0

Kasus pelecehan seksual yang dialami Agni (bukan nama sebenarnya) saat kuliah kerja nyata berujung antiklimaks. Sebab, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menyebut Agni dan HS--pelaku pelecehan seksual--sepakat kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

tirto.id @TirtoID

Jurnalisme data. Media analisis. Infografik ciamik.

https://t.co/Ss5eQAlNn3
tirto.id @TirtoID
Penasihat hukum Agni menyebutkan bahwa proses yang dijalani Agni untuk mendapatkan keadilan semakin berat untuk dijalani. Selain menjalani proses hukum yang rumit, Agni harus berkali-kali melakukan pertemuan dengan Rektorat UGM dan menjalani konseling. tirto.id/dfTp

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan pada Senin, 4 Februari 2019, oleh tiga pihak: Agni, HS, dan Panut, yang disaksikan Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto dan Dekan Teknik UGM Nizam, ayah HS, serta pengacara korban, Sukiratnasari.

“HS menyatakan menyesal, mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi pada Juni 2017 kepada pihak saudari AN disaksikan pihak UGM. Saudara HS, AN, dan UGM menyatakan bahwa perkara ini sudah selesai,” kata Panut di UGM.

Panut mengatakan dalam kesepakatan termaktub kewajiban bagi HS untuk menjalani konseling wajib (mandatory counseling) dengan psikolog klinis yang ditunjuk UGM, atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai.

Sementara Agni diwajibkan mengikuti konseling trauma dengan psikokog klinis yang ditunjuk atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya.

Selain dua kewajiban itu, UGM menanggung biaya konseling serta pendidikan dan biaya hidup untuk Agni yang setara dengan komponen dalam beasiswa bidikmisi.

Panut juga menugaskan Fakultas Teknik dan Fisipol untuk mengawal studi HS dan AN, sehingga keduanya bisa menyelesaikan studi dan lulus pada Mei 2019, dengan catatan sudah menjalani persyaratan yang diwajibkan.

Karena kasus ini telah berakhir "damai", Panut menyatakan akan menyerahkan hasilnya secara resmi pada kepolisian untuk dijadikan pertimbangan polisi dalam menyelidiki kasus pelecehan seksual ini.

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto berkata kesepakatan ini dibuat tanpa pemaksaaan terhadap kedua pihak. Sebelum pertemuan hari ini, HS dan Agni sudah diberitahu mengenai isi kesepakatan dan diminta untuk mempertimbangkan sebelum penandatanganan.

"HS dan AN diminta untuk mencermati [kesepakatan]. AN diminta melihat. Prosesnya sangat hati-hati, tidak memaksa," ujar Erwan.

Namun, Erwan menyebut dalam kesepakatan tidak disebut secara eksplisit kesalahan apa yang dilakukan HS. Di situ hanya dinyatakan HS melakukan "kesalahan saat KKN Juni 2017". Tidak ada terminologi "pelecehan seksual", "kekerasan seksual", "pencabulan", maupun "pemerkosaan".

"Ini lebih ke klausul menyelesaikan persoalan secara damai. Melakukan kesalahan tidak disebut secara eksplisit kesalahan apa,” kata Erwan.

Pengacara Agni: Kami Meminimalisasi Risiko untuk Agni

Sukiratnasari, penasihat hukum Agni, berkata kesepakatan ini merupakan jalan terbaik di tengah posisi "terjepit" Agni.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini berkata bahwa banyak pertimbangan yang dipikirkan Agni sebelum memutuskan menerima tawaran UGM menandatangani "kesepakatan penyelesaian non litigasi" itu.

Kiki menyebut proses yang dijalani Agni untuk mendapatkan keadilan semakin hari kian berat untuk dijalani. Selain menjalani proses hukum yang semakin rumit, Agni harus berkali-kali melakukan pertemuan dengan Rektorat UGM dan menjalani konseling.

"Kalau kemudian banyak yang menilai 'Akhirnya kok begini doang?' ... karena kami memang menghitung risikonya. Banyak yang di luar kendali dan tidak menguntungkan Agni. Banyak pihak yang seolah-olah bicara untuk Agni, padahal tidak," ujar Kiki kepada reporter Tirto, Senin (4/2/2018).

Selain itu, Kiki meminimalisasi potensi kriminalisasi terhadap Agni dan BBPM Balirung. Potensi kriminalisasi membesar sebab, menurut hasil penyidikan, polisi menyatakan ada perbedaan kronologi antara cerita Agni di Balairung dan fakta yang ditemukan polisi di lapangan.

Hasil Komite Etik Tak Dibuka ke Publik
UGM membentuk Komite Etik untuk menyelidiki apakah kasus Agni merupakan pelanggaran pelecehan seksual yang berat, ringan, atau sedang. Komite Etik merupakan tindak lanjut dari hasil temuan Tim Investigasi yang menyatakan terjadi pelecehan seksual terhadap Agni saat KKN.

