0
dr. Gamal Albinsaid @Gamal_Albinsaid
Terkait pernyataan saya "Banyak milenial jomblo karena kondisi ekonomi" Buat yang kemarin mencela pernyataan itu dengan sadis 😉😉😉 dan mengatakan tidak ada hubungan antara ekonomi dengan jomblo, ini beberapa penelitian yang mendukung pernyataan saya. Semoga mencerahkan. pic.twitter.com/L91DUQRCJB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
It's Ba-Nyu @banyudana_w
@Gamal_Albinsaid Di Indonesia menurut kbbi jomblo itu berarti gadis tua. Namun, definisi umumnya adalah individu yg tidak punya pasangan. Pasangan di sini jg tidak trbatas dalam arti menikah saja, berpacaran jg dianggap berpasangan.
It's Ba-Nyu @banyudana_w
@Gamal_Albinsaid Pada penelitian tsb secara spesifik melihat korelasi ekonomi dan tingkat menikah. Jadi indovidu dalam status belum menikah tapi sudah berpasangan (berpacaran) belum diperhitungkan.
It's Ba-Nyu @banyudana_w
@Gamal_Albinsaid Lagian, itu penelitiannya ruang lingkupnya sprtinya bkn di Indonesia. Jadi, akan berbeda hasilnya kalau diteliti di Indonesia. Di Indonesia, milenial menikah bkn cuma karena faktor ekonomi. Milenial kalau horny dikit aja kan dinikahin. Contoh: gerakan Indonesia tanpa pacaran 😂
It's Ba-Nyu @banyudana_w
@Gamal_Albinsaid Yah, begitulah politikus. Sengaja mendistorsi segala bentuk informasi untuk mendukung opininya alias melakukan cherry picking. Masyarakat harus bisa netral mencerna informasi. Jangan mau dibodoh-bodohin.
Aviandy Widya Ismanto @aviandy_WI
@Gamal_Albinsaid @Gamal_Albinsaid Mungkin kasus tsb relevan dg kasus2 di luar negeri dmn biaya pernikahan sgt tinggi. Tp mnrt sy, byk tmn2 dipelosok desa yg memutuskan utk menikah stlh lulus SMA dikarenakan sdh cukup usianya. Jd faktor ekonomi, bkn alasan yg utama utk menunda nikah. #imho #cmiiw
meganesta @ISGARDIAN
@aviandy_WI @Gamal_Albinsaid Iya kalo di desa bro , kan milenial bukan cuman di desa , dan di desa pun masyrakat disana agaknya kurang ngerti apa itu arti milenial
Aviandy Widya Ismanto @aviandy_WI
@ISGARDIAN @Gamal_Albinsaid Iya bang. Sy ndak blg salah, hny krg relevan kalau disama ratakan semua pakai data dr artikel diatas. Krn hrs diakui bhw memang ada beda kondisi dan kultur antara milenial di luar negeri dan di Indo.
🇮🇩Reno 🇵🇸🇸🇾 @MarcianoReno
@aviandy_WI @ISGARDIAN @Gamal_Albinsaid Ga jauh beda lah mas..beberapa tmn saya menunda pernikahan krn memang kurang secara ekonomi, krn pernikahan bkn hanya sekedar di ceremonial nya aja, tp menjalani hari demi hari setelah ceremonialnya jg butuh biaya.
TheBigDreamer @AyuPutri001
@MarcianoReno @aviandy_WI @ISGARDIAN @Gamal_Albinsaid Tapi orang barat atau jepang menunda pernikahan.. bukan karena ekonomi kok. Karena komitmen yg timbul setelah pernikahanlah yg membuat mereka berpikir dua kali. Kalau di indo mah beda ya.. jadi ngga relevan sama fakta pendukungyg dipakai si mas ghamal
🇮🇩Reno 🇵🇸🇸🇾 @MarcianoReno
@AyuPutri001 @aviandy_WI @ISGARDIAN @Gamal_Albinsaid Kira2 komitmen apa yg akan timbul ketika setelah menikah? Faktor ekonomi salah satunya. Orang barat, org jepang, org indonesia, memiliki kultur dan kebiasaan yg beda2, tp klo menyangkut ekonomi semua sama. Ayu sdh menikah?
Hari Kushardanto @hkushardanto
@Gamal_Albinsaid Hasil penelitiannya bagus tapi itu dilakukan di Amerika dengan karakter sosial budaya yang berbeda. Contohnya disana banyak orang yang memutuskan untuk hidup bersama tanpa menikah. Makanya dipenelitian itu disebutkan juga individual preference bukan hanya alasan ekonomi
Virza Sasmitawidjaja @virza1
@hkushardanto @Gamal_Albinsaid Pdhl di sini pake quran dan hadist yg mengatakan menikahlah maka rezekimu akan mengikuti, kurang lebih spt itu. Katanya suka jualan sorga tp koq malah percaya ama yg nganu hehehe
Hari Kushardanto @hkushardanto
@virza1 @Gamal_Albinsaid Yang lucu, penelitiannya itu bilang "declines in marriage", bukan "living single" ini aja ud aneh. Kita kan tau di negara² spt Amerika bnyk orang skeptis dgn institusi pernikahan tapi bukan berarti semua jomblo. Pajak, biaya hidup tinggi dsb jd pilihan tidak menikah (melegalkan)
Virza Sasmitawidjaja @virza1
@hkushardanto @Gamal_Albinsaid Betul, akhirnya mrk kumpul kebo dan punya anak tanpa ikatan pernikahan, yg artinya ya gk jomblo sih ... absurd kan
Hari Kushardanto @hkushardanto
@virza1 @Gamal_Albinsaid Gw suka cara dr Gamal berpolitik dengan data, seperti waktu menampilkan data hutang Indonesia, tp analisanya masih kurang tajam dan seolah menutupi beberapa data dan fakta lain yang melengkapi gambaran besarnya. Mudah²an bukan kesengajaan aja
Virza Sasmitawidjaja @virza1
@hkushardanto @Gamal_Albinsaid Sebaiknya belajar lagi sama yg ahli sblm mengeluarkan sesuatu secara luas ...
Hari Kushardanto @hkushardanto
@virza1 @Gamal_Albinsaid Atau gak berikan data dan analisa yang lengkap. Karena tidak semua follower-nya mengetahui/pernah ke Amerika, paham sosial budaya orang Amerika, bisa membaca data dengan benar dan bisa menilai objektif. Ngupi ngupi kapan nih bro @virza1
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno

A proud Indonesian. Ilmu Komunikasi UI (2012), Master of Public Policy, University of Oxford (2016). Caleg DPR RI dapil Jawa Barat VI (Depok & Bekasi) PSI.

https://t.co/YgRC1CQsu7
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Ngga belajar ilmu ekonomi bicara ekonomi. Ngga belajar ilmu sosial bicara ilmu sosial. Dia ngutip Monroe (2015), Martin et al. (2014) & Gurrentz (2018). Akhirnya bc paper jadi cherrypicking & narik kesimpulan yg misleading. A Thread @GunRomli @psi_id @AntoniRaja twitter.com/gamal_albinsai…
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Perlu dipahami, ketiga paper itu bicara kelompok millennial di Amerika Serikat. Bisa kita ambil pelajaran tapi tak boleh dijadikan dasar utk menggambarkan kondisi millennial di Indonesia. Apa yg dilakukan Gamal adalah hasty generalization. Dari situ saja sudah salah. pic.twitter.com/JV1ZFW4b1O
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Yg lbh parah adlh cara dia baca paper. Lihat gambar, gmn Gamal ngutip Monroe. Padahal kalimat setelah itu (geser gambar) menegasikan kesimpulan si Gamal. Ironically, kt Monroe, 88% nikah krn cinta, 76% krn komitmen jngka panjang & hny 27% yg jwb financial security. pic.twitter.com/g87K5q1kjm
Expand pic
Expand pic
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Kedua, Monroe (2015) sbnernya jelasin knp terjd penurunan angka pernikahan di klpk millennial AS. 52% anggap jd org tua yg baik lbh penting dri pd pny pernikahan yg sukses (30%). Jd di AS bnyk millennial mau bkin anak tp ga prlu nikah. Yg penting jd parents yg baik. pic.twitter.com/Wk4wrIfavP
Expand pic
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Monroe (2015) jg highlight bbrp penelitian mngp semakin sedikit millennial AS yg menikah: - Institusi pernikahan dianggap sdh usang - Bntk keluarga tradisional (ayah,ibu,anak) makin ditinggal - Mending hdp bersama tanpa nikah. Faktor ekonomi? ga scr khusus disebut sm Monroe. pic.twitter.com/4QUJSWhJQO
Expand pic
Yurgen Alifia Sutarno @yurgensutarno
Skrg Martin. et al. (2014). Lihat kutipan yg Gamal highlight. Dia mau memperkuat narasi bhw ini semua soal ekonomi. Sekarang baca temuan Martin dkk, penurunan angka pernikahan trnyt sdh terjadi bahkan sejak 2000, sebelum resesi AS thn 2008. Artinya apa? ngga melulu soal ekonomi. pic.twitter.com/eGuT3NvgO9
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.