1
Teguh Santosa @teguhtimur
Sampai malam ini saya berusaha sebisa mungkin membayangkan perasaan Dutabesar Federasi Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva manakala dirinya mendengar tudingan mengenai propaganda Rusia dalam pemilihan presiden Indonesia.
Teguh Santosa @teguhtimur
Itu tudingan yang tidak boleh dan tidak mungkin dianggap sederhana, karena disampaikan seorang presiden, dalam hal ini Presiden Joko Widodo, secara konsisten beberapa kali.
Teguh Santosa @teguhtimur
“Ada tim sukses yg menyiapkan sebuah propaganda yg namanya propaganda Rusia, yg setiap saat selalu mengeluarkan semburan2 fitnah, yg setiap saat selalu mengeluarkan semburan2 dosa, yg setiap saat selalu mengeluarkan semburan2 hoax,” katanya di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (2/2).
Teguh Santosa @teguhtimur
Tudingan senada disampaikannya sehari kemudian, (Minggu, 3/2) saat bertemu Sedulur Pengusaha Kayu dan Mebel di Solo. Srategi kampanye ala konsultan asing yang digunakan kubu oposisi, kata Jokowi, berpotensi memecah belah masyarakat.
Teguh Santosa @teguhtimur
“Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu… Memang teorinya seperti itu,” kata Jokowi lagi.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dubes Vorobieva yang saya kenal punya banyak kebijaksanaan. Saya bertemu dengan dirinya beberapa kali.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dalam sesi wawancara di bulan April 2018, Lyudmila Vorobieva menyampaikan satu kebijaksanaan yang diambilnya dari pemikiran bangsa Rusia yang sudah mengalami dinamika dalam percaturan politik dunia sedemikian rupa.
Teguh Santosa @teguhtimur
Plokhoy mir luchshe khoroshey voyny, atau perdamaian yang buruk lebih bagus daripada peperangan yang baik.
Teguh Santosa @teguhtimur
Kebijaksanaan ini membuat saya tercenung, dan sesaat membandingkan-bandingkannya dengan peribahasa Latin yang terkenal itu, si vis pacem, para bellum, yang artinya, bila ingin berdamai harus siap menghadapi perang. pic.twitter.com/oXze6K3Ylq
Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Pertemuan terakhir dengan Dubes Vorobieva adalah dalam resepsi perayaan kemenangan Revolusi Kuba di Hotel Borobudur bulan Januari lalu.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dubes Vorobieva bertanya kepada saya: “Anda kemana saja, seperti menghilang.” Dia kira saya sibuk karena ikut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Saya pun menggelengkan kepala.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dalam konser utk merayakan HUT ke-263 Mozart dan HUT ke-70 Jaya Suprana di TIM tgl 27 Januari lalu, kami sekilas bertemu, walau tak sempat bertukar cerita. Begitu banyak tamu yg ingin berbicara dengannya. Hari itu Dubes Verobieva dpt kehormatan khusus dari Jaya Suprana.
Teguh Santosa @teguhtimur
Seorang pianis Rusia, Anna Volovich, ikut tampil di dalam konser membawakan komposisi "Dedemit" karya Jaya Suprana diiringi sendratari yang menggambarkan dunia gaib nusantara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Saya kira Dubes Vorobieva cukup mengenal alam pikiran bangsa-bangsa di kawasan ini. Ia melewati masa kecilnya di dua negara Asia Tenggara, Thailand dan Laos. Sampai kini ia masih bisa menggunakan bahasa kedua negara itu.
Teguh Santosa @teguhtimur
Ketika menempuh pendidikan di State Institute of International Relations (MGIMO), Dubes Vorobieva pun dengan mudah menentukan minatnya, kawasan Asia Tenggara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tamat kuliah, ia sempat mengajar bahasa Laos di almamaternya, sebelum ditugaskan ke Laos, lalu Thailand, dan pernah juga menjadi Dubes di Kuala Lumpur, Malaysia.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dari Malaysia, dia ditarik kembali ke Moskow untuk menempati posisi Dirjen Departemen Asia Ketiga, yang meliputi 10 negara Asia Tenggara, Jepang, Australia, Selandia Baru dan negara-negara di Pasifik.
Teguh Santosa @teguhtimur
Ketika baru memulai tugasnya di Indonesia, tahun lalu, Dubes Vorobieva dihadapkan pada satu persoalan yang barangkali tidak begitu pelik.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tsamara Amany Alatas dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam debatnya dengan Fadli Zon dari Partai Gerindra menyinggung Rusia yang tidak demokratis dan Vladimir Putin yang diktator dan otoritarian. Tsamara mendasarkan penilaiannya pada laporan media Barat.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dia juga menyebut Rusia sebagai negara dengan indeks korupsi yang lebih buruk dari Indonesia, berdasarkan data Transparency International tahun 2017.
Teguh Santosa @teguhtimur
Merasa perlu untuk meluruskan perdebatan di ruang publik Indonesia yang melibatkan politisi-politisi Indonesia dan menyerempet negeri beruang merah, Kedubes Federasi Rusia merasa perlu untuk mengutus diplomat Sergey Drobyshevskiy ke kantor PSI untuk bertemu dengan Tsamara.
Load Remaining (21)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.