4
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
01. Oke. Saya akan Twit mengenai Haramkah GoPay? Haramkah Grab Pay? Haramkah OVO? Haramkah eMoney? Buat Ustadz sebelah yang hoby mengharam-haramkan, silahkan komen, tapi ilmiah, taat NKRI. Boleh share buat follower @gojekindonesia @GrabID @ovo_id @AhmadGozali @AidilAKBAR
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
02. Akan ada beberapa Tashowwur (pemaknaan alur/transaksi) Payment Point ala GoPay, GrabPay, OVO, eMoney sampai Paytren. Saya akan pake Logika Jual Beli Manfaat. Silahkan buka Kitab Bidayah al Mujtahid wa Nihayah al Muqtashid bab Ijarah ini. #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney pic.twitter.com/PqQi7Q6IQJ
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
03. Buat Ustadz sebelah yang mungkin memaknai Payment Point ini dengan Jual Beli atau Pertukaran Uang atau Alat Tukar atau Mata Uang, tentu pake logika Ash-Shorf ini. #GoPay #GrabPay #OVO Buka Kitab Bidayah al Mujtahid wa Nihayah al Muqtashid bab Ash-Sharf pic.twitter.com/ww789GfhE9
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
04. Bagi Ustadz sebelah yang memaknai Payment Point sebagai Pinjaman, baca ini I'anah ath Thalibin Juz 3 halaman 53. pic.twitter.com/UKsNkc6xYv
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
05. Buat Ustadz sebelah yang memaknai Payment Point adalah PINJAMAN, bacalah ini. Ini di Kitab Qawaid Dhawabith Fiqh, saya ada Kitabnya di rumah. #PaymentPoint #GoPay #GrabPay #OVO pic.twitter.com/tk4py5wU3h
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
06. Mari kita mulai bahasan #PaymentPoint #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney ini dengan mencermati alur Payment Point tersebut.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
07. Anda pengguna #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney #Paytren mengawali transaksi dengan melakukan DEPOSIT atau PENGISIAN PULSA aplikasi atau eMoney. Muncullah SALDO pada aplikasi. Fatwa DSN MUI sudah LUGAS menegaskan bahwa ini BUKAN SEPERTI REKENING TABUNGAN BANK. So?
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
08. Jika Fatwa DSN MUI No. 116 menegaskan ini bukan seperti rekening Bank, maka selanjutnya kita cek, apa sebenarnya makna Deposit? Kamungkinan makna Deposit adalah (1) Titipan atau (2) Jual Beli. Mari mengerucut di dua kemungkinan itu.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
09. Ustadz sebelah memaknai PINJAMAN. Perhatikan Imam Syafii & Imam Ahmad, beliau berdua menentukan hukum berdasar Lafazh atau Istilah yang digunakan. Jika tidak ada bukti tercatat bahwa DEPOSIT tersebut tidak ditulis PINJAMAN, jangan tuduh itu Pinjaman. #GoPay #GrabPay #OVO pic.twitter.com/35pAlLHBs0
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
10. Ketika Ustadz sebelah memaknainya Pinjaman, wajar saja Ustadz sebelah mangharamkan Payment Point yang menjanjikan PROMO, DISKON, BONUS. Ini dasarnya. Fath al Muin dalam Syarah I'anah ath Thalibin. Ini kitab Madzhab Syafii yang TEKSTUAL banget. pic.twitter.com/pZFFFMVr3O
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
11. Ustadz sebelah menuduh haram karena ada diskon atas Pinjaman, perhatikan, kitab ini menyebut istilah QARDH (pinjaman). Kitab Madzhab Syafii. Padahal Madzhab Syafii itu TEKSTUAL banget. Tanpa melihat Esensi. Padahal pada #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney tak disebut PINJAMAN pic.twitter.com/sJgmjCo7E9
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
12. Ustadz sebelah mengharamkan Diskon/Hadiah pada #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney #Paytren pake Rujukan Madzhab Syafii, tapi memaknainya pake Maszhab Hanafi. Ini gak konsisten. Oke. Sampai disini saya ingin menegaskan, Tidak ada kata PINJAMAN pada Deposit Payment Point. pic.twitter.com/CVY7oH98jT
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
