Dari penghasilan kotor atau bersih ? #EdukasiZakat

Chirpified
321 View 0 comments
Add to Favorite
0
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Semua jenis zakat memiliki hitungan tersendiri yang berbeda, namun syarat dasar nya tetap sama yakni telah mencapai nishab dan haul #EdukasiZakat
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Jika nishab zakat penghasilan kita qiyaskan dengan nishab emas yakni 85 gram, dengan asumsi harga emas saat ini Rp 605.000 maka 85 x 605.000 = 51.425.000/12 sehingga nisabnya didapat Rp 4.285.417,-/bulan #EdukasiZakat
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Maka, gaji atau penghasilan yang mencapai nilai tersebut sudah wajib membayarkan zakatnya sebesar 2.5% #EdukasiZakat
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Kemudian yang sering jadi pertanyaan berikutnya ialah zakat penghasilan tersebut dihitung dari penghasilan kotor atau penghasilan bersih ? #EdukasiZakat pic.twitter.com/B8fMxl0lBp
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Mengenai zakat penghasilan menurut Yusuf Qardhawi perhitungannya dibedakan menurut dua cara, yaitu: Zakat dihitung 2,5% dari penghasilan kotor #EdukasiZakat pic.twitter.com/XNmpbJw7zX
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Kedua, Zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan #EdukasiZakat pic.twitter.com/ucQe5ETaUt
 Expand pic
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Kesimpulannya seorang yang mendapatkan penghasilan halal dan telah mencapai nisab (85 gr emas), wajib mengeluarkan zakat 2,5 %, boleh dikeluarkan setiap bulan untuk menyegerakan kebaikan atau di akhir tahun #EdukasiZakat
#JanganTakutBerbagi @Dompet_Dhuafa
Sebaiknya zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor untuk menjaga kehati-hatian, khawatir ada harta yang wajib zakat tetapi tidak dizakati. Wallahu'alam #EdukasiZakat pic.twitter.com/4bWRCO506E
 Expand pic
Login and hide ads.