3
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mahapralaya (malapetaka hebat) pada tahun 1006 dipercaya pernah terjadi di Pulau Jawa Meskipun sampai hari ini peristiwa tersebut masih menjadi perdebatan para ahli sejarah dengan landasan teori masing - masing pic.twitter.com/4X9rqKJja3
 Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Satu pihak meyakini adanya peperangan besar sehingga kejayaan Mataram Jawa Tengah Kuno runtuh. Pihak lain mengatakan, bahwa masa itu terjadi bencana alam hebat yang membuat Jawa Tengah porak poranda
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kami sendiri cenderung lebih meyakini pada masa itu terjadi peristiwa alam yang luar biasa hebat, yakni Gempa bumi yang disusul tsunami serta meletusnya gunung Merapi
The Lost Book @kisahtanahjawa
Seperti kita pahami bahwa Pulau Jawa merupakan kawasan “ring of fire” dimana wilayah tsb berbentuk seperti tapal kuda dan sering disebut sebagai sabuk gempa pasifik. Jadi tidak heran jika Pulau Jawa sering terjadi gempa serta letusan gunung berapi
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hal tsb didukung oleh Prasati “Calcuta Stone” yg menyebutkan, pada saat itu seluruh Jawa seperti lautan yg terguncang & memutih bagaikan susu. Sebagian ahli geologi serta gunung api, kalimat itu diartikan sebagai endapan abu vulkanik yg tersebar luas akibat letusan Gunung Merapi
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun bisa saja kala itu bukan akibat dari abu vulkanik letusan Gunung Merapi yang membuat seluruh jawa memutih, melainkan Gempa, serta tsunami yang luar biasa dahsyatnya dan disusul letusan Gunung Merapi. (Megathrush?)
The Lost Book @kisahtanahjawa
Karena di dalam prasasti tersebut dikisahkan perjalanan ketika Erlangga menyelamatkan diri di pegunungan Wanagiri, Jawa seperti diguncang hebat (gempa?) dan terlihat sejauh mata memandang, Pulau Jawa memutih bagaikan lautan susu (buih air aut?)
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dokumentasi awal yg dilakukan oleh Kassian Cephas pd tahun 1890 memperlihatkan kondisi Candi Borobudur ketika pertama kali ditemukan luluh lantah & kondisinya seperti bergelombang
The Lost Book @kisahtanahjawa
Tidak jauh beda dengan kondisi  Candi Prambanan ketika pertama kali ditemukan tahun 1733, candi setinggi 47 meter itu runtuh tak beraturan
The Lost Book @kisahtanahjawa
Nah, Jika boleh diumpamakan saat itu memang terjadi gempa, lalu berapa kekuatan yang dibutuhkan untuk membuat bangunan - bangunan megah era klasik tersebut hancur dan luluh lantah? Bahkan peradaban di Jawa Tengah kala itu ditinggal begitu saja dan berpindah menuju Jawa Timur
The Lost Book @kisahtanahjawa
Jika boleh dibandingkan, pada tahun 2006, Yogyakarta pernah terkena musibah gempa dengan kekuatan 5,9 SR yang membuat sebagian wilayah Jogja luluh lantah, namun kondisi Candi Prambanan saat itu masih terlihat berdiri meski banyak batu - batu candi terutama bagian atap rontok
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sebuah ramalan kuno menyebutkan, 500 tahun pasca runtuhnya Majapahit, Sabdo Palon akan kembali untuk mengajarkan “kaweruh Budi”. Dimana manusia - manusia yang tidak mau mempelajari “kaweruh budi” akan dilibas dan dibinasakan
The Lost Book @kisahtanahjawa
Masa itu digambarkan dimana masyarakat Jawa mulai kehilangan arah, kerusakan moral terjadi dimana - mana sehingga bumi menggeliat dan disambut bencana seperti  gempa, banjir bandang (tsunami?), gunung meletus dengan banyak korban jiwa berjatuhan
The Lost Book @kisahtanahjawa
“Kaweruh Budi“ yang dimaksud disini menurut kami bukan agama budi, melainkan masyarakat beragama yang berbudi pekerti, saling menghormati, menghargai antar umat beragama, serta menghargai adat budaya leluhurnya
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kita amati perilaku manusia pada masa saat ini, begitu banyak orang dengan mudahnya mencaci maki, menghina serta menghujat sesamanya, meskipun tidak secara langsung. (dengan medsos misalnya) Kurangnya empati serta maksiat yang merebak dimana - mana
The Lost Book @kisahtanahjawa
Bagi kami, ramalan tersebut sebenarnya merupakan sebuah kalimat kode sandi untuk mengingatkan kita, bahwa pergerakan lempeng bumi dengan kekuatan besar adalah sebuah siklus ratusan tahun yang biasa terjadi di kawasan “ring of fire”
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun, seperti kita pahami sebagai mahluk Tuhan yang beragama, bahwa bencana atau musibah hanya bisa ditangkis dengan banyaknya lantunan doa yang terucap serta perilaku jauh dari maksiat
The Lost Book @kisahtanahjawa
Jadi, jika kita balikkan lagi makna ramalan tentang sabdo palon mengenai kehancuran Jawa dan “kaweruh budi” kami artikan, bahwa dengan menjadi manusia yang taat beragama serta ber budi pekerti luhur akan membawa kita jauh dari segala musibah serta bencana… Wallahu A'lam
Login and hide ads.