Add to Favorite
0
Potret Lawas @potretlawas
Bioskop² di Jakarta tahun 1950-an. Berturut²: Orion Glodok, Thalia jalan Hayam Wuruk, dan Grand Senen. Ada yang masih sempat menonton film di bioskop² tsb? 😁 pic.twitter.com/41Wg6S5xH6
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Potret Lawas @potretlawas
Gambar-idoep atawa film mulai jadi tontonan [segelintir] orang Batavia pada akhir 1896 berkat jasa Louis Talbot. Dg alat bernama scenimatograph, fotografer Prancis yang sudah 2 tahun di Batavia tsb menyajikan gambar bergerak di bangunan Schouwburg, kini gedung Kesenian Jakarta.
Potret Lawas @potretlawas
Publik menyambut hangat "penemuan" baru tsb. Meski untuk menikmatinya harus merelakan 1 gulden, seharga dg 15 kilo beras mutu biasa. Talbot bahkan lantas berkeliling Jawa, juga ke Singapura dan Manila. Yang ditontonkan film bisu, juga potret Batavia yang ia rekam sendiri
Potret Lawas @potretlawas
Sampai sekitar satu dekade kemudian film dipertontonkan dg cara berkeliling semacam itu. Kalau tak menyewa gedung, sebuah bangunan sementara didirikan di tanah lapang. Mirip misbar. Pemutarannya pun dipadukan dg pertunjukan lain seperti sulap, kabaret, hingga sirkus.
Potret Lawas @potretlawas
Baru paruh kedua dekade pertama abad 20 bioskop permanen mulai bermunculan. Orion dan Thalia termasuk generasi awal ini. Juga ada misalnya bioskop Globe di Pasar Baru. twitter.com/potretlawas/st… Dan tanpa diduga, penikmat film yang paling ramai adalah orang Tionghoa dan Bumiputera.
Potret Lawas @potretlawas
Banyak dari bioskop tsb bertahan lama. Bila kita baca Senja di Djakarta-nya Mochtar Lubis (1963) misal, Orion dan Thalia berkali disebut. Tapi pesonanya kian hari memang kian pudar, kalah saing dg yang baru. Ambil misal Grand Senen yang lantas lebih dikenal jadi bioskop esek²~
Potret Lawas @potretlawas
Ramai orang memenuhi pemutaran film Amerika, the Sea Hawk, di bioskop Globe, Pasar Baru, Batavia, 1941. pic.twitter.com/j4p9tpqZHj
 Expand pic
Tri Bhuwana A.S @AbahTri
@potretlawas grand senen🙈..yg terakhir nonton "siulan rahasia"
PetualangKuliner @ariosaloko
@potretlawas Metropol itu dibangun tahun berapa ya min ? Harus nya salah satu bioskop tertua ya. Atau awalnya bukan bioskop
Muhammad Faiz Atorik @altefalken
@potretlawas gada yang ngenalin sekarang, setauku yg paling tua bioskop cuman metropole yang masih berdiri
Potret Lawas @potretlawas
Kalau dibanding ketiga bioskop tsb, Metropole alias Megaria terhitung seperti anak. Baru mulai dibangun 1949 dan beroperasi selang 2 tahun. Metropole cukup beruntung karena 1993 sudah dapat status cagar budaya. Lebih terlindungi. @ariosaloko @altefalken twitter.com/potretlawas/st…
Potret Lawas @potretlawas
Nama asalnya bioskop Metropole. Jadi Megaria setelah Soekarno melarang istilah asing jadi nama badan usaha, 1960-an. pic.twitter.com/XyWM16QkfG
 Expand pic
Neri Dinar S @DinarNeri
@potretlawas Kayanya yg lg tayang wakru itu Film comedy drama Amerika 1943 pic.twitter.com/ztAIaJq3kE
 Expand pic
saas #D_HOURS_AM_703 @walnutfilled
@potretlawas Bioskop yg di buaran min.... aku pernah beberapa kali nonton disitu jaman SMA cuma 10rb.... sekarang udh rata ama tanah :(
#01TheChampion @doddysalman
@potretlawas Grand senen itu jadi bioskop Mulia Agung?kalo disitu pernah beberapa kali nonton tahun 80an
Saya Siapa? @Amirrailfans87
@doddysalman @potretlawas Sampe skrg fisik bangunan nya masih Dan sedikit tidak terawat nampaknya..
Login and hide ads.