Perempuan Itu Pakai Kebaya Hitam dg Corak Bunga Merah Kecil2 dan Bawahnya Pakai Kain Jarik Coklat: #memetwit (Part1) Sosok Tami, Kunti di Pohon Sirsak Belakang Rumah Nenekku

awesomes horor rumah nenek kebaya kuntilanak Memetwit pohon sirsak
0
Popo @silit_popo

Manusia biasa yang kalau siang makan nasi, kalau malam minum susu

https://t.co/ZNLTz1GhyP
Popo @PopoBogoshipo
Seperti yang pernah ku tulis sebelumnya bahwa kali ini aku akan mengenalkan kalian pada Tami. Sosok kunti di pohon sirsak belakang rumah nenekku. TAMI part 1 -- A Thread -- @InfoMemeTwit #memetwit
Popo @PopoBogoshipo
Seperti yang sudah2, aku jelaskan lagi kalau aku bukan anak indigo yang bisa melihat mereka kapan saja. Aku juga bingung menyebut diriku apa karena aku hanya kenalan lewat mimpi dan itu mereka yang memutuskan, bukan aku yang memanggil. Aku tak punya kapasitas itu.
Popo @PopoBogoshipo
Jadi mereka yang datang pun tak pernah yang datang terus, atau sama terus tiap minggunya. Tidak. Karena itu berdasarkan kemauan mereka. Mungkin aku hanya mediator dimana mereka merasa perlu untuk ku ketahui keberadaannya atau mereka emang butuh di dengar kisahnya.
Popo @PopoBogoshipo
Kembali ke Tami ya. Dia itu datang pada mimpiku jauh setelah mimpi ketemu tuyul dan seperti ya tiba2 aja dia datang. Kalian tahu kan kalau kebanyakan orang berkata pamali tidur di waktu senja (maghrib)? Nah pada waktu itu, aku membandel ya, dibilangin jangan tidur. Tapi bodo amat
Popo @PopoBogoshipo
Namanya juga masih SD, kelayapan sampai sore sudah biasa. Kalau gak diteriakin mama juga aku gak pulang. Pulang2 udah maghrib jadi sampai rumah langsung mandi lalu baru kerasa badan cape setelah main seharian. Ya sudah aku tidur nyenyak saja walau sudah dilarang. Tapi ...
Popo @PopoBogoshipo
Aku malah merasa sedang berdiri di belakang rumah nenek. Belakang rumahnya itu berupa sepetak halaman gersang yang ada kamar mandi, lalu di samping kamar mandi ada gerumbulan pohon bambu yang menjulang tinggi. Aku ngerasa aja lagi berdiri di situ, gak tahu ngapain.
Popo @PopoBogoshipo
Kemudian tepat di sebelah pohon bambu ada sebuah pohon sirsak. Pohonnya kalau di lihat biasa aja, sepele pohon sirsak berbatang kecil dengan daun yang meranggas. Tapi yang tidak biasa aku melihat ada yang duduk di atas salah satu dahan. Yang aku lihat saat itu ada perempuan.
Popo @PopoBogoshipo
Perempuan yang wajahnya gak jelas tapi aku masih ingat pakaian yang ia kenakan. Ia pakai kebaya warna hitam dengan corak bunga warna merah kecil2 lalu bawahnya mengenakan kain jarik coklat. Rambutnya yang panjang di biarkan terurai menutup sebagian besar wajahnya.
Popo @PopoBogoshipo
Perempuan itu yang aku lihat ya cuma duduk saja. Sambil sesekali kakinya di goyang2kan. Lalu bagaimana denganku? Aku lagi2 cuma berdiri saja mengamati tanpa tahu dia siapa, atau harus bagaimana. Pun selanjutnya aku terbangun. Aku dibangunin kakak ku di suruh makan malam.
Popo @PopoBogoshipo
Benar itu aku bermimpi ada perempuan duduk di dahan pohon di belakang rumah nenek, gara2 aku tidur pas maghrib. *** Esoknya tentu aku masih mengingat tentang detail mimpi itu, karena terasa lokasinya sama persis seperti petak belakang rumah nenek. Aku iseng memeriksanya.
Popo @PopoBogoshipo
Pulang sekolah aku jalan ke belakang rumah yang ku lihat sama persis yang ku mimpikan kemarin sore. Seperti dejavu. Di belakang rumah nenekku memang ada bangunan kecil yaitu kamar mandi yang di sampingnya ada pohon bambu yang rimbun dan menjulang tinggi serta
