Penghalang Seseorang Untuk Menerima Kebenaran (bagian #2) - kultwit by: @ibnibahrayni

Untuk di baca dan di sebarkan, semoga bermanfaat.
religion HISTORY psychology islam school
259 View 0 comments
Add to Favorite
0
@copypasti
Insya Allah nanti ba'da ashar melanjutkan kultwit ini. Pembahasan tentang "Penghalang-penghalang Seseorang untuk menerima Kebenaran." Bagian #2 twitter.com/ManhajusSalaf_…
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Lanjutan - Sebab ke 2 seseorang yang berpaling dari kebenaran: اعتقاد غموض الحق وا شتبا هه Keyakinan bahwa kebenaran itu sesuatu yang samar dan sulit.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Penghalang yang ke 2 audionya bisa di simak di link berikut bbg-alilmu.com/archives/39367 Kalau mau pake baca, simak saja kultwit ini. بارك الله فيكم
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Langsung saja, Kata beliau (Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman): ،اعتقد كثير مِمَّن لا تَحقيق عنده ولاخبرة له، ولا معر فة له بنصوص القر اَن والسنة ودلا لتها غموض الحقَّ وصعوبته
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Banyak orang meyakini dari orang-orang yang tidak punya pengalaman, tidak pula pengetahuan terhadap nash-nash Alqur’an dan Hadits. Mereka berkeyakinan katanya kebenaran itu sesuatu yang sulit dan samar.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Terlebih mereka mendapatkan dalam kitab-kitab bahwa syarat-syarat untuk memahami Alqur’an dan Hadits hanyalah orang-orang yang mujtahid saja… tidak boleh sembarangan.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Kata-kata “tidak boleh sembarangan” memang benar. Tapi untuk dikatakan bahwasanya yang boleh memahami Al-Qur’an dan Hadits hanya mujtahid, ini perkataan yang tentunya harus diperinci…
@copypasti
@ManhajusSalaf_ apa yang dimaksud? Kalau yang dimaksud adalah menafsirkan… iya maka dia harus syaratnya orang-orang yang telah betul-betul kuat keilmuannya.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Tapi kalau untuk mengetahui kebenaran yang ada dalam Al-Quran dan Hadits bagi orang-orang awam itu mudah dengan cara membaca kitab-kitab tafsir yang telah ditulis oleh para Ulama. Sebetulnya mudah kalau kita ada kesungguhan.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Imam Asy Syatibi rohimahullah berkata: أمَّا إذا كان هذا ا لمتبع نا ظرًا فِي العلم ومتبصرًا فيما يُلقى إ ليه “Adapun kalau dia betul-betul melihat ilmu dan memperhatikannya dan betul-betul mendalaminya…
@copypasti
@ManhajusSalaf_ فإنَّ تو صُّله إلَى الحق سهل... …maka sampainya kepada kebenaran itu sangat mudah sebetulnya.” kata beliau. ( dalam kitab Al I’tishom 2 / 344)
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Imam Asy Syaukani rohimahullah berkata dalam kitab “Adabuth Tholab” halaman 85 فلو قوف على الحقَّ والاطَّلاع على ما شرعه ا للّٰه لعباده قد سهَّله اللّٰه على المتأ خر ين
@copypasti
@ManhajusSalaf_ “Mencari kebenaran dan mengetahuinya sesuai dengan apa yang Allah syari’atkan kepada hamba-hambanya, Allah telah mudahkan kepada orang-orang yang terakhir ini, dan Allah mudahkan sehingga tidak butuh lagi kepada kelelahan seperti orang-orang sebelum kita.”
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Lihat di zaman Imam Syaukani rohimahullah… beliau menceritakan bahwa banyak sekali kemudahan-kemudahan menuntut ilmu di zamannya.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Kalau itu di zaman beliau, bagaimana di zaman sekarang yang kemudahan menuntut ilmu sangat mudah sekali, kemudahan alat-alat transportasi, alat-alat komunikasi, apalagi terlebih adanya internet, maka sangat memudahkan sekali untuk menuntut ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Namun sayang kemudahan-kemudahan ini justru malah menimbulkan kemalasan sehingga sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad al-Basyir al-Ibrohimi, ......
@copypasti
@ManhajusSalaf_ ورُبَّ تيسير خلب التعسير “Berapa banyak kemudahan malah menimbulkan kesulitan.“
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Artinya kata beliau, فإنَّ هذا التيسير رمى العقول بالكسل والأيدي بالشلل “Dimana kemudahan ini malah menimbulkan kemalasan dan tidak ada kesungguhan untuk mencari kebenaran.“
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Oleh karena itulah… kewajiban kita adalah cukup kita bersungguh-sungguh dan berusaha sekuat tenaga, karena setiap manusia pasti diberikan oleh Allah kemampuan, diberikan oleh Allah akal untuk memahami perkataan para ulama, mengkaji kitab-kitab mereka.
@copypasti
@ManhajusSalaf_ Alhamdulillah… di Indonesia sendiri sudah banyak buku-buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. ~ Maka tidak boleh kita katakan mencari kebenaran sulit, mudah sebetulnya kalau kita ada usaha dan keinginan yang kuat. Wallahu a’lam
@copypasti
@ManhajusSalaf_ [Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى] Itulah tadi kata Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى Wassalam, semoga bermanfaat.
@copypasti
Afwan, Ana kultwit cuma modal copas dan niat supaya bisa di ambil bersama faedahnya. Semoga Allah menerima amal yg kecil ini. Aamiin
Login and hide ads.