1
Olphi Disya Arinda @disyarinda
💛 A T T A C H M E N T 💛 Kenapa ada orang yg hobinya curigaan & cemburu buta ke pasangan? Kenapa ada yg bucin sampai segitunya? 😂 Dan kenapa ada yg merasa baik-baik aja bahkan di saat jarak memisahkan? Again, psychology based explanation. A thread.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Attachment adl ikatan emosional yg terbentuk antara bayi & caregiver (ortu/pengasuh) yg membantu bayi memenuhi kebutuhannya. Pengalaman pada masa bayi tsb menstimulasi neural pathways utk berkembang yg membentuk pola ketahanan dlm merespon orang lain, pengalaman, & hal umum lain.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Meskipun terbentuk mulai dari bayi, tapi attachment style (AtSt) bisa terbawa sampai dewasa & membentuk relasi intim nantinya. Kok bisa? Karena AtSt menyediakan strategi coping dari kecil, jadi kayak udah kebentuk mental set utk merespon berbagai hal, termasuk urusan cinta 🥰
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Sebenarnya kalau ngebahas AtSt itu ada banyak versinya. Beda teoretikus, beda juga konsep AtSt yg dijelaskan. Klasifikasi AtSt-nya beda-beda. Ada versi Ainsworth (1978); Bartholomew (1990); Hazan & Shaver (1987); George, Kaplan, Main (1985). Banyak kan? ._.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Bedanya apa? Ya ada perbedaan dan persamaan juga sih. Tapi gue akan pilih satu, yaitu dari Bartholomew, yg menurut gue lebih pas utk dibahas secara awam & gue pun lebih enak baca literatur yg versi Bartholomew ini sih hehe Kalau ada yg lebih suka konsep AtSt lain, ya monggo aja~
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Ada 4 attachment style (kita singkat AtSt ya) ala Bartholomew. AtSt adl klasifikasi dari attachment. Semacam kategori umum gitu. Nah, kategori AtSt ini ternyata bisa dikaitkan juga dgn AtSt pada hubungan intim.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Keempat AtSt ini sebenarnya bukan utk mengkotak-kotakan manusia. Tapi justru kategori tsb berada di rentang low-high avoidance of intimacy dan rentang low-high anxiety about abandonment (Shaver & Mikulincer, 2013). Bingung gak? Hahaha.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Begini kira-kira. Jadi kayak kuadran gitu :) pic.twitter.com/rEenx71y20
Expand pic
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Jadi, ada kondisi avoidance of intimacy, dmn high artinya cenderung menghindari relasi intim, sulit percaya dgn org lain. Kalau orang yg nyaman berelasi dgn org lain dan dapat menjalin relasi dgn kepercayaan berarti low in avoidance. Begitu...
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Sedangkan di rentang satunya, ada yg namanya anxiety about abandonment, dmn high artinya cenderung takut akan ditinggalkan & merasa diri gak berharga. Orang yg bisa meregulasi rasa cemas dgn baik & merasa dirinya berharga berarti low in anxiety. Udah mulai paham?
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Oke, balik lagi ke 4 kategori AtSt ya. Gue coba bahas satu-satu dulu yes. Tapi secara singkat aja karena kalau secara rinci ntar thread-nya gak udah2 🤣 Penting!!! Sekali lagi, AtSt bukan utk mengkotak-kotakan ya. Tapi sebagai bahan evaluasi aja. Oke?
Olphi Disya Arinda @disyarinda
1) Attachment Style: SECURE Low anxiety, low avoidance. Orang dgn Secure AtSt mudah bersosialiasi, nyaman berelasi dan mudah utk dekat secara emosional dgn orang lain. Kamu begini gak? Hehe. pic.twitter.com/xgboOzmGy1
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Orang dgn Secure AtSt merasa nyaman bergantung pada org lain dan gak keberatan juga kalau ada org yg dependen dengannya. Seimbang gitu. Kerennya, merasa gak masalah ketika sendirian atau ketika ada orang lain yg gak menerimanya. Mereka tahu cara menempatkan diri sih.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Dlm relasi, orang dgn Secure AtSt bukan tipe yg drama kalau lagi LDR. Sesekali merasa kesepian ya wajar, tapi mereka bisa mengatasinya dgn baik. Mereka juga tahu kemampuan & kebutuhan. Kalau butuh sesuatu dari pasangannya, mereka akan menyatakan & kalau mampu, mereka akan bantu.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Gak rewel ketika harus berjauhan, gak ngerepotin ketika bersama. Tahu batas & mampu menghormati privasi. Selalu cari cara utk self-care tapi gak egois. Mengerti dan optimis, gak mudah ragu dan cerdas mengelola emosi. Sounds perfect!
