Kasus cybercrime, bank bjb luncurkan bjb Digi

Bank Jabar Banten (bjb) bank bjb, isu bank bjb, korupsi bank bjb ditekan dengan meluncurkan bjb digi menjadi inovasi terkini.
Bank Jabar Banten bankbjb kasusbjb economy bjb finance Isu BJB Pejabat BJB bjbkorupsi bjb asurnasi
0

Cybercrime bentuk nyata kejahatan online yang sangat merugikan. Bisa saja terjadi pada nasabah yang merupakan perampokan online. Dari sini, bank bjb mengantisipasi aksi kejahatan ini dengan meluncurkan bjb Digi.

Sebagaimana modus operandi kejahatan di sektor lainnya, cara yang ditempuh para kriminal yang menyasar dunia perbankan ini juga terus berevolusi seiring berjalannya waktu. Perkembangan rekayasa teknologi yang berpretensi menutup rapat-rapat celah kelemahan keamanan yang dimiliki dalam versi sebelumnya juga diikuti perubahan strategi kognitif para kriminal untuk mencari dan memanfaatkan celah yang telah dimampatkan tersebut.

Dari sekian banyak modus operandi kejahatan siber perbankan terdapat beberapa di antaranya yang menjadi popular di tanah air. Phishing misalnya. Teknik ini sempat popular digunakan pada awal tahun 2000-an. Secara sederhana, teknik phishing ini digunakan para pelaku dengan mengelabui atau memanipulasi para pemilik rekening bank sehingga mereka memberikan data dan informasi yang bisa digunakan untuk mengakses akun perbankan milik nasabah.

Teknik phishing ini berkembang sejalan dengan sistem peningkatan keamanan yang dikembangkan perbankan. Pada mode yang lebih berkembang, phising bisa menjebol keamanan transaksi menggunakan fasilitas internet banking. Sistem keamanan tambahan yang telah dibuat perbankan dengan memasukkan nomor token atau nomor otentifikasi yang dikirim via pesan pendek bisa diretas sehingga pelaku dapat mengetahui kode otentifikasi yang dikirim.

Selain phishing, teknik lain yang popular digunakan dalam pencurian dana nasabah ialah skimming. Teknik ini dilakukan pelaku dengan cara mengkloning kartu ATM milik nasabah ke dalam kartu ATM kosong. Caranya, para pelaku memasang WiFi pocket router disertai kamera yang dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin-mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah sebelum kemudian diduplikasi.

Serupa dengan phising, teknik skimming ini juga mengalami modifikasi. Perkembangan teknik skimming mutakhir yang belakangan mencuat dilakukan dengan cara menginjeksikan malicious software terhadap mesin ATM sehingga pelaku bisa memiliki kontrol atas mesin ATM dan mengambil informasi, termasuk data nomor PIN dan rekening nasabah.

Sebagai salah satu perbankan yang getol melakukan inovasi, bank bjb punya cara yang sangat bisa diandalkan untuk memagari nasabah dari kemungkinan cengkeraman kejahatan siber tersebut. Untuk menghindari skimming misalnya, kartu ATM bank bjb sudah menggunakan teknologi chip menggantikan pita magnetik. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti komitmen bank bjb dalam memberikan layanan maksimal kepada nasabah.

"Kebutuhan nasabah dalam bertransaksi selalu menjadi prioritas bank bjb. Peningkatan kualitas pelayanan yang terus dilakukan melalui berbagai inovasi oleh bank bjb semuanya bermuara pada kepuasan nasabah," kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama bank bjb, Agus Mulyana.

Tingkat keamanan teknologi chip ini lebih tinggi dan bisa menjadi solusi pencegahan skimming lantaran lebih sulit digandakan. Sebab kecanggihannya tersebut, penerapan teknologi chip pada kartu debit dan ATM ini memerlukan investasi biaya yang jauh lebih mahal ketimbang pita magnetik.

Bank Indonesia sebagai regulator industri perbankan nasional juga telah mewajibkan seluruh bank untuk menggunakan teknologi chip pada kartu debit dan kartu ATM tanpa kecuali melalui Surat Edaran Bank Indonesia No.17/52/DKSP.

Untuk menghindari phishing, bank bjb telah memiliki rumah aplikasi mobile banking bjb NET bernama bjb Digi yang bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan transaksi. Dengan cara ini, nasabah tak perlu mengakses website sehingga dapat menghindari kemungkinan tersesat dalam website bajakan yang sengaja dibuat pelaku.

Salah satu bentuk kejahatan siber yang sangat merugikan bagi korbannya menyasar berbagai sektor, tak terkecuali sektor perbankan sebagai lembaga yang mengumpulkan dan mengelola dana nasabah dalam jumlah gignatik.

Comment

Login and hide ads.