0

Baca juga ini gan

Presiden kepada Petani Garut: KUR Bisa Tingkatkan Produktivitas

Di hari kedua kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo mengunjungi Kampung Kaumluwuk, Desa Leuwigoong. Di desa tersebut, Kepala Negara bertemu dengan para petani.

Tiba pukul 07.55 WIB, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu meninjau stan pameran produk-produk pertanian yang berada tak jauh dari lokasi. Tak lama setelahnya, ia meninjau aktivitas tanam padi yang dilakukan para petani setempat.

Dalam acara tersebut, Kepala Negara berdialog dengan para petani dan meminta mereka memanfaatkan fasilitas pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani yang difasilitasi oleh BNI.

"Kalau dapat KUR, saya titip ya, jangan dipakai untuk beli baju, jaket, atau motor. Hati-hati, enggak bisa mengembalikan. Pinjam KUR itu gunakan seluruhnya untuk menutup biaya-biaya ongkos produksi," kata Presiden.

Ia berharap produktivitas para petani akan semakin meningkat dengan bantuan modal usaha KUR Tani. Selain itu, ia juga mendorong para petani untuk tidak hanya menanam satu jenis tanaman pertanian saja, melainkan berbagai jenis tanaman lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

"Saya melihat di Kabupaten Garut ini banyak kesempatan. Bisa tanam padi, bisa tanam jagung, tadi saya lihat juga ada yang menanam jeruk dan berhasil. Saya kira bagus sekali. Tanaman itu tidak harus hanya padi saja," tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kegiatan ini merupakan program Gerakan Mengawal Musim Tanam (GMMT) Oktober 2018-Maret 2019 (OKMAR 2018/2019) dengan pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan bagi petani sektor tanaman pangan di berbagai daerah Indonesia. Program ini bersinergi dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri dan Kementerian Pertanian.

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Peninjauan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat, Kartu Tani, dan Tanam Padi, Garut, 19 Januari 2019
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/4BDAIwa8bV7OloJ

https://m.kaskus.co.id/thread/5a090676902cfee14a8b4567/perjalanan-sang-pemimpin-yang-berusaha-mengayomi-dengan-payung-sakti/49
Ketika Presiden Jadi Peserta Acara Cukur Massal di Garut

Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi wisata Situ Bagendit yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Di sekitar lokasi tersebut tampak para pemangkas rambut asli Garut yang sedang mencukur rambut puluhan orang.

Saat itu, sedang digelar acara cukur massal dengan para pemangkas rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG).

Presiden Jokowi kemudian duduk di salah satu bangku kosong yang ada. Ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dirinya menjadi peserta dari acara cukur massal tersebut.

Herman, seorang pria bertopi lantas mulai memangkas rambutnya. Sebelumnya, Herman yang merupakan pemangkas rambut asli Garut ini memang telah menjadi langganan Presiden Jokowi sejak tahun 2013.

"Mas Herman ini tukang cukur saya di Jakarta. Sudah berapa? Enam tahun ya? Sejak gubernur di Jakarta. Mas Herman ini kebetulan memang dari Garut," kata Presiden.

Saat dimintai tanggapannya oleh para jurnalis, Herman yang berada di samping Presiden mengatakan menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya dapat menjadi pemangkas rambut langganan Presiden.

"Lumayan," jawabnya ketika ditanya apakah merasa gugup tiap memangkas rambut Presiden Jokowi.

Ia menuturkan bahwa tak banyak permintaan dari Presiden Joko Widodo saat hendak memangkas rambutnya. Sejak menjadi langganan Presiden, ia juga mengaku usahanya menjadi lebih ramai dari biasanya.

"Pasti itu. Lumayan lah," ucapnya.

Penataan Situ Bagendit

Setelah pangkas rambut, Presiden membahas penataan area wisata Situ Bagendit dengan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Presiden juga sempat membahasnya di atas sebuah rakit yang berada di tepi Situ Bagendit.

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

https://m.kaskus.co.id/thread/5a090676902cfee14a8b4567/perjalanan-sang-pemimpin-yang-berusaha-mengayomi-dengan-payung-sakti/48

Presiden Jokowi Resmikan Program Penyediaan Rumah Berbasis Komunitas di Garut

Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan perumahan yang diperuntukkan bagi anggota Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG), pada Sabtu, 19 Januari 2019. Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden dan berlokasi di Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Ini merupakan program pemerintah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan) Kementerian PU dibantu dengan BTN sehingga nanti di dalam harga itu ada subsidi uang muka Rp4 juta, kemudian subsidi bunga disubsidi 5 persen," ujar Presiden dalam sambutannya.

