1
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Saran dari kita perlu dibuat sebuah Filem dokumenter terkait dengan peristiwa kasus ' SARA' yg pernah terjadi di negeri ini , agar generasi selanjutnya memahami , bukan hanya sebatas menjenaralisir peristiwa terorisme saja biar ada keseimbangan informasi #FilmDokumenterSara
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Kasus yg bermuatan ' SARA' yg terjadi di negeri ini , kita pantau ada yg ingin mencoba untuk memutar balikan faktanya , dengan cara menjualnya ke luar negeri dengan dalih diskriminatif atau non toleran oleh kelompok2 aktivis liberal islam antek asing pic.twitter.com/voQkYaBsFb
 Expand pic
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Pada tahun 1984 silam pernah meletus sebuah peristiwa yg bermuatan ' SARA' di daerah Perbaungan , Sumatera Utara , dimana pelakunya seorang warga etnis Tionghoa bernama ASIONG
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
ASIONG adalah seorang Pengusaha Pabrik pembuatan batu bata ia bermukim di daerah desa Bengkel , Perbaungan , sementara lokasi pabrikya berada di desa Melati yg berseberangan dengan pemukiman warga
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Hampir setiap hari Truk Pengangkut batu bata milik ASIONG lalu lalang melewati pemukiman warga , bukan hanya menebar debu saja tapi truk2 milik Asiong sudah merusak badan jalan hingga berlubang
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Melihat kondisi jalan desa yg semangkin parah akibat dilalui oleh Truk2 besar pengangkut batu bata milik Asiong , akhirnya pemuka masyarakat di desa Melati bersama dengan anggota masyarakat mencoba untuk menemui yg bersangkutan di pabriknya.
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Setelah bertemu dengan ASIONG sejumlah warga menyampaikan protes atas rusaknya jalan yg setiap hari dilalui oleh truk miliknya , tapi ASIONG dengan arogannya mengatakan ' saya tdk mau memperbaikinya ' kalian mau apa bentak warga Tionghoa ini , itu jalan umum paparnya
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Berselang tiga hari kemudian warga masyarakat ramai2 keluar bergotong royong untuk memperbaiki jalan yg telah dirusak oleh kenderaan milik pengusaha ASIONG tsb sekaligus masyarakat membangun ' polisi tidur' berikut fortal di mulut jalan
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Setelah mengetahui informasi ini lewat sejumlah supirnya bahwa truk tdk bisa masuk akibat dipasang portal oleh warga masyarakat desa , ASIONG meledak dan marah besar , ia mendatangi warga masyarakat dengan membawa supir berikut ' centeng' nya
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Ditengah ratusan warga desa Melati , Perbaungan terlihat ASIONG dengan mengenakan celana pendek dan singlet berdiri tolak pinggang menantang semua warga masyarakat desa yg baru saja usai sholat ashar di masjid yg berada ditengah desa tsb
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
" ayo aku bilang buka itu portal dan ratakan kembali polisi tidur yg kalian buat ' bentak dan teriak ASIONG , kalau tidak kalian akan tau akibatnya separuh mengancam warga miskin yg rata2 belum melek hukum ini
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Karena warga masyarakat tetap enggan untuk membuka portal dan membongkar lindasan polisi tidur tsb , disinilah tensi ASIONG meledak mengeluarkan penghinaan dan pemistaan ' DASAR KALIAN BANGSA INDONESIA TAIK , ISLAM TAIK' teriak pengusaha warga non pribumi etnis Tionghoa ini !
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Dia ulang berkali kali terus menyumpah serapah warga masyarakat dengan sombong dan arogannya seakan ia adalah ' Big Boos' yg bisa membeli mereka dengan kekuatan kapital dan jaringannya
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Setelah peristiwa ini pecah pada 1984 yg jelas ini adalah zamannya ' ORBA' Soeharto dimana apa saja yg terjadi baik itu peristiwa hukum , politik apalagi ' SARA' tdk terlepas dari endusan pihak Koramil , kodim dan kodam.
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Lewat kesepakatan pemuka masyarakat warga masyarakat lalu melaporkan peristiwa ASIONG tsb kepada Kepala desa , setelah diketahui oleh kepala desa lalu meneruskannya ke KORAMIL Perbaungan
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Setelah warga masyarakat melaporkan kepada Koramil berikut Polsek setempat , hingga 2 minggu belum ada jawaban dan perkembangan , malah terbalik justru ASIONG yg melaporkan balik warga masyarakat kepada pihak KODIM.di Tebing Tinggi pada waktu itu
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Mulai satu per satu warga masyarakat yg menjadi saksi atas peristiwa kasus yg berindikasi ' SARA' tsb dipanggil oleh pihak KODIM , ada yg kembali ada juga yg diteruskan langsung ke Deninteldam di medan , waduh bgtlah biadabnya si ASIONG penista bangsa n agama ini
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Kalau kita melihat HUKUM dizaman itu ' macat' bahkan pihak KODIM.dan Kodam berikut KOWILHAN I seperti menutup mata , bisa jadi mungkin FPI dan HRS belum ada , sehingga kasus yg sangat sensistif ini bisa teredam oleh kuatnya penggalangan ASIONG keatas di era tsb
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Setelah kasus ini melebar di media pada 1984 , tapi sayang hanya dimuat sekali saja , selebihnya semua media pada takut memberitakan skandal ASIONG ini , menurut info ada familynya yg bernama ' kuping gajah' mafia etnis Cina di zaman ORBA sehingga ASIONG hingga kini tdk tersentuh
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Jadi kalau kita lakukan pembanding lewat dua skandal antara ASIONG dengan AHOK jelas berbeda , AHOK berhasil diseret ke meja hijau sementara ASIONG bebas dan aman hingga kini , dari jeratan hukum terkait kasus SARA nya
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Pada 1984 tsb saya dengan seorang paman saya kebetulan aktif berada ditengah tengah masyarakat untuk mengawal kasus ini , apalagi kondisi saya masih ' bujangan' pada waktu
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Kalau kita ingat skandal kasus ' SARA' Asiong ini betul2 sangat menyedihkan , bgm tdk , bayangkan saja warga masyarat yg ingin meminta keadilan justru balik yg ditahan dan ditangkapi oleh aparat Kodim dan Kodam , mangkanya skandal SARA ini menyimpan sejarah penting
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Hingga kini skandal sejarah ASIONG si Penista bangsa indonesia dan agama islam ini tdk bisa sampai ke meja hijau , artinya Reformasi hukum belum terjadi kala itu , sehingga warga yg lemah yg tergilas oleh sebuah kebenaran
David Ridwan Betz @davidridwanbetz
Tidak ada kata menyerah didalam perjuangan saya untuk membela kebenaraan pada era itu , semangat dan darah aktvis kita untuk melawan dan menghadapi ASIONG terus kita kobarkan
Load Remaining (7)
Login and hide ads.