Olphi Disya Arinda @disyarinda
2) Attachment Style: PREOCCUPIED High anxiety, low avoidance. Orang dgn Preoccupied AtSt cenderung mudah gelisah dan curigaan thdp apapun yg menurutnya akan mengancam hubungan. Needy & jealous udah kayak agenda sehari-hari. pic.twitter.com/qiVcFmeFVn
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Orang dgn Preoccupied AtSt ingin dekat secara emosional dgn orang lain, tapi juga merasa bahwa orang lain tsb gak akan bisa sedekat yg ia harapkan. Merasa gak nyaman tanpa relasi intim (menjomblo/saat sendiri), tapi juga khawatir bahwa orang lain gak akan menganggapnya berharga.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Memang agak gak jelas maunya apa sih sih orang dgn Preoccupied AtSt ini. Paling jelas sih sebenernya, mereka sulit berhenti utk gak overthinking thdp hal-hal yg dipikirnya mengancam hubungannya dan diri sendiri. Ya karena takut kehilangan dan dicampakkan. Tapi di sisi lain…
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Di sisi lain juga needy, gak tenang kalau gak punya pacar atau sulit menghargai keputusan orang lain. Sederhananya, mereka adl pencemburu yg pesimis. Sering curiga tak beralasan dan cemas berlebihan akan apa yg orang lain rasakan terhadapnya. Huhuhu :(
Olphi Disya Arinda @disyarinda
3) Attachment Style: DISMISSING Low anxiety, high avoidance. Super mandiri dan self-reliant sampai-sampai gak butuh intimacy :)) menurut mereka, hidup tanpa cinta itu wes biyasah~ pic.twitter.com/K97oCmQVMk
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Dari kata dismiss, udah bisa ketebak dong seperti apa? Yap, mereka dgn Dismissing AtSt ini lebih nyaman tanpa relasi dgn ikatan emosional. Berorientasi pada self-sufficient & kemandirian. Lebih memilih utk gak bergantung pada orang lain maupun orang lain bergantung padanya.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Orang dgn AtSt ini gak melulu jomblo lho. Kadang ada aja yg berpasangan maupun menikah. Tapi ya gitu, perilakunya cenderung cuek & lebih mementingkan diri sendiri. Karena bagi mereka, hidup sendiri lebih baik. Bisa juga Dismissing AtSt berkembang saat mereka menjalin relasi.
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Dismissing AtSt juga sering disebut Avoidant AtSt. Nah, coba renungkan deh… kebayang gak kalau orang dgn Preoccupied AtSt berpasangan dgn orang dgn Dismissing AtSt? Yang satu kerjaannya cemburu buta, yg satu gak peduli & cuek bebek. Kzl g si 😩
Olphi Disya Arinda @disyarinda
4) Attachment Style: FEARFUL High anxiety, high avoidance. Umumnya dialami oleh orang yg berada pada hubungan dgn kekerasan dalam pacarana/rumah tangga (KDP/KDRT). Tetep berhubungan tapi takutan ☹ tapi ada juga kok pasangan tanpa KDP/RT yg dgn AtSt ini. pic.twitter.com/jJoJFZlshW
Olphi Disya Arinda @disyarinda
Hubungannya dirasakan sangat mencekam sehingga bikin orang dgn FEARFUL AtSt sering menghindari pasangannya. Orang dgn AtSt ini sebenarnya ingin emotionally close dgn pasangan tapi takut dilukai dan takut berharap/ditolak. Iya, isinya cuma ketakutan…
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.