0
Fathur Rizky @fathur_rizk
Irigasi kurang, pertanian Aceh terancam gagal panen. Apakah mereka harus meminta ke tempat lainnya yg memiliki air? Lalu di mana pemerintah yg seharusnya melindungi pertanian kita di Aceh? @Balqis68661076 @inibudi_su @JackVardan @ayahnyajundi kaskus.co.id/thread/5c6d90b…
Fathur Rizky @fathur_rizk
Di tengah derasnya musim hujan yang sedang dinikmati oleh petani di seluruh Indonesia, di Aceh justru sedang kekeringan hingga terancam gagal panen. Kondisi minim air ini sedang melanda sebagian besar Aceh Utara. kompasiana.com/sridefina/5c6d… pic.twitter.com/qog4F2SEZI
 Expand pic
Fathur Rizky @fathur_rizk
Seperti diberitakan, beberapa desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, sudah kekeringan. Misalnya di desa Trieng, Alue Buket, Bintang Hu, Asan, Trieng Pantang, dan Desa Buket Hagu Gampong.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Kekeringan itu terjadi akibat kurangnya pasokan air irigasi, sehingga membuat ratusan hektar tanaman padi milik petani di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terancam gagal panen. regional.kompas.com/read/2019/02/1…
Fathur Rizky @fathur_rizk
Ratusan hektare gagal panen itu pasti sangat menyakitkan bagi petani di sana. Karena bercocok tanam di sawah adalah salah satu mata pencaharian utama mereka.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Para petani pun sudah melaporkan kondisi kekeringan itu ke Kecamatan. Harapannya agar saluran irigasi bisa dibuka hingga 20 hari ke depan. Agar di sawah sudah cukup air sampai masa panen dua bulan ke depan.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Masalahnya, sudah ada peraturan bupati tentang pembagian suplai air irigasi di Aceh Utara. Jika pun masyarakat itu membutuhkan air irigasi lagi, harus dirembugkan dulu ke kecamatan. Nanti di sana dibahas bersama seterusnya ke dinas.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Karena pembagian air irigasi sudah ada aturannya. Dan para petani harus mematuhinya. Apalagi saat ini Aceh Utara mengalami kemarau sehingga debit air irigasi mengecil.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Desa-desa yang kekeringan itu baru bisa mendapat aliran air irigasi bila ada kecamatan lain yang bersedia jatahnya diberikan pada mereka. Bila tidak, maka desa yang kering itu harus terima dengan kondisi merela.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Masalah semacam ini memang terbilang pelik. Ibarat buah simalakama, menyelamatkan satu wilayah bisa jadi mengorbankan wilayah lain.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Di sini butuh kearifan dan keadilan dari aparat pertanian setempat.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Mungkin agar masalah semacam ini tidak terjadi lagi, aparat pertanian di tingkat daerah atau Kementerian Pertanian (Kementan) di tingkat pusat bisa memberikan solusi jangka panjang.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Misalnya dengan menganggarkan bantuan berupa sumur bor dan pompanya. Karena bisa saja terjadi konflik horizontal bila ada satu daerah yang tidak puas dengan pembagian jatah airnya. Lalu timbul rasa iri terhadap desa lain.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Oleh karena itu, lebih baik kita berharap agar solusi sumur bor dan pompa yang ditempuh, ketimbang berharap pada ‘keikhlasan’ desa lain untuk menyerahkan sumber airnya. pic.twitter.com/BCBMYywPe3
 Expand pic
Login and hide ads.