0
Brii @BriiStory
Malam ini gw akan cerita tentang pengalaman waktu kecil, sewaktu masih SD tepatnya. Cukup seru, Ingat, jangan baca sendirian, karna terkadang "mereka" gak hanya sekadar hadir dalam cerita. #memetwit @InfoMemeTwit #briikecil pic.twitter.com/QPTzkhn91o
Expand pic
Brii @BriiStory
"Brii, nanti pulang sekolah main ke rumahku ya. Aku punya game PS yang baru.." Suara Andi membuyarkan lamunan gw pada siang itu, melamun sambil melayangkan pandangan ke luar jendela, gw duduk di pojok kelas sambil menunggu bel pulang berbunyi. Waktu itu gw masih kelas lima SD.
Brii @BriiStory
Jendela kelas yang berbentuk memanjang dari depan sampai ke belakang itu menghadap ke taman sekolah yang cukup luas, sangat luas malah.
Brii @BriiStory
Pohon-pohon besar dan tanaman kecil yang berwarna-warni tertanam rapih memenuhi setiap sudut taman. Cuaca kota Cilegon yang panas dapat menjadi sedikit lebih sejuk dengan adanya taman sekolah ini.
Brii @BriiStory
Sebelah kiri taman, ada lahan luas yang beralaskan semen tebal yang biasa kami gunakan untuk upacara. Tiang bendera berdiri kokoh di tengah-tengah lapangan.
Brii @BriiStory
Agak jauh lagi ke arah timur, terdapat lapangan rumput yang luas, lapangan ini biasa kami gunakan untuk pelajaran olahraga atau pelajaran lain yang memerlukan lahan yang luas. Seluruh lingkungan sekolah dikelilingi oleh pagar besi berwarna merah yang tidak terlalu tinggi.
Brii @BriiStory
Oh iya, SD gw ini bersebelahan dengan bangunan Taman kanak-kanak, gw alumni TK itu juga..:) Ada beberapa cerita seram yang berhubungan dengan bangunan TK ini, yang memang bangunan dan lingkungannnya cukup menyeramkan. Nanti kapan-kapan gw ceritain, gak malam ini.
Brii @BriiStory
Itulah sedikit gambaran lingkungan SD tempat gw bersekolah dulu. Lingkungan indah yang sudah memberikan banyak pengalaman yang sangat berkesan, ada beberapa yang menyeramkan. ***
Brii @BriiStory
Andi, anak baru di kelas, murid pindahan dari Jawa Tengah. Dia pindah sekolah karena harus ikut ayahnya yang pindah tugas ke kota Cilegon. "Game apa Ndi?" Tanya gw antusias. "Balapan Brii, pokoknya seru."
Brii @BriiStory
Seketika itu juga gw jadi semakin bersemangat untuk cepat pulang dan langsung ke rumah Andi untuk main PS. Tapi, gw menjadi gak terlalu semangat, ketika kembali ingat kalau rumah yang Andi dan keluarganya tempati adalah rumah yang gw takuti.
Brii @BriiStory
Gw pernah punya pengalaman seram di rumah ini beberapa bulan yang lalu, jauh sebelum keluarga Andi pindah ke situ. Masih ingat kan dengan rumah yang ada perempuan berambut panjang duduk di teras depan?, Nah rumah inilah yang di tempati oleh Andi dan keluarganya. ***
Brii @BriiStory
Mundur ke beberapa bulan sebelum cerita di atas ya, ketika Andi baru saja pindah sekolah dan tempat tinggal. Layaknya anak baru, waktu itu Andi tampak malu-malu ketika diperkenalkan oleh Pak Wasidi di depan kelas.
Brii @BriiStory
Terlihat dari penampilannya, sudah nampak kalau Andi ini anak dari orang berada atau mungkin orang tuanya pejabat tinggi di penerintahan. Walaupun kulitnya agak gelap tetapi penampilannya terlihat bersih dan rapih, dengan rambut belah pinggir yang dibentuk menggunakan gel.
Brii @BriiStory
Setelah selesai acara perkenalan, Andi dipersilahkan untuk duduk. Kebetulan, di sebelah gw adalah bangku kosong, teman sebangku sebelumnya pindah sekolah, jadilah Andi duduk di bangku itu, gw di bangku kanan Andi di bangku kiri.
Brii @BriiStory
Setelahnya, kami jadi berbincang memperkenalkan diri masing-masing. Benar tebakan gw, ternyata orang tua Andi memang pejabat yang cukup tinggi, seorang polisi yang dipindah tugaskan ke Cilegon.
Brii @BriiStory
Sejak saat itulah, akhirnya kami menjadi lebih akrab satu sama lain. Singkatnya, pada suatu hari Andi mengajak gw untuk main ke rumahnya.. ***
Brii @BriiStory
"Emang rumah kamu di mana Ndi?" "Gak jauh dari sekolah kok Brii, di perumahan yang pohonnya banyak dan besar itu loh." Andi menjawab seraya menggambarkan komplek perumahan tempat dia tinggal.
Brii @BriiStory
Dari gambaran Andi menjelaskan letak rumahnya, gw belum menaruh curiga sedikit pun, yang ada di dalam kepala adalah Andi tinggal di komplek yang rumah-rumahnya besar, dan gw sudah tahu letak komplek itu di mana.
Brii @BriiStory
Sepulang sekolah, gw pun berniat untuk datang berkunjung ke rumah Andi, untuk yang pertama kali. ***
Brii @BriiStory
Gw sudah sangat hapal dengan seluk beluk perumahan itu, rumah-rumahnya besar dengan halaman yang luas. Berboncengan menggunakan BMX silver kesayangan, gw dan Andi berjalan menyusuri jalan perumahan.
Brii @BriiStory
Jalan komplek berbahan aspal yang cukup mulus, walau pun ada beberapa lubang di beberapa bagiannya. Trotoar yang terbilang bersih ada di kanan kiri jalan, di atasnya berdiri lampu penerangan yang tiang cukup tinggi, serta pohon-pohon besar dan rindang tumbuh di belakangnya.
Brii @BriiStory
Seperti yang gw bilang di thread awal, komplek perumahan ini terbilang sepi, jarang sekali terlihat penghuninya berada di luar rumah. Jangankan malam hari, pada siang hari pun sangat sepi situasinya.
Brii @BriiStory
Berdiri di belakang, Andi terus saja memberi petunjuk jalan ke arah rumahnya, gw mengikuti arahannya. Gw mulai curiga ketika jalan yang kami lalui mulai mengarah ke lokasi satu rumah yang gw takuti, rumah yang pernah memberikan pengalaman menyeramkan.
Brii @BriiStory
Rumah yang sering gw lihat ada perempuan duduk di terasnya. Gw semakin curiga, jangan-jangan Andi tinggal di rumah itu.. ***
Load Remaining (57)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.