Created on App

Mungkinkah Jagung Dikendalikan? By @devairawan_

Chirpified
0
Deva Irawan @devairawan_

Selama ini kebijakan pemerintah dalam mengelola jagung seperti bermain-main yak. Pemerintah tapi kok kebijakannya receh, ya gak? @IndraShaza @gufronsyahbana @Saridee2 @keenant_4Laz kaskus.co.id/thread/5c618eb…

12/02/2019 01:20:43 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Negeri ini sepertinya butuh pawang jagung. Harus ada seseorang atau mungkin lembaga tertentu yang bisa mengendalikan jagung. kompasiana.com/taofikhasan/5c… pic.twitter.com/W3jo0plKgz

12/02/2019 12:58:31 WIB
Expand pic
Deva Irawan @devairawan_

Mulai dari produksi, distribusi, hingga penjualannya. Karena saat ini, harga jagung di pasaran, masih tidak terkendali.

12/02/2019 12:58:46 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Para peternak masih mengeluhkan harga beli jagung yang tinggi, kisarannya sekitar Rp 6.200-6.300 per kg. Itu berada di atas harga patokan pemerintah, yakni Rp 4.000 per kg.

12/02/2019 12:59:02 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Padahal, saat ini katanya Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah merealisasikan impor jagung sebanyak 100 ribu ton pada awal Januari 2019.

12/02/2019 12:59:13 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Impor tersebut merupakan jatah yang diberikan pemerintah pada akhir tahun lalu. kumparan.com/@kumparanbisni…

12/02/2019 12:59:47 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Kedatangan jagung impor tersebut diharapkan sebagai alat untuk meredam harga jagung di pasaran khususnya di peternak.

12/02/2019 12:59:59 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Namun fakta justru sebaliknya. Jagung impor Bulog belum berhasil menurunkan harga di peternak.

12/02/2019 13:00:10 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Kenaikkan harga jagung ini terjadi sejak pasokan jagung mulai menipis alias seret pada akhir tahun lalu. Padahal peternak membutuhkan jagung untuk pakan ternak sekitar 1,1 juta per bulan.

12/02/2019 13:00:25 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Oleh karena itu saat ini peternak mengalami kesulitan untuk mencari jagung untuk bahan pakan.

12/02/2019 13:00:37 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Bahkan saat ini peternak terpaksa menggunakan jagung basah atau jagung yang memiliki kadar air 32 persen.

12/02/2019 13:00:49 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Biasanya jagung yang digunakan peternak untuk pakan adalah yang memiliki kadar air sekitar 15 persen.

12/02/2019 13:01:07 WIB
Deva Irawan @devairawan_

kadar air yang tinggi menyebabkan asupan nutrisi ayam berkurang sehingga mengganggu produktivitas telur.

12/02/2019 13:01:25 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Oleh karena itu, para peternak mengakui bahwa produktivitas mereka sudah turun hingga menjadi 7000 ton per hari. Dan berfluktuasi 3-5 persen tiap harinya. kumparan.com/@kumparanbisni…

12/02/2019 13:01:48 WIB
Deva Irawan @devairawan_

, Selain produksi telur terganggu, proses pertumbuhan ayam hidup pun terganggu. Saat ini, pertumbuhan ayam potong tidak ada yang lebih dari 2 kilogram.

12/02/2019 13:02:01 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Masalah jagung ini juga sebenarnya tidak berjalan tanpa antisipasi.

12/02/2019 13:02:13 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Pada awal 2019 kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajukan pembukaan keran impor jagung. Bahkan tanpa kuota.

12/02/2019 13:02:27 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Ini sangat bertentangan dengan keputusan Mentan di 2015 lalu, yang menyatakan akan menutup impor jagung untuk pakan ternak.

12/02/2019 13:02:37 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Ombudsman sendiri sudah mewanti-wanti, agar pemerintah -khususnya Kementerian Pertanian- berhati-hati dalam mengajukan impor jagung. pic.twitter.com/ZokFSNqPJQ

12/02/2019 13:06:33 WIB
Expand pic
Deva Irawan @devairawan_

Karena menurut lembaga pengawas pelayanan publik itu, impor jagung harus mempertimbangkan produksi dan kebutuhan di dalam negeri.

12/02/2019 13:06:53 WIB
Deva Irawan @devairawan_

Tidak bisa dilakukan seperti yang diajukan Kementan kemarin, yakni impor tanpa kuota.

12/02/2019 13:07:05 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!