1
kumparan @kumparan

Nonton Bola Gratis di Inggris? ⬇️⬇️⬇️

kumparan.com/PL
kumparan @kumparan
[THREAD] Demi menggaet jurusan impian, banyak calon mahasiswa rela ikut bimbingan belajar puluhan juta selama 1,5 bulan. Biayanya bahkan mencapai 68 juta. Woooow 😳 Kelyan dulu anak bimbel juga nggak, gees? pic.twitter.com/MdqdebN7ty
kumparan @kumparan
Salah satu bimbel yang terkenal dengan harga fantastis dan fasilitas mewah adalah Bimbel Lavender di Depok. Kenapa kok bisa mahal? Karena dekat dengan kampus ternama dan terfavorit di Indonesia. Engga deng~ pic.twitter.com/vZuPg6boOb
kumparan @kumparan
Nah, ini dia ragam fasilitas dan biaya yang ditawarkan bimbel zaman now tersebut. Bobo di hotel berbintang doong~ Itu apa nggak malah mager yaa... pic.twitter.com/3erLndV1dS
Expand pic
kumparan @kumparan
Alhamdulillah nih warga Twitter, ada yang di bawah 10 juta kok. Cocok sekali buat kalian yaa 😎 pic.twitter.com/f9zZ0PvUzZ
Expand pic
kumparan @kumparan
Apasih sebenarnya yang bikin bimbel zaman now itu mahal? Pemilik sekaligus pendiri bimbel Lavender, Galih Pandekar, membeberkan mengapa bimbel yang dikelolanya begitu mahal. pic.twitter.com/fI9hVQWwZP
kumparan @kumparan
“Ya sekarang direct cost-nya memang sudah mahal. Nginep sudah di Santika. Coba saja tidur di Santika berapa harganya semalam? Taruhlah sehari Rp 700 ribu kali 30 hari berapa, itu baru kamar sama breakfast lho.....
kumparan @kumparan
..... Sementara kita harus nambah makan siang, makan malam, kelas,” papar Galih yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis @univ_indonesia. bit.ly/2GWLQwz
kumparan @kumparan
Kedokteran, masih menjadi jurusan dengan magnet terbesar di pusaran bimbel zaman now. Harga bimbel nya segitu, belum lagi biaya masuknya, bayar tiap semester, uang praktik, uang foto copy... bit.ly/2ElEd17
kumparan @kumparan
Pertanyaannya... Apa iya semua siswa bimbel karantina bakal diterima di PTN? Simak selengkapnya di artikel berikut bit.ly/2U00J5h
URL kumparan 5 Q&A: Bimbel Puluhan Juta Rupiah, Semua yang Perlu Kamu Tahu Demi menggaet jurusan impian, banyak calon mahasiswa rela ikut bimbel puluhan juta selama 1,5 bulan.

Apa iya semua siswa bimbel karantina bakal diterima di PTN?

Tentu tidak. Ada juga siswa-siswi bimbel karantina yang gagal lolos ujian PTN. Kita ambil saja contoh yang terjadi di bimbel Lavender. Bimbel ekslusif ini tidak meloloskan 100 persen siswa mereka ke PTN setiap tahunnya.

“Ya kadang 85 persen (yang lolos), berubah-ubah tapi jangan sampai di bawah 80 persen lah. Kalau yang reguler itu lebih rendah sekitar 70 persen-an. Karena kalau reguler kan kita enggak bisa kontrol dia datang,” Galih menyebutkan.

Kalau gagal lolos terus bagaimana? Apa ada jaminan?
Beberapa bimbel memberikan jaminan uang kembali jika ada pesertanya yang tidak berhasil lolos PTN. Jumlah pengembalian dana tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing bimbel. Ada yang 50 persen, tapi ada juga yang mengembalikan sekian persen seperti Rp 15 juta.

kumparan @kumparan
Lantas, benarkah pendidikan berkualitas tergantung dengan fasilitas? @NajelaaShihab kepada @kumparan memaparkan jawabannya. Cek di sini bit.ly/2twOTE7
URL kumparan 399 Najelaa Shihab: Pendidikan Berkualitas Bukan tentang Fasilitas Kita bisa menyaksikan pendidikan yang sangat berkualitas di tengah sawah sama dengan yang tinggal di hotel mewah.

“Eksklusif menunjukkan customer (siswa) itu bukan sekadar objek, tapi juga subjek dari pembelajaran.”

Begitu kata Galih Pandikar di sela-sela kisahnya mendirikan Lavender, salah satu bimbingan belajar berfasilitas mewah dengan harga puluhan juta.

Bagi dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI itu, fasilitas yang diberikan kepada siswa berbanding lurus dengan penyerapan materi pembelajaran. Semakin eksklusif kelas maka kualitas belajar-mengajar semakin bagus.

Namun tak begitu menurut Najelaa Shihab, seorang pendidik sekaligus pendiri Kampus Guru Cikal. Dia punya pandangannya sendiri terkait bimbel-bimbel berbanderol puluhan juta rupiah yang kini tengah marak di Indonesia. Menurutnya pendidikan yang berkualitas sama sekali tidak bergantung pada fasilitas mewah.

“Kita bisa menyaksikan pendidikan yang sangat berkualitas di tengah sawah, di antara anak-anak yang tidur di emperan sama dengan yang tinggal di hotel mewah. Jadi sama sekali bukan tentang fasilitasnya,” tutur Najelaa saat ditemui kumparan di kediaman pribadinya, di kawasan Jeruk Purut, Rabu (20/2).

Najelaa justru khawatir kalau fasilitas mewah yang ditawarkan di bimbel malah membuat siswa terdistraksi. Menurutnya, motivasi belajar siswa bisa tumbuh dari hubungan yang manusiawi, misalnya relasi dan kedekatan dengan guru yang mampu menggugah keinginan anak untuk berprestasi.

“Saya malah khawatir kalau kita fokusnya pada fasilitas, karena pendidikan itu esensinya sebetulnya hubungan, pada saat ada hubungan yang manusiawi, ada proses di mana guru itu punya kedekatan pada anak, itulah yang kemudian memunculkan motivasi.”

“Saya enggak yakin bahwa satu bimbel atau satu sekolah atau satu perguruan tinggi lebih baik dari yang lain kalau kita hanya melihat dari sudut fasilitasnya saja,” lanjutnya.

Meski tak setuju fasilitas mewah bimbel jadi faktor utama keberhasilan peserta didik merebut kursi PTN, Najelaa tak menampik bahwa bimbel tetap dibutuhkan karena beberapa alasan.

ealah @aisyafidd
@kumparan Padahal kalau di pikir yang dikejar universitas bagus belum tentu gampang dapet kerja bagus... Banyak perusahaan yang bahkan mungkin sekarang lebih mengedepankan soft skill dan kemauan kerja dari pada dia lulusan mana
EGAliteR [laut masa depan Kita] @MagetanTeam
@kumparan Ya. Sepertinya ada yang salah dengan sistem pendidikan kita. Istilahnya sudah benar, pendidikan, tetapi contentnya dan sistemnya perlu diperbaiki. Mungkin lebih tepatnya direvolusi.
reza @ripiu
@MagetanTeam @kumparan gak juga kok. tapi emang kompetisi untuk masuk PTN itu tinggi. dan bimbel salah satu jawaban dari itu. coba deh mas/mba-nya apply uni di luar. belajar untuk masuk sana sama "gilaknya".
ㅅ.ㅅ @astindwifa
@kumparan Saya tim tanpa bimbel, ga punya duit wkwkwk
dewisibarani @weyChansibarani
@kumparan Sy cuma les matematika aja tuh pas kelas 3 SMA (yg ngajar juga guru SMA sy sndri) dan selalu ranking 2 dr Kls 1,ortu ngga mampu untuk bimbel2 kyk gt,,msk Universitas Negeri tuh dan skrg kerja di Negeri juga..jadi ngga harus bimbel yang penting belajar tekun&doa
cerobong asap @goentoerss
@kumparan dulu bimbel sih tp kayanya cuma 1,5jt tahun 2010. syukurnya masuk PTN dan PTK. intinya bukan masalah bimbel atau enggak, dari pengalaman pribadi sih tetep motivasi dari dalem diri buat kuliah dan latihan bank soal diluar jam sekolah. 😊😊
Yohanes Hutagalung @priarambuthalus
@kumparan @CCANOY_ aku ga bimbel bukan karna ga mampu, emng pas sma liar banget, tapi msuk PTN juga
EGAliteR [laut masa depan Kita] @MagetanTeam
@ripiu @kumparan Sepakat tentang "gilaknya" tetapi ada yang lebih gila lagi bahwa kualitas maupun output pendidikan kita tertinggal jauh peringkatnya. Secara subyektif, sistem pendidikan kita telat dalam identifikasi minat dan penjurusan. Terlalu banyak yang dipelajari, umum & kurang fokus.
Eno @thisisnoteno
@kumparan Ada yang lebih mahal min, ini kebetulan punya dosen. Start 200jt tergantung kebutuhan. Menurutku wajar2 aja sih, kan target marketnya mereka memang kelas atas yang punya finansial berlebih, yang jelas mereka yang siap investasi lebih untuk pendidikan lebih baik. pic.twitter.com/UVmikwFnKo
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.