Temuan Komite Etik sudah disampaikan kepada Agni dan HS. Namun tidak dibuka untuk publik dengan berbagai pertimbangan. Sementara Ketua Komite Etik Sriwiyanti belum bersedia diwawancarai karena "kesibukan."

No Human Rights for Non Humane Men @Lukman_HARP
@TirtoID masih belum terjawab itu pelaku anaknya siapa. mungkin bisa ditelusuri dari sana untuk tau kenapa bisa ada jalan damai twitter.com/TirtoID/status…
🥵 @damnedifshe
@TirtoID Agni semacam dibuat berbagai pihak utk berdamai dgn pelaku ya, dari kalimat2 penasihat hukumnya jg gitu. Gak kebayang jd Agni, dikelilingi sm orang2 yg nganggap bahwa apa yg dia alami bisa selesai dgn bermaaf-maafan. Pelaku sudah lega, semoga Agni juga bisa berdamai dgn dirinya!
I R O N @peaparera
@TirtoID Saat ngentot suka sama suka di persekusi warga Yang memperkosa malah di harapkan bisa membangun negara
ℬℯℯ @ismailrumpa
@TirtoID Dear Rektorat UGM. Jika jalan ini didasari oleh menjaga nama baik UGM, kalian salah. Kecuali jika pihak UGM menegakkan hukum dan berlaku adil, disitu nama baik UGM bisa diperbaiki. Kalian blunder. Terimakasih.
Wisnu Darjono @wdtu
@TirtoID Memprihatinkan....... Perguruan Tinggi Ternama yang tak mampu menjaga nama baiknya......
Rexy Ambarwati @AmbarwatiRexy
@TirtoID Dengan begini berarti memfasilitasi pemerkosa dong. Bangsat!!
In your mind @arthaz_sword
@AmbarwatiRexy @TirtoID Polisi sudah cek ke lapangan mbak.. Fakta di lapangan malah berbeda dari cerita agni.. Lokasi tidak sesepi yang diceritakan.. Banyak kamar tidur kosong malah milih tidur bareng.. Ceritanya banyak yg gk valid.. Tetapi masyarakat sudah emosi..
Cinta Sejati @kocenng
@peaparera @TirtoID Sabar sobat, kamu sedang di negara berkembang
𝕭𝖔𝖙 ™ @komodoarab
@TirtoID Ketika masalah HAM diintervensi Politik. Ini bukan damai, tapi menghindari tekanan tikus-tikus kampus. Teruntuk rektorat UGM, sulitlah bagi kau untuk bermimpi indah setelah menyepelekan oranglain. pic.twitter.com/hbUJq1R33w
Expand pic
Expand pic
𝕭𝖔𝖙 ™ @komodoarab
@TirtoID Kau boleh bahagia setelah menyepelekn, tapi riwayat tetap mendarah daging. Misi kalian memang berhasil, tapi dosa hari kemarin akan tetap tinggal
maknyafatih @maknyafatih
@TirtoID Negara dimana memerkosa bisa melenggang bebas sementara ngetweet dipenjara..... Our future are looking really good.
itamirnasari @ItaMirnasari
@TirtoID Kuasa hukumnya juga begini,bukannya gigih penjarakan yg merkosa malah ngeluh,jalannya berat,ya kalo mau ringan ngomong noh sama kantong kresek,agni dikelilingi orang2 yg secara gak langsung nyuruh "udeh sih damai aja,ribet soalnya".
safir @baebyuwoo
@AvisIndica19 @TirtoID Ini buat tambahan informasi lagi Ya masa 50 meter jaraknya dia ga balik ke penginapan pic.twitter.com/IH5xcIDb0r
Expand pic
Petty-Ika Waine @AvisIndica19
@baeliwag_ @TirtoID Mohon maaf itu bagian artikel kanan atas "Korban menolak divisum"..... lau korban pemerkosaan, kalau menolak visum itu biar apa ya? Mohon pencerahannya netizen.
🐱 @nitamaediana
@hemariyama @AvisIndica19 @TirtoID Sy sepakat. Awal berita naik di Balairung itu uda melanggar kode etik jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, dia ceritakan kronologis scr gamblang jg yg mungkin mengantar opini publik (trial by the press). Tp sy tetep prihatin case Agni dg pertimbangan jalan damai yg ditempuh
Yama @hemariyama
@nitamaediana @AvisIndica19 @TirtoID Keputusan untuk damai itu jadi win-win solution, Mba, dengan asumsi di antara kedua pihak nggak akan ada yang dirugikan. :))
Alissa Wahid @AlissaWahid

Psikolog Keluarga. Humanitarian. Penjahit GUSDUR-ian :: Look back in forgiveness, look forward in hope, look down in compassion, look up with gratitude. (ZZ)

http://t.co/TbFuPYlMFD
Alissa Wahid @AlissaWahid
Saya sedih sekali Rektorat UGM memilih jalan damai utk kasus perkosaan. Kejahatan beda dengan kekhilafan. Kekhilafan perlu dimaafkan & diperbaiki. Kejahatan perlu diberantas dengan disinsentif kepada pelaku. twitter.com/TirtoID/status…
Load Remaining (21)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.