0
SKATA @SKATA_ID
Berbagai daerah di Indonesia masih melakukan praktik sunat pada perempuan menurut kepercayaan dan kebudayaan masing-masing.
SKATA @SKATA_ID
Beberapa praktik sunat perempuan sifatnya lebih merupakan simbolisasi semata dengan mengoleskan kunyit, obat-obatan herbal, atau menempelkan pisau yang dibalut handuk ke organ intim anak perempuan.
SKATA @SKATA_ID
Sayangnya, beberapa praktik sunat perempuan masih melibatkan pisau bedah atau benda tajam lainnya untuk memotong sebagian atau menggores organ intim anak perempuan tanpa persetujuan si anak.
SKATA @SKATA_ID
Sunat perempuan dipercaya secara simbolis sebagai tindakan untuk mengontrol perempuan agar nafsu seksnya terkendali (tidak binal), dan patuh kepada suaminya kelak.
SKATA @SKATA_ID
Berbagai penelitian di era modern telah menunjukkan bahwa tidak ada keuntungan medis yang didapatkan dengan menyunat perempuan. Sedangkan efek dari praktik ini adalah gangguan seksual, reproduksi, dan gangguan mental pada perempuan.
SKATA @SKATA_ID
Beberapa risiko itu di antaranya adalah: infeksi saluran kencing, kista, kemandulan, dan komplikasi dalam kehamilan (BBC, 2013). Dampak jangka pendeknya yaitu pendarahan, infeksi organ panggul, tetanus, serta pembekakan pada uretra...
SKATA @SKATA_ID
...Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu sakit dan rasa tidak nyaman ketika berhubungn seksual, disfungsi seksual, gangguan haid, serta infeksi saluran kemih kronis. Bagaimana menurutmu? Apakah sunat perempuan masih logis untuk dijalankan di era modern ini?
Login and hide ads.