13. Buat #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney #Paytren ya, tetap jangan tulis PINJAMAN. Tulis Deposit aja. Top Up Saldo, agar tidak valid itu Pinjaman. Sampai disitu, gak ada alasan kuat skema Top Up berhadiah itu diharam-haramin. pic.twitter.com/m0ESnAKRdz
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
14. Kalau Ustadz sebelah ngeyel bahwa #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney #Paytren itu PINJAMAN, ini landasan ilmiah bahwa Deposit pada Top Up Saldo itu BUKAN PINJAMAN karena Anda tidak menulisnya Pinjaman. Ini cara berhukum Madzhab Syafii dan Imam Ahmad. Clear. Ada rujukan. pic.twitter.com/iN5buRkPl7
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
15. Nanti bersambung ya. Lagi sama anak 😊😊 pic.twitter.com/5qVDzqfAG5
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
16. Kalau eMoney adalah Pinjaman, menurut Kitab ini, PINJAMAN BERSYARAT ALIRAN MANFAAT BAGI PEMBERI PINJAMAN ADALAH RIBA. Ini Kitab Madzhab Syafii yang menghukumi transaksi berdasar TEKS. Padahal TIDAK AKAN DITEMUKAN TEKS kata PINJAMAN dalam Deposit eMoney. #GoPay #GrabPay pic.twitter.com/1waSFl2oRw
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
17. Jika eMoney disebut Pinjaman, maka janji Diskon, Hadiah buat pemilik saldo adalah Riba. Tapi eMoney bukan Pinjaman karena (a) tidak ada kata Pinjaman, (b) memang bukan Pinjaman. Madzhab Imam Syafii dan Imam Ahmad pun menghukumi BEDA antara titipan dan pinjaman.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
18. Satu saja mazhab mendukung argumen kita, persoalan beda pendapat langsung selesei, yakni, jangan ribut, apalagi ini Muamalah. Dalam Muamalah, sangat sangat lebih aman menghalal-halalkan daripada mengharam-haramkan. #GoPay #GrabPay #OVO #eMoney #Paytren
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
19. Saya tambahi dengan Tafsir Ibnu Katsir ini yang bikin rumus: menyatakan Riba atas Jual Beli yang Sah adalah Masuk Kategori Perilaku MUSYRIK. Hati-hati mengharamkan Payment Point. Salah salah, bisa masuk kategori perilaku MUSYRIK. Mana dalilnya? Baca kitab itu 😊😊 pic.twitter.com/FCxWiCqaPG
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
20. Ada lagi yang menghukumi eMoney adalah pertukaran uang seperti valas. Argumen ini kurang tepat oleh karena eMoney itu bukan Uang yang bisa dipake di manapun. EMoney hanya aplikasi yang bernilai Uang, bukan Uang seperti Rupiah yang bisa dipake transaksi dimanapun.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
21. Nanti lanjut lagi ya. Belum saya bahas, Payment Point itu kontrak jenis apa? Rujukannya mana? Bersambung.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
22. Emoney itu menurut Fatwa DSN MUI No 116 BISA berakad titipan yang dipake, bisa berakad titipan yang tidak dipake. Jika Anda penggemar Madzhab Hanafi, kalau titipan kok dipake, maka berarti Pinjaman. Pinjaman bersyarat manfaat bagi Anda, seperti hadiah/diskon, maka itu Riba.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
23. Kalau Anda bermadzhab Syafii dan Imam Ahmad, titipan itu dipake atau tidak dipake, silahkan aja janji hadiah atau bonus. Halal. Ber-Islam, jika ada beda pendapat, jangan mengharam-haramin. Sampai disini, jelas skema Deposit berjanji hadiah/bonus/cashback itu HALAL.
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
24. Ada 1 tashowwur (penentuan alur) Payment Point yang menurut saya logis: (1) pada saat deposit (jual beli manfaat) (2) pada saat pesan (jual beli pesan manfaat). Di bawah ini rujukan jual beli manfaat. pic.twitter.com/5hSNGs2Urn
Expand pic
Ahmad Ifham Sholihin @ahmadifham
25. Pada saat Konsumen DEPOSIT, terjadilah PERTUKARAN antara UANG dengan MANFAAT APLIKASI berupa aplikasi BERSALDO. Seperti beli Pulsa gitu deh. Konsekuensi: (1) Nilai Uang dan Nilai Saldo BOLEH BEDA (2) Uang BOLEH dipake Pemilik Aplikasi (3) Boleh JANJI Diskon/Bonus/Cashback pic.twitter.com/RODsJ5y71O
Expand pic
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.