0
Deva Irawan @devairawan_
Selama ini kebijakan pemerintah dalam mengelola jagung seperti bermain-main yak. Pemerintah tapi kok kebijakannya receh, ya gak? @IndraShaza @gufronsyahbana @Saridee2 @keenant_4Laz kaskus.co.id/thread/5c618eb…
Deva Irawan @devairawan_
Negeri ini sepertinya butuh pawang jagung. Harus ada seseorang atau mungkin lembaga tertentu yang bisa mengendalikan jagung. kompasiana.com/taofikhasan/5c… pic.twitter.com/W3jo0plKgz
Expand pic
Deva Irawan @devairawan_
Mulai dari produksi, distribusi, hingga penjualannya. Karena saat ini, harga jagung di pasaran, masih tidak terkendali.
Deva Irawan @devairawan_
Para peternak masih mengeluhkan harga beli jagung yang tinggi, kisarannya sekitar Rp 6.200-6.300 per kg. Itu berada di atas harga patokan pemerintah, yakni Rp 4.000 per kg.
Deva Irawan @devairawan_
Padahal, saat ini katanya Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah merealisasikan impor jagung sebanyak 100 ribu ton pada awal Januari 2019.
Deva Irawan @devairawan_
Impor tersebut merupakan jatah yang diberikan pemerintah pada akhir tahun lalu. kumparan.com/@kumparanbisni…
Deva Irawan @devairawan_
Kedatangan jagung impor tersebut diharapkan sebagai alat untuk meredam harga jagung di pasaran khususnya di peternak.
Deva Irawan @devairawan_
Namun fakta justru sebaliknya. Jagung impor Bulog belum berhasil menurunkan harga di peternak.
Deva Irawan @devairawan_
Kenaikkan harga jagung ini terjadi sejak pasokan jagung mulai menipis alias seret pada akhir tahun lalu. Padahal peternak membutuhkan jagung untuk pakan ternak sekitar 1,1 juta per bulan.
Deva Irawan @devairawan_
Oleh karena itu saat ini peternak mengalami kesulitan untuk mencari jagung untuk bahan pakan.
Deva Irawan @devairawan_
Bahkan saat ini peternak terpaksa menggunakan jagung basah atau jagung yang memiliki kadar air 32 persen.
Deva Irawan @devairawan_
Biasanya jagung yang digunakan peternak untuk pakan adalah yang memiliki kadar air sekitar 15 persen.
Deva Irawan @devairawan_
kadar air yang tinggi menyebabkan asupan nutrisi ayam berkurang sehingga mengganggu produktivitas telur.
Deva Irawan @devairawan_
Oleh karena itu, para peternak mengakui bahwa produktivitas mereka sudah turun hingga menjadi 7000 ton per hari. Dan berfluktuasi 3-5 persen tiap harinya. kumparan.com/@kumparanbisni…
Deva Irawan @devairawan_
, Selain produksi telur terganggu, proses pertumbuhan ayam hidup pun terganggu. Saat ini, pertumbuhan ayam potong tidak ada yang lebih dari 2 kilogram.
Deva Irawan @devairawan_
Masalah jagung ini juga sebenarnya tidak berjalan tanpa antisipasi.
Deva Irawan @devairawan_
Pada awal 2019 kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajukan pembukaan keran impor jagung. Bahkan tanpa kuota.
Deva Irawan @devairawan_
Ini sangat bertentangan dengan keputusan Mentan di 2015 lalu, yang menyatakan akan menutup impor jagung untuk pakan ternak.
Deva Irawan @devairawan_
Ombudsman sendiri sudah mewanti-wanti, agar pemerintah -khususnya Kementerian Pertanian- berhati-hati dalam mengajukan impor jagung. pic.twitter.com/ZokFSNqPJQ
Expand pic
Deva Irawan @devairawan_
Karena menurut lembaga pengawas pelayanan publik itu, impor jagung harus mempertimbangkan produksi dan kebutuhan di dalam negeri.
Deva Irawan @devairawan_
Tidak bisa dilakukan seperti yang diajukan Kementan kemarin, yakni impor tanpa kuota.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.