0
Alissa Wahid @AlissaWahid

Psikolog Keluarga. Humanitarian. Penjahit GUSDUR-ian :: Look back in forgiveness, look forward in hope, look down in compassion, look up with gratitude. (ZZ)

http://t.co/TbFuPYlMFD
Fadli Zon @fadlizon
Ini adlh puisi sy terbaru dgn judul "Doa Yang Ditukar" #doayangditukar pic.twitter.com/5TagFd5QO8
Expand pic
Alissa Wahid @AlissaWahid
Pak, yang anda "kau-kau"-kan di sini siapa? Kyai Maimoen Zubair? Anda kan juga pernah salah & anda minta maaf. nasional.kompas.com/read/2018/10/0… Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti anda ralat hoax anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa? twitter.com/fadlizon/statu…
Ajuzul Maulida Imroh @ajuzul_maulida3
@AlissaWahid Tetep selow mb, jgn ngegas. Bapak FZ mah hobynya emg gitu. Wis rak usah diladeni, keenakan malah 😊
Alissa Wahid @AlissaWahid
Saya tidak pernah mengomentari pak @fadlizon sebelum ini. Namun kali ini kalau "kau" dalam puisinya adalah Mbah Moen, sudah keterlaluan menyindir Mbah Moen sebagai membegal doa. Pak @prabowo sebelum ini datang juga diterima Mbah Maimoen baik2 kok. twitter.com/ajuzul_maulida…
Muhammad Iqbal @iqbalbuchari
@AlissaWahid @fadlizon @prabowo Sebatas pemahaman saya aja Bu', "Doa sakral" = orang yang membacakan doanya berarti dianggap sakral juga. "Seenaknya kau begal" = bukan yang membacakan doanya yang membegal, karena pasti begal itu dari orang lainya dimana itu adalah pada kalimat "direvisi sang bandar"
Fery Widiamoko @TheFeds24
@AlissaWahid @fadlizon @prabowo Untuk itulah FZ diciptakan... untuk menguji kesabaran manusia
Alissa Wahid @AlissaWahid
@iqbalbuchari @fadlizon @prabowo Ya tapi "kau"-nya jadinya siapa kalau di situ ada bandar dan kacung yang bukan "kau"? Doa sakral kenapa kau ralat Dibisik kacung makelar Tinggal minta maaf kalau sudah menghina. Tidak usah ngeles-ngeles.
muchdlor @Muchdlor_swh
@AlissaWahid @fadlizon @prabowo Darah ulama itu beracun, jarno mbak sesuk lak nemu walese dewe, jare wong jombang jarno cik kuwalat karepe dewe!!
Muhammad Iqbal @iqbalbuchari
@AlissaWahid @fadlizon @prabowo Yasudah, semoga Bapak @fadlizon bisa minta maaf secepatnya, dan beliau kembali membaca puisinya frasa per frasa. Kalau saya tetap pada intepretasi saya, pada akhirnya puisi ini semoga tidak terlalu menyinggung melebihi sikap yang saya tonton di video kemaren. Terimakasih
Tiara Nur Umami @TiaraUmami
@AlissaWahid @fadlizon @prabowo Mau "kau" disini Pak Romi apalagi kalau sampai "kau" disini Mbah Maimoen,, saya tetep g terima!! Sama2 merendahkan!!! Ya Allah,,berikanlah hamba mu ini kesabaran!
(ALFA MABES) MAHFUDHI @AlfaMabes
@TheFeds24 @AlissaWahid @fadlizon @prabowo @fadlizon bukan untuk menguji tapi mau menghancurkan negara ini gak pantas jadi wakil rakyat
Fery Widiamoko @TheFeds24
@AlfaMabes @AlissaWahid @fadlizon @prabowo Kalo hancur sih ga bakalan.. kalo udah sampai titik klimaksnya org2 akan melawan..masih lebih banyak org yg waras kok.. ya cm gitu bikin sebal ama gaduh aja..
Nggk_penting_siapapun_diri_ini @nggkpenting_lay
@annadzirt @iqbalbuchari @AlissaWahid @fadlizon @prabowo Ya benar...." kau " di bait kedua Doa sakral Kenapa " kau " tukar Direvisi sang bandar Dibisiki kacung maklar .... Ini udah menyinggung mas.....
Tiara Nur Umami @TiaraUmami
@bondangtp @AlissaWahid @fadlizon @prabowo Kalaupun yg dimaksud kau itu Romi,,tetap saja merendahkan Mbah Maimoen! Saiki mbuk ya dipikir masak sekelas Mbah Maimoen Zubair "Didekte,Ditekan,Dipaksa" sama Jokowi atau sama Romi?!!! Jokowi Prabowo bahkan Romi itu hanyalah butiran debu dihadapan Mbah Kyai.😭😭
Ajuzul Maulida Imroh @ajuzul_maulida3
@bengky_aja @gantipresiden19 @AlissaWahid Man teman pliiiis, jgn bertengkar di sini yak. Jika ber1 lbh baik, kenapa sih mesti bercerai 😊
Load Remaining (18)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.