggal bersama mereka tanpa biaya. Biasanya student exchange gitu.
Nada🐹 @coinxidence
Kremers dan Froon adalah siswi dari Amersfoort di Belanda. Mereka menghabiskan enam bulan utk merencanakan perjalanan mereka ke Panama, yg seharusnya menjadi liburan paruh waktu, selagi mereka melakukan Service Trip mereka.
Nada🐹 @coinxidence
Mereka berencana menghabiskan waktu utk hiking dan tur sambil juga menjadi sukarelawan bersama anak-anak setempat, mengajar seni dan kerajinan, dan belajar bahasa Spanyol.
Nada🐹 @coinxidence
Kedua wanita itu sudah hiking di sekitar hutan Panama selama dua minggu terakhir sebagai bagian dari perjalanan misi backpacking dan berniat untuk tinggal selama empat minggu ke depan dengan keluarga angkat mereka untuk menjadi sukarelawan di sekolah setempat.
Nada🐹 @coinxidence
Namun, setelah mereka melambaikan tangan kepada keluarga angkat mereka pada jam 11:00 pada tanggal 1 April, mereka tidak pernah terlihat lagi.
Nada🐹 @coinxidence
Mereka ada menulis sesuatu di Facebook, di mana mereka menulis tentang niat mereka untuk berkeliling ke desa setempat. Mereka juga menuliskan bahwa mereka makan siang bersama dua orang Belanda sebelum memulai pendakian mereka.
Nada🐹 @coinxidence
📷 Salah satu foto terakhir yg diambil oleh Froon dan Kremers dari salah satu ponsel mereka 📷 pic.twitter.com/goJ3asZe1c
Expand pic
Nada🐹 @coinxidence
Pada Malam hari pada 1 April, keluarga host memperhatikan ada yg tidak beres. Anjing mereka telah kembali, aman dan sehat, tetapi sendirian - gadis2 itu tidak ditemukan.
Nada🐹 @coinxidence
Pada tanggal 2 April, Kremers dan Froon melewatkan janji dgn pemandu wisata lokal yg seharusnya membawa mereka dalam tur pribadi Boquete, yg akhirnya mendorong keluarga host utk memberitahu pihak berwenang.
Nada🐹 @coinxidence
Keesokan paginya pencarian udara dari hutan dilakukan, serta pencarian berjalan kaki juga dilakukan ke daerah berhutan oleh penduduk setempat.
Nada🐹 @coinxidence
Pada 6 April, kedua wanita itu masih hilang. Khawatir hal buruk, keluarga Kremers dan Froon terbang ke Panama, membawa para detektif dari Belanda. Bersama dengan polisi dan unit anjing setempat, mereka mencari di hutan selama sepuluh hari.
Nada🐹 @coinxidence
Hari berubah menjadi beberapa minggu, dan setelah sepuluh minggu masih belum ada tanda-tanda keberadaan Kremers atau Froon.
Nada🐹 @coinxidence
Kemudian, ketika polisi memperlambat upaya pencarian mereka, seorang wanita lokal menyerahkan ransel biru, wanita itu berkata dia menemukannya di sawah di sepanjang tepi sungai. Di dalam ransel itu ada 2 pasang kacamata hitam, uang tunai $83, paspor Froon, botol air, dan 2 bra. pic.twitter.com/VGWBW6rU6W
Expand pic
Nada🐹 @coinxidence
Ransel itu, ditemukan di sawah di sepanjang tepi sungai di Boquete. Didalamnya ditemukan ada kamera Froon dan kedua telepon seluler mereka. Polisi segera menyelidiki kamera dan telepon mereka dan menemukan bukti yg mengganggu.
Nada🐹 @coinxidence
Telepon mereka tetap beroperasi selama hampir sepuluh hari setelah mereka menghilang. Dalam empat hari, mereka mencoba 77 kali untuk memanggil polisi, baik melalui 112, nomor darurat di Belanda, dan 911, nomor darurat di Panama.
Nada🐹 @coinxidence
Dengan menggunakan catatan panggilan, polisi dapat menemukan garis besar waktu yg dihabiskan gadis2 itu di hutan.
Nada🐹 @coinxidence
2 panggilan darurat pertama terjadi hanya beberapa jam setelah Kremers dan Froon hiking dan menelpon ke 112. Karena hutan yg lebat, tak satu pun dari itu berhasil. Bahkan, dari 77 panggilan, hanya satu yg berhasil melakukan kontak (terjawab) ttp putus dalam dua detik.
Nada🐹 @coinxidence
📷 Salah satu foto yg diambil di tengah malam dari kamera Froon 📷 pic.twitter.com/GBVqnKTmjV
Expand pic
Nada🐹 @coinxidence
Polisi juga menemukan bahwa pada 6 April, ada beberapa upaya untuk membuka kunci ponsel Kremers dengan nomor PIN yg salah. Pada 11 April, kedua ponsel mati. Meskipun log panggilan itu mengganggu, tidak seberapa dibandingkan foto2 yg ada di kamera.
Nada🐹 @coinxidence
Foto pertama pada kamera diambil pada pagi hari tanggal 1 April ketika para wanita itu pergi untuk mendaki. Foto-foto itu menunjukkan mereka di jalan setapak dekat Continental Divide, meskipun tidak ada yang membuat mereka curiga. Namun, set foto kedua mengkhawatirkan.
Nada🐹 @coinxidence
Diambil di tengah malam, antara jam 1 dan 4 pagi pada tanggal 8 April, foto2 itu menunjukkan barang2 gadis itu tersebar di bebatuan, kantong plastik dan pembungkus permen, tumpukan gundukan tanah, cermin.
Nada🐹 @coinxidence
Dan yang paling mengkhawatirkan adalah foto bagian belakang kepala Kremers dengan darah bocor dari pelipisnya.
Nada🐹 @coinxidence
📷 Kiri, boot ditemukan dengan potongam kaki Froon ada didalamnya. Kanan, tulang panggulnya, berada di dekat ransel 📷 pic.twitter.com/CdHvJRpmA6
Expand pic
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.