2
𝚍𝚜𝚠 @cantonaisme
Gw pikir cuma hembusan gosip doang. Ternyata sampe masuk koran lokal. Jahat banget sik @OPPOIndonesia :( pic.twitter.com/W2Rxx0KxuA
Expand pic

Demi mencapai target penjualan, hukuman tak manusiawi diduga diterapkan supervisor dan trainer terhadap sales smartphone merek Oppo yang bernaung di bawah PT World Innovate Telecomunication (WIT). Hukumannya mulai lari belasan kilometer, makan pare mentah, belimbing wuluh, jeruk nipis, cabai, bawang putih, mengunyah terasi, dan garam diberlakukan untuk seluruh sales atau bagian pemasaran jika tak memenuhi target. Hukuman tersebut diberlakukan nyaris setiap hari.

Persekusi yang diduga dilakukan supervisor dan trainer Oppo terhadap puluhan sales di wilayah Tuban dan sekitarnya itu berlangsung sejak dua setengah tahun terakhir.

Kasus ini kemarin (26/2) terungkap setelah Gemilang Indra Yuliarti, salah satu korban hukuman tak manusiawi itu melapor ke Unit IV Satreskrim Polres Tuban. Sementara puluhan sales lainnya memilih tutup mulut dan tak lapor ke polisi karena takut.

Gemilang bergabung dengan tim pemasaran Oppo sejak Oktober 2016. Ketentuan saat itu, sales yang tidak memenuhi target penjualan mendapat hukuman squat jump, push up, dan hukuman lain yang masih dinilai wajar.

Dua bulan berjalan, supervisor yang mulai dijabat Wahyu Widodo mulai menerapkan hukuman tak masuk akal. β€˜β€™Saat itu yang tidak memenuhi target dihukum lari belasan kilometer, mulai Jalan Basuki Rachmad ujung timur hingga depan RSNU,’’ kata Gemilang.

Hukuman tersebut ternyata menjadi awal mimpi buruk para sales Oppo. Sejak saat itu hukuman tak wajar lainnya sering diterapkan. Termasuk di bawah kepemimpinan Dwi Prawoto Hadi supervisor baru. Selain hukuman fisik, sejumlah sales diminta makan makanan tak lazim. Seperti belimbing wuluh, jeruk nipis, pare mentah, cabai, bawang putih, garam, hingga terasi. Jika supervisor tidak berada di Tuban, hukuman tersebut harus direkam format video dengan ponsel dan dilaporkan melalui grup media sosial yang berisi seluruh anggota tim.

Hukuman tersebut nyaris diberikan setiap hari. Jika diakumulasi, kata Gemilang, rata-rata tiap minggu ada 4 hingga 5 kali hukuman tak masuk akal yang diberikan. Tidak ada yang berani memberontak, meski beberapa sales harus keracunan hingga sakit setelah mengonsumsi makanan tak lazim tersebut. β€˜β€™Tidak ada yang berani protes karena semua takut kehilangan pekerjaan yang mereka gantungkan untuk keluarga,’’ tutur cewek berambut panjang ini kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Selain hukuman tak manusiawi, terkadang supervisor dan jajaran pimpinan area tersebut memberlakukan denda mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu. Seluruhnya dikumpulkan para supervisor dengan alasan untuk uang kas. Namun, hingga kini pertanggungjawaban uang tersebut tidak jelas. β€˜β€™Yang saya laporkan hukuman tidak manusiawi ini sama pengelolaan uang kas hasil denda yang tidak jelas untuk apa,’’ tegas Gemilang usai melapor ke polisi. Gemilang melaporkan kasus tersebut untuk mencari keadilan. Dia mewakili sejumlah temannya yang juga korban berharap bisa memutus rantai hukuman yang tak lazim tersebut.

Esmeralda @iniozzy
@cantonaisme Salah satu perusahaan kosmetik besar dan skala internasional juga ada yang tega sama salesnya. Ga tembus target, kekerasan verbal cacian makian, diminta bersihkan sepatu, sampai di lempar remote, tvnya diancurin.

telor mentah? Bukan disuruh buat mayonaise handmade khan?

mika! @ahzhaf
Jd gue dulu pernah kerja disini jg, dan kalo ga achive target harian bakal kena punishment salah satunya gue dulu pernah disuruh makan telor mentah. Ya untung menyehatkan. Jd gue mau2 aja. twitter.com/cantonaisme/st…
Mine @paansiyu
@ahzhaf Demi apa? Kerasnya hidup promotor :(
mika! @ahzhaf
@ryulovyou Iya serius milof. Makanya ga betah.
Mine @paansiyu
@ahzhaf Pantes banyak yg pd keluar dr itu brand :( Sumpa parah sih kataku mah. Semoga di brand skrg km betah ya mbamikaku
Asep Prasetyo @praz_2o3
@ahzhaf Tau gitu, dulu aku beli hp yg km jual biar km ga makan telur lg
mika! @ahzhaf
@cantonaisme @nicholajulian @OPPOIndonesia Iya bg gue dulu pernah kerja di oppo dan kalo ga achiv target harian kena punishment.
𝚍𝚜𝚠 @cantonaisme
@almaujudy @ahzhaf Tapi kalau mau cerita harus ada saya ya, jangan mbak nya aja yang berdua sama mas almaujudy. Nanti salah satu naksir... #lah
mika! @ahzhaf
@cantonaisme @almaujudy Oke baiklah, jadi gini... Awalnya gue pikir jadi promotor tuh enak, kerja nyantai, main hp, duduk di konter, gaji gede. Karena gaji pokoknya pun melebihi umr. Setelah jd promotor awalnya sih ya seneng karena target trs pas trafficnya lagi rame kan
mika! @ahzhaf
@cantonaisme @almaujudy Nah giliran traffic pas lagi sepi2nya? Kalo target ya dipuja-puja. Giliran pas lagi down ya dianggep aja enggak. Sampe hampir tiap hari sebelum pulang harus dapet hukuman ntah itu push up, scott jump (tulisannya gitu ga sih?) divideoin di kirim ke grup.
Load Remaining (8)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.