0
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
yang mungkin kita sering lupa perhitungkan ketika melihat banyak orang takut utang, takut TKA, dan takut impor adalah pola pikir yang ditanamkan oleh keluarga & masyarakat terkait konsep (1) keuangan dan (2) persaingan (1/n)
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Mulai dr utang. Interaksi kebanyakan keluarga dengan utang adalah utang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ketika kesulitan -> pinjam ke teman/bank/lainnya Belum lagi cerita nelangsa lainnya soal kesulitan bayar utang, bunga tinggi para lintah darat/multifunance/kartu kredit
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Sadar ga sadar, cerita nelangsa soal utang ini terbawa ke alam bawah sadar banyak orang Utang = kesulitan hidup. Lo hanya akan ngutang ketika hidup lo susah, dan utang bikin hidup susah
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Konsep bahwa utang = leverage, alat untuk mengumpulkan aset lebih cepat, atau consumption smoothing, ini konsep kelas menengah atas banget Cuma asset-owning class yg bener2 paham kalau utang itu kalau dipakai untuk beli aset produktif malah bs bermanfaat bagi kesejahteraan
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Celakanya banyak yang dari kelas menengah bawah ini melakukan fallacy of composition dan extrapolate ke level negara -> negara utang = negara kesulitan keuangan Belum lagi rumitnya aspek keuangan dr krisis 1998 yg gagal ditangkap masyarakat
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Masy gagal paham kalau seperti hal lainnya dalam hidup, ada utang baik dan utang jahat. Semua utang = jahat Politicians being politicians, mereka ga mendidik masyarakat soal utang baik dan jahat. Toh lebih gampang takut2in masyarakat pake narasi utang menumpuk = ekonomi sulit
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Klo ketakutan terhadap yang asing2 sebenarnya ga eksklusif terhadap Indonesia sih. Xenophobia ini fenomena yang makin marak belakangan. Cuma klo udah masuk ke ranah TKA dan produk asing, jatohnya kayaknya lebih ke inferiority complex
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Ketakutan thd impor dan TKA ini banyak campur rasa irinya, karena ada asosiasi di masyarakat bahwa asing = lebih baik. Coba aja kenapa ada kata2 kayak “Kualitas ekspor” “Kalau di luar negeri mah...” Seakan luar negeri isinya cuma negara maju. Burkina Faso di planet Hollywood kl
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Sebenernya beralasan juga ketakutan banyak orang soal TKA dan barang impor, karena ada selection bias juga ketika keduanya masuk Indo Klo ngga kualitas sama dgn lokal tp harga lebih murah, ya kualitas lebih tinggi dr lokal dengan harga yg ga jauh beda
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Tapi respons terhadap persaingan ini yg jadi masalah Kalau tahu dan merasa inferior, kenapa ga berusaha memperbaiki diri agar bisa bersaing?
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
@thedufresne @joie_maligne Dibuat private. Mau mulai pemisahan antara yg personal dan profesional terutama krn pemberi kerja lumayan sensitif sm pemilu
Alvin Ulido Lumbanraja @alvinulido
Can’t quite put it, tapi mungkin ada unsur budaya yg relatif ga mendorong persaingan dan spirit of excellence di Indonesia? Kayak “makan ga makan yg penting ngumpul”, “uang ga dibawa mati”, “dibawa santai aja”, etc etc
Login and hide ads.