Nantinya, harga rumah-rumah yang ditawarkan itu akan berada pada kisaran Rp130 juta. Adapun para anggota komunitas dapat mendapat fasilitas cicilan yang diberikan dengan besaran Rp800 ribu per bulan.

Pembangunan perumahan ini merupakan bagian dari program Satu Juta Rumah dengan menyasar pada penyediaan rumah bagi komunitas-komunitas yang ada. Setelahnya, model pembangunan serupa ini akan dilanjutkan di seluruh provinsi dan menyasar pada komunitas-komunitas yang mengajukan fasilitas pembiayaan.

"Ini akan kita mulai yang pertama untuk pembangunan rumah komunitas di Garut. Nantinya kita juga akan bangun di provinsi-provinsi yang lain untuk komunitas-komunitas yang berbeda," ucapnya.

Sebagai tahap awal, di lokasi tersebut, akan dibangun sebanyak 150 unit rumah tipe 30/60 dari jumlah keseluruhan sebanyak 500 unit yang disiapkan. Dari jumlah tersebut, 140 unit rumah sudah terjual.

"Artinya minat dari anggota Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut ini sudah ambil semua (besar). Nanti tinggal sisanya yang berikutnya akan menyusul," tutur Presiden.

Adapun untuk komunitas-komunitas lainnya yang ingin memperoleh fasilitas serupa, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa para komunitas dapat mengajukan usulan kebutuhan perumahan. Setelahnya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum akan mencarikan solusi dan fasilitas pembiayaannya.

"Iya, ini bottom-up. Jadi saya tadi sampaikan nanti di provinsi lain ada usulan dari komunitas kemudian kita siapkan kreditnya dan kita carikan developernya sehingga jadi kayak gini," ujarnya.

Presiden berharap agar angka backlog (defisit) perumahan dapat terus berkurang. Program penyediaan Satu Juta Rumah dan skema-skema serupa program bagi komunitas ini diharapkan dapat mengejar angka backlog tersebut.

" Backlog kekurangan rumah yang ada di kita ini segera harus kita kejar. Kebutuhan-kebutuhan itu baik untuk komunitas di sini misalnya PPRG dan nanti komunitas yang lain dikejar sehingga semakin berkurang setiap tahunnya," tandasnya.

Setelah meresmikan program ini, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melihat rumah contoh yang letaknya berada tidak jauh dari lokasi peresmian.

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

https://m.kaskus.co.id/thread/5a090676902cfee14a8b4567/perjalanan-sang-pemimpin-yang-berusaha-mengayomi-dengan-payung-sakti/46

Presiden Soal Penambahan Dana Desa: Untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Rakyat

Meningkatnya anggaran dana desa diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2019 di Gedung Sarana Olah Raga Ciateul, Kabupaten Garut, Sabtu, 19 Januari 2019.

“Tahun ini naik, sehingga uang berputar di desa-desa. Tenaga kerja juga dari desa. Teori ekonominya seharusnya ada peningkatan,” kata Presiden di depan para kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Garut yang hadir dalam acara tersebut.

Menurut Presiden, sejak dana desa pertama digulirkan, saat ini telah terbangun sekitar 191 ribu km jalan desa, 24 ribu posyandu, 50 ribu PAUD, 8900 pasar desa, 1,1 juta meter jembatan dan 58 ribu irigasi.

“Artinya perputaran uang semakin banyak di desa, infrastruktur meningkat sehingga mobilitas juga meningkat. Oleh sebab itu produktivitas seharusnya juga akan semakin banyak,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa dana desa seharusnya dipakai untuk belanja di daerah setempat, tidak kembali ke Jakarta. Namun, Kepala Negara juga menekankan pentingnya pengelolaan dana agar dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya ingatkan dana desa ada pertanggungjawabannya. Tolong pendamping desa, kepala desa berkomunikasi baik dan rencanakan dengan baik penggunan dana desa sehingga betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

https://m.kaskus.co.id/thread/5a090676902cfee14a8b4567/perjalanan-sang-pemimpin-yang-berusaha-mengayomi-dengan-payung-sakti/45

[20/1 02.05] Breaking News: Penyerahan Bantuan Program Keluarga Harapan, Garut, 19 Januari 2019
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/uEACheT72ltdzdD
[20/1 02.05] Breaking News: Presiden Jokowi Sampaikan Tiga Prioritas Penggunaan Dana PKH

Penggunaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) harus betul-betul tepat sasaran. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyalurkan bantuