Add to Favorite
0
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kalau kita bertanya: ADAKAH JOKOWINOMICS DAN PRABOWONOMICS DALAM DEBAT KE-2? Setelah mencermati lagi, saya terdorong untuk menganalisa debat tersebut secara agak filosofis. Tujuannya adalah agar publik mengerti seberapa besar bobot dan kemampuan konseptual capres kita.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dalam teori manajemen modern, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas, setidaknya ada 3 kemampuan (skill) yg harus dimiliki; kemampuan menguasai konsep (conceptual skill), kemampuan memimpin orang (interpersonal skill) dan kemampuan dalam hal2 teknis (technical skill).
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Sebagai pemimpin yang berkualitas, porsi terbesar yg harus dimiliki secara berurutan; conceptual skill, interpersonal skill baru technical skill. Tidak bisa dibalik. Kalo pemimpin lebih senang mengerjakan hal2 teknis dibandingkan memikirkan konsep dan sistem. Terbalik.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Ada pemimpin, ada manajer, ada operator. Komposisi skill itu menandakan dia siapa. Pemimpin dominan conceptual skill sementara operator tentu lebih dominan technical skill-nya dan manajer memiliki komposisi yang relatif sama dalam skill itu. Ini Sy pelajari di semester I FEUI.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Maka, Pemimpin yang benar adalah yang mampu melihat gambar besar, memahami konsep serta mampu menggerakkan setiap orang atau organ yang dipimpinnya untuk bekerja secara teknis demi merealisasikan konsep atau tujuan besarnya. Bukan yg menjadi operator.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Jadi kalo mau relevan dengan tujuan debat untuk mencari pemimpin yang berkualitas kita harus fokuskan penilaian pada konsep2 membangunan negara yang ditawarkan kedua capres. Khususnya dalam bidang yang menjadi tema debat kedua yang lalu.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kalau kita menilai kedua kandidat, secara kontras dapat dilihat Kerangka argumen yang dibangun Jokowi cenderung pemaparan reportif sedangkan prabowo ingin ajukan alternatif. Jokowi melakukan presentasi Prabowo mencoba berstrategi. Maka debat menjadi tidak menarik.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Di satu sisi Hampir setiap pertanyaan atau jawaban yang dikemukakan jokowi laporan bukan pertanggungjawaban. Jokowi sibuk menghafal angka2 dalam presentasi dan kurang mempertanggungjawabkan apa yang menjadi pertanyaan publik. Jawaban nampak searah.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Akibatnya Apa yang disampaikan jokowi tampak seolah begitu meyakinkan karena sambil mengutip beberapa data walaupun ketika divalidasi, data2 yang disampaikan jokowi banyak yang tidak akurat bahkan cenderung ngawur.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Di sisi lain, Prabowo lebih banyak mengungkap pandangan strategis dan komitmen ke depan dalam menyelesaikan persoalan yang dibahas dalam debat itu. Tapi harus diakui akhirnya menjadi minim data dan elaborasi. Padahal kalau ditambah agak detil itu. Isa mematikan lawan.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Misalnya startegi menahan kebocoran dan penguasaan sumberdaya dalam negeri. Sebetulnya, itu membantah Tol, membantah UNICORN dan semua kehendak untuk mengintegrasikan rakyat Indonesia ke pusaran kapitalisme global. Harusnya diurai apa bahaya tol dan UNICORN bagi rakyat.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Melanjutkan itu harusnya Prabowo menjelaskan bahwa Tol, di hulu-nya apabila tidak bIsa bayar hutang akan jadi milik asing, lalu di hilirnya kalau rakyat merasa tol mahal maka tol tidak akan dipakai oleh petani dan pengusaha lokal untuk jula barang ke luar, tapi sebaliknya.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Sama juga dengan UNICORN bila melihat pengalaman, waktu jadi startup kecil diinisiasi oleh rakyat, lalu setelah besar ditelan oleh raksasa kapitalis yang akhirnya membuat posisi tawarnya rendah. Akhirnya UNICORN bisa menjadi infrastruktur barang dan jasa Luar bagi pasar kita.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Tapi Pandangan Prabowo pun tidak dikritisi atau diperdebatkan oleh jokowi. Karena ketika prabowo mengajukan strategi alternatif, jokowi selalu nampak melanjutkan jawaban, Sehingga debat ini tampak kurang menawarkan konsep yang solid.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dari analisa kerangka argumen yang dibangun para kandidat capres, debat ini seperti nampak bukan perdebatan antar calon presiden. Tetapi perdebatan antara presiden dengan calon presiden. Tampak sekali Jokowi tidak bisa melihat posisinya sebagai calon kandidat presiden.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kerangka debat yang seperti ini membuat publik sulit menemukan substansi atau konsep yang ditawarkan kedua kandidat. Visi misi tidak dielaborasi secara mendalam. Sehingga kering akan janji kampanye. Padahal rakyat menuntut janji dan komitmen kandidat presiden 5 tahun mendatang.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Sebagian orang menyebut jokowinomics. Kebijakan ekonomi yang bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik. Ini semacam jualannya pak jokowi selama ini, dan dalam debat selalu diulang-ulang. kita lihat 4 tahun belakangan ini, apapun masalahnya selalu dijawab dgn infrastruktur.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Hasil akhir dari jokowinomics ini banyak yang menjadi sasaran kritik bagi kubu prabowo. Utang menumpuk, ketimpangan pendapatan, neraca perdagangan minus dan ketergantungan pada impor. Sehingga ekonomi tidak mandiri. Data dari indikator2 tersebut bisa dicek dan divalidasi.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Jadi karena statement jokowi dalam debat hanya akan melanjutkan kerja-kerja sebelumnya, publik bisa berspekulasi bahwa ke depan bisa jadi utang bertambah, dan impor akan jalan terus dan kemandirian ekonomi semakin terancam.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Padahal utang, impor, tenaga kerja asing adalah permasalahan mendasar rakyat selama 4 tahun belakangan ini. Hampir tiap akhir tahun selama saya duduk sebagai wakil ketua DPR bidang kesejahteraan rakyat selalu memberi evaluasi dan catatan kritis mengenai persoalan ini.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Semua persoalan mendasar tersebut seolah selesai dengan infrastruktur. Padahal proyek2 infrastruktur sendiri banyak masalah. Saya pernah mengingatkan bahaya turn key project, investasi asing (China) bidang infrastruktur yang masuk ke Indonesia secara gelondongan.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Karena dgn konsep ini Bukan hanya modal yang masuk, tetapi bahan baku dan tenaga kerja, termasuk buruh kasar ikut masuk. Pembangunan infrastruktur yang seperti ini, Rakyat tidak dapat apa2. Semua dari luar dan hasilnya dinikmati asing. Di bidang tambang lebih tragis.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Bagaimana logikanya pembangunan infrastruktur meningkat pesat tapi BUMN Krakatau Steel merugi setiap tahun? Harusnya kan permintaan baja meningkat dan krakatau steel bisa mengambil untung. Tapi ini tidak. Karena bahan baku harus dipasok pemilik modal asing.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kita punya banyak sekali tenaga kerja, bahkan separuh dari angkatan kerja kita berpendidikan SMP ke bawah. Tapi kenapa kita mendatangkan buruh kasar? Jokowinomics ini bukan hanya suka mengimpor pangan tapi juga buruh kasar.
Load Remaining (8)
Login and hide ads.