0
#TakeOver# @GheMaX
Pertemuan Rahasia, Sengketa Freeport, Jokowi Jadi Wayang Dan Perankan Dalang
#TakeOver# @GheMaX
Belum lama ini ada rilis resmi dari mantan menteri ESDM di era Jkw yaitu Sudirman Said yang mengatakan ada pertemuan rahasia antara Jkw, Sudirman Said dan bos freeport James R. Moffet pada tanggal 6 Oktober 2015 di Istana.
#TakeOver# @GheMaX
Pertemuan rahasia tersebut menyangkut tentang pemberian izin perpanjangan PT Freeport Indonesia. Dimana dalam pertemuan tersebut Sekretaris Kabinet dan Sekretaris Negara yang mencatat setiap jadwal Presiden pun tidak tahu. Alasannya pertemuan tersebut tidak ada.
#TakeOver# @GheMaX
Dalam pertemuan tersebut Jkw langsung berbicara dan tidak panjang lebar, "“Tolong disiapkan surat seperti apa yang diperlukan. Kira-kira kita ini menjaga kelangsungan investasi nanti dibicarakan setelah pertemuan ini."
#TakeOver# @GheMaX
James R. Moffet juga menyampaikan draft tentang kelangsungan investasi PT Freeport di Indonesia. Namun, Sudirman tidak mau, dia pun memilih membuat draft yang posisinya lebih menguntungkan Indonesia.
#TakeOver# @GheMaX
Alasan Sudirman Said tidak mau memakai draft yang diajukan oleh Moffet karena Sudirman beranggapan kedudukan isi draft yang di usulkan Moffet hanya menguntungkan sepihak bahkan kedudukan negara bisa didikte oleh korporasi.
#TakeOver# @GheMaX
Sebaliknya isi draft yang dibuat oleh Sudirman itu melindungi kepentingan republik ini.
#TakeOver# @GheMaX
Setelah Sudirman selesai membuat draftnya dan diserahkan kepada Jkw, dan mendapatkan komentar dari Jkw yang mengatakan "lho begini saja sudah mau. Kalau mau lebih kuat yang diberi saja."
#TakeOver# @GheMaX
Hingga pada akhirnya terbitlah surat tertanggal 7 Oktober 2015 atas perintah dari Jkw tersebut berisi poin sebagai berikut ini :
#TakeOver# @GheMaX
Pertama, Freeport dapat melanjutkan kegiatan operasinya sesuai kontrak karya hingga 30 Desember 2021 di tengah proses penyelesaian aspek legal dan regulasi.
#TakeOver# @GheMaX
Kedua, pemerintah telah menerima permohonan perpanjangan operasi Freeport melalui surat tertanggal 9 Juli 2015.
#TakeOver# @GheMaX
Ketiga, pemerintah akan menyelesaikan penataan ulang regulasi bidang mineral dan batubara agar lebih sesuai dengan semangat menarik investasi bidang sumber daya alam di Indonesia.
#TakeOver# @GheMaX
Jadi, Freeport bisa segera mengajukan permohonan perpanjangan operasi pertambangan setelah berlakunya peraturan perundang-undangan tersebut.
#TakeOver# @GheMaX
Keempat, terkait permohonan perpanjangan kontrak, pemerintah dan Freeport telah berdiskusi dan menyepakati seluruh aspek dalam Naskah Kesepakatan Kerjasama yang diteken 25 Juli 2014.
#TakeOver# @GheMaX
Pemerintah juga berkomitmen memastikan keberlanjutan investasi asing di Indonesia, namun karena perlu penyesuaian peraturan maka persetujuan perpanjangan kontrak Freeport akan diberikan segera setelah hasil penataan peraturan dan perundangan di bidang minerba.
#TakeOver# @GheMaX
Membahas kisruh Freeport ini tidak bisa kita melepaskan dari skandal kasus Papa Minta Saham.
#TakeOver# @GheMaX
Sebagai mana yang di sampaikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tentang PAPA minta SAHAM, yang pada intinya ada permintaan jatah untuk Jkw dari sebesar 20% lalu di ubah menjadi 11% untuk Jkw dan 9% untuk JK.
#TakeOver# @GheMaX
Kita bisa melihat disini ternyata dibalik muka planga-plongo nya Jkw telah memerankan dua peran sekaligus yaitu sebagai wayang dan juga dalang sementara yang menjadi tumbal adalah Sudirman Said.
#TakeOver# @GheMaX
Menariknya kasus papa minta saham ini ternyata hanya mentok pada diri setnov, padalah sejatinya KPK bisa mengungkap lebih dalam, karena jelas ada keterlibatan orang nomor satu di negeri ini yg juga diduga turut serta menentukan & menikmati jatah sebesar 20% yg dijadikan bancakan.
#TakeOver# @GheMaX
Jkw adalah otak dibalik semua kebijakan tentang Freeport, perlu kalian ketahui penguasaan saham yang katanya 51 persen tersebut adalah saham dari hasil penjualan bukan saham yang berkaitan dengan teknis pengelolaan.
#TakeOver# @GheMaX
Ada hal lain yang menarik yaitu tentang pernyataan Faisal Basri bahwa tambang yang dikelola Freeport adalah milik Indonesia namun kenapa mesti dibeli. kan goblok! tirto.id/kritik-ekonom-…
URL tirto.id 9304 Kritik Ekonom Soal Cara Pemerintah Kuasai Saham Mayoritas Freeport - Tirto.ID 'Katanya gara-gara 51 persen Indonesia berdaulat. Kedaulatan itu bukan ditentukan persentase. Indonesia tetap berdaulat terhadap Freeport.' (Faisal Basri)
#TakeOver# @GheMaX
Pun benar kita mampu membeli saham tersebut, tanpa adanya kewenangan untuk mengawasi teknis pengelolaan adalah percuma, bisa saja hasil tambang emas dibilang tembaga, karena memang kita tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan quality control.
#TakeOver# @GheMaX
Kalau tidak percaya, kenapa hingga saat ini Freeport enggan mendirikan pengolahan barang hasil tambangnya.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.