1
Andini Resakih @andini_resakih
Kontroversi kebijakan alih fungsi lahan rawa menjadi sawah, kini berlanjut.
Andini Resakih @andini_resakih
Karena Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini menargetkan akan melakukan konversi lahan rawa menjadi sawah sebanyak 500.000 hektare (ha) dan perluasan lahan sawah yang sudah ada sebesar 6.000 ha.
Andini Resakih @andini_resakih
Konon, program mencetak sawah dari lahan rawa ini mempertimbangkan siklus musim panas ke depan akan lebih panjang dan lahan rawa akan lebih tahan banting.
Andini Resakih @andini_resakih
Kementan sendiri tidak main-main dengan program alih fungsi rawa ini. Karena program ini akan dilakukan dengan total anggaran sebesar Rp 4,9 triliun.
Andini Resakih @andini_resakih
Itu mencakup sekaligus untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), pengembangan embung, dan irigasi-irigasi lainnya.
Andini Resakih @andini_resakih
Optimalisasi lahan rawa menjadi sawah ini akan difokuskan di Kalimantan Selatan seluas 300.000 ha, Sumatera Selatan 200.000 ha dan sebagian kecil di Jambi. Sedangkan perluasan areal sawah akan dilakukan di Riau, Sumatera dan Sulawesi.
Andini Resakih @andini_resakih
Area rawa menjadi lokasi pengembangan lahan sawah terkini karena memiliki potensi yang besar.
Andini Resakih @andini_resakih
Dalam catatan Kementan, luas rawa di Indonesia mencapai 33,4 juta hektar yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 23,05 juta hektar dan rawa lebak seluas 10,35 juta hektare.
Andini Resakih @andini_resakih
Mengacu pada laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, untuk ke depan dan tahun ini sudah masuk musim El-Nino atau siklus kemarau bakal lebih panjang daripada musim hujan.
Andini Resakih @andini_resakih
Kondisi ini akan terjadi hingga periode 5-10 tahun ke depan, sehingga lahan rawa yang memiliki nilai tingkat serap tinggi bakal memiliki cadangan air yang dalam.
Andini Resakih @andini_resakih
Tapi yang sepertinya diabaikan pemerintah adalah peringatan dari para pegiat lingkungan. kompasiana.com/irmakhalid/5c6… pic.twitter.com/DffNh93noy
Expand pic
Andini Resakih @andini_resakih
Mereka mengingatkan Kementan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dini, yang juga dikenal dalam UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Andini Resakih @andini_resakih
Terutama lagi, belajar dari pengalaman terdahulu.
Andini Resakih @andini_resakih
Karena pada 1995, Presiden Soeharto pernah punya program serupa. Yakni memanfaatkan lahan gambut untuk areal tanaman pangan.
Andini Resakih @andini_resakih
Itu diatur melalui Keppres No. 82 mengenai Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG)
Andini Resakih @andini_resakih
Tapi sayangnya, satu Juta Hektar di Kalimantan Tengah, tidak berakhir mulus, bahkan hampir setengah dari 15 ribu keluarga transmigran yang dahulu ditempatkan pada kawasan tersebut, meninggalkan lokasi.
Andini Resakih @andini_resakih
Pemanfaatan lahan rawa tandasnya harus diletakkan secara hati-hati. Kemampuan ekosistem lahan gambut atau rawa, tidak bisa dipandang terpisah-pisah.
Andini Resakih @andini_resakih
Menurutnya, fungsi dan dampaknya terhadap ekosistem dan produksi pangan harus dipertimbangkan secara matang.
Andini Resakih @andini_resakih
Pada zaman Soeharto itu, proyek lahan gambut satu juta hektar berakhir dengan kegagalan.
Andini Resakih @andini_resakih
Mungkin saat itu belum ada pihak yang sadar atau mengingatkan pemerintah bahwa Rawa gambut merupakan ekosistem esensial yang terbentuk jutaan tahun.
Andini Resakih @andini_resakih
Bukan hanya memiliki fungsi hidrologi, tetapi juga sebagai penyimpan karbon, jika rusak maka akan menyebabkan perubahan iklim.
Andini Resakih @andini_resakih
Dan pada akhirnya perubahan iklim akan berdampak pada produksi pertanian.
Andini Resakih @andini_resakih
Selain ancaman dampak ekologis, produktivitas sawah dari rawa tidak bisa menyaingi yang konvensional.
Andini Resakih @andini_resakih
Untuk satu petak sawah dari rawa menghasilkan 3 ton per ha, sedangkan dari sawah lahan biasa di 6 ton per ha.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.