4
Budi Raharjo @raharjobudi

Certified Financial Planner | OneShildt Financial Planning| E: budi.raharjo@oneshildt.com

https://t.co/2d7bBLLT1N
Budi Raharjo @raharjobudi
Kenapa pinjaman online dengan jumlah kecil malah bisa menjerat penggunanya? Baru-baru ini kita dikejutkan dengan aksi bunuh diri seorang supir taksi karena pinjaman online yang menjerat.
Budi Raharjo @raharjobudi
Dan yang bikin heran juga adalah pinjaman online ini diawali dengan pinjaman yang nilainya ga gede. Bagaimana pinjaman online berjumlah kecil bisa menjerat penggunanya? Simak THREAD berikut ini.
Budi Raharjo @raharjobudi
Pastinya tidak ada yang ingin berutang. Umumnya, berutang adalah solusi akhir saat dana yang ada saat ini tidak mencukupi. Dan motivasi berutang bisa meningkat saat ada unsur "terpaksa". Misal saat ada anggota keluarga yang sakit atau uang habis sedang gajian masih jauh.
Budi Raharjo @raharjobudi
Di saat kondisi seperti itu, belum tentu ada pihak yang bisa menolong. Mau pinjam ke Lembaga keuangan seperti bank butuh waktu dan membutuhkan banyak persyaratan.
Budi Raharjo @raharjobudi
Akhirnya pilihan bisa saja jatuh kepada pinjaman yang mudah dan cepat. Biasanya ada pegadaian (jika ada barang yang bisa digadaikan), namun jika tidak ada.. yang paling cepat saat ini adalah pinjaman online (pinjol).
Budi Raharjo @raharjobudi
Hanya berbekal mengunduh aplikasi, melengkapi sejumlah data seperti kartu identitas dan mengijinkan aplikasi untuk membaca beberapa data pribadi dan lokasi peminjam. Pinjaman bisa dengan cepat diperoleh dalam hitungan jam atau hari.
Budi Raharjo @raharjobudi
Yang harus diingat adalah yang namanya meminjam uang memiliki konsekuensi pengembalian berikut bunga. Dan sudah jadi hukum alam di dunia pinjaman uang, jika kita semakin kepepet, maka pilihan ga banyak dan risiko jadi lebih tinggi.
Budi Raharjo @raharjobudi
Apalagi jika peminjam termasuk dalam kategori peminjam tidak bankable atau tidak bisa memenuhi persyaratan bank. Otomatis cari alternati lain dan seringkali bunganya juga tinggi.
Budi Raharjo @raharjobudi
Pinjaman online saat ini umumnya berjangka pendek. Bahkan ada beberapa yang sangat pendek. Maksud saya sangat pendek adalah harus dikembalikan dalam hitungan hari! Sekitar antara 7 hari – 14 hari atau 30 hari. Jika pinjaman sifatnya hitungan hari, maka bunganya pun harian.
Budi Raharjo @raharjobudi
Nah, disinilah kesalahan-kesalahan mulai muncul. Saat terdesak, logika kita turun. Yang paling penting saat ini adalah dapat uang dulu. Cara bayarnya? Nanti saja dipikir belakangan. Jadi inilah kesalahan pertama. Berutang secara emosional karena kepepet.
Budi Raharjo @raharjobudi
Padahal kalau kita tidak punya kemampuan bayar tepat waktu, selain bunga pasti ada konsekuensi denda dan yang ujung-ujungya dikontak-kontak debt collector.
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan kedua, mengabaikan nilai bunga pinjaman. Jika pinjaman konsumtif umumnya berkisar antara 1% perbulan. Ada pinjaman online yang menerapkan bunga yang tinggi yaitu 0,5% - 1% per hari. PER HARI LHO! Wuahhh … besar kan.
Budi Raharjo @raharjobudi
Sebagai ilustrasi. Kalau pinjam 30 hari.. berarti bunganya bisa mencapai 30%. Kalau kita hitung kasar dengan bunga flat berarti pinjaman Rp 1 juta.. kamu harus kembalikan Rp 1,3 jt dalam 30 hari. Fiuhhh... 😓
Budi Raharjo @raharjobudi
Dan yang paling parah bagaimana jika bunga yang tidak terbayar dijadikan revolving debt. Artinya bunga yang tidak terbayar kemudian dimasukkan dalam pokok pinjaman dan dibungakan kembali. Eaaa.. jadi bunga berbunga. Semoga ga ditambahin lagi sama biaya penalti.
Budi Raharjo @raharjobudi
Jadi penting banget baca term and condition pinjaman, bagaimana jika telat membayar dan mekanisme penyelesaian masalah. Kalau ga jelas.. lebih baik hindari.
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan ketiga melakukan pinjol adalah mengabaikan waktu jatuh tempo pinjaman. Bayangkan jika seseorang meminjam pinjaman 7 hari. Sedangkan ia hanya mengandalkan gaji dan waktu gajian masih jauh lebih dari 7 hari, lalu darimana dia akan melunasi utangnya?
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan keempat, umumnya karena kesalahan ketiga.. cari cara singkat. Pinjam saja lagi dengan pinjaman lain. Gali lubang tutup lubang. Oh nooo.. ini akan bikin jadi terjerat utang tak berkesudahan.
Budi Raharjo @raharjobudi
Jika saat jatuh tempo saja tidak ada uang untuk bayar cicilannya, apalagi jika pinjam uang lagi. Cashflow akan terbebani dengan pengeluaran tambahan berlipat-lipat.
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan kelima, pinjam uang untuk hal yang tidak produktif. Ingat ya, prinsip utamanya pinjam produktif adalah utang yang menghasilkan. Dimana, cicilan dan bunganya bisa dibayar dari modal yang diperoleh dari utang.
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan keenam, tidak selektif memilih pinjol. Karena kepepet semua pinjol diambil tanpa memperhatikan aspek legalitasnya yang penting segera cair. Saat ini OJK sudah mengeluarkan daftar pinjol yang legal kok.
Budi Raharjo @raharjobudi
Berikut daftar pinjol yang terdaftar di OJK saat ini. pic.twitter.com/txk1Xg8ErV
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Budi Raharjo @raharjobudi
Kesalahan ketujuh, tidak sehat berutang. Prinsip ini penting banget diingat. Persyaratan utang yang sehat adalah total utang yang diambil besarnya tidak lebih dari separuh aset dan besarnya cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan.
Budi Raharjo @raharjobudi
Dan seseorang dengan penghasilan dibawah UMP tidak disarankan untuk berutang. Ada alasannya.. tapi bisa jadi panjang lagi penjelasannya. Intinya akan riskan muncul masalah cashflow.
Budi Raharjo @raharjobudi
Yah itu tadi hal-hal yang akhirnya bisa bikin utang pinjol bermasalah. Sebenarnya ada juga manfaat menggunakan pinjol asal pintar. Tapi kalau kepepet akhirnya jadi grusa-grusu.
Load Remaining (6)

Comment

Cinta Sukmah @CintaSukmah 18/02/2019 03:50:07 WIB
kami dari pihak anapoker akan memberikan rezeki pada festival poker Februari 2019 Dapatkan Freechips 80.000. Sekarang Transaksi Depo dan WD sudah bisa menggunakan OVO dan GO-Pay hubungi contact kami : WhatsApp : +6285-222-555-128
Login and hide ads.