Popo @PopoBogoshipo
gak ketinggalan ada satu pohon sirsak kurus. Pohonnya pun kalau di lihat gak ada yang aneh kecuali yang ku ingat sampai sekarang pohon itu kalau berbuah gak ada yang normal. Kadang buahnya kecil dan rasanya asam, kadang besar tapi hambar. Daunnya juga jarang2.
Popo @PopoBogoshipo
Wakti itu gak ada tampak perempuan yang ku cari. Ya sudah ku anggap itu cuma bunga tidur. Sebuah kebetulan apa yang ada di halaman belakang rumah nenek sama persis dengan mimpiku.
Popo @PopoBogoshipo
Hari berlalu sejak mimpi pertama itu, aku belum mimpi lagi tentang dia sementara waktu tapi ada satu cerita tetangga ku yang kebetulan melihat si Tami. Begini ceritanya, keluargaku kan beragama Katolik. Dalam agama Katolik biasanya ada agenda rutin ibadah lingkungan.
Popo @PopoBogoshipo
Ibadah lingkungan yang biasanya dilaksanakan malam hari bergantian setiap minggunya di rumah2 warga yang bergama Katolik juga. Nah, singkatnya suatu malam keluargaku berangkat semua menghadiri ibadah lingkungan itu di salah satu rumah warga masih di satu desa .
Popo @PopoBogoshipo
Tentu keadaan rumah kosong karena kami semua pergi beribadah. Saat sekembalinya kami selesai ibadah, sekitar jam 9 malam ada bapak2 yang datang bertamu ke rumah kami. Namanya siapa aku lupa, sebut saja Lik Cidit. Dia pun bertamunya cuma sebentar.
Popo @PopoBogoshipo
Waktu itu dia masuk ke rumah nenek dengan wajah yang ketakutan sekaligus kayak kelelahan seperti orang habis lari jauh sekali. Pertama-tama dia nanya ke kami semua apa tadi sekitar jam 8 malam, kami ada di rumah. Jawabannya tentu saja tidak, kan kami sekeluarga pergi malam itu.
Popo @PopoBogoshipo
Lik Cidit kemudian dia bercerita bahwa memang dia awalnya mau bertamu ke rumah kami untuk bertemu sama bapakku yang kebetulan saat itu sudah bersama kami, sudah menyelesaikan urusan di Jakarta. Saat sampai di rumah kami di lihat pintu semua tertutup, lampu2 mati. Gelap total.
Popo @PopoBogoshipo
Hanya lampu teras depan yang kecil yang menyala. Lik Cidit juga bilang rumah kelihatan sepi banget tapi dia melihat seperti Nenekku sedang duduk selonjoran di teras rumah. Lik Cidit sontak memanggil nama Nenekku, ia mencoba ngajakin ngobrol Nenek dari atas sepedanya.
Popo @PopoBogoshipo
Tapi ada yang aneh, sosok seperti Nenekku itu diem saja waktu Lik Cidit ajakin ngobrol. Malah dipanggil namanya juga cuma diem, cuma duduk selonjoran sambil nyisir rambut pakai jari. Lik Cidit pun turun dari sepeda datang menghampiri nenek, dia merasa mungkin nenek gak dengar.
Popo @PopoBogoshipo
Kata Lik Cidit, saat baru dua langkah langsung tercium bau melati dan sekujur tubuhnya merinding hebat yang membuat ia sadar bahwa sosok itu bukanlah nenekku. Ia pun lari kabur dengan menyeret sepedanya.
Popo @PopoBogoshipo
Setelah bercerita demikian di depan aku dan keluargaku, Lik Cidit kemudian pamit pulang, ia tak mau tinggal lebih lama di rumah kami. Dan yang terjadi selanjutnya malam-malam berikutnya kami sekeluarga kalau tidur malam membiarkan seluruh lampu rumah dalam keadaan menyala
Popo @PopoBogoshipo
Bahkan nenek yang ku tahu pemberani juga takut waktu itu. Ia sampai menyuruh bapakku mengganti lampu teras depan rumah jadi yang lebih terang. *** O iya di desa ku memang jam 8 malam sudah sangat sepi dan gelap. Jarak antar rumah juga agak berjauhan. Apalagi jaman aku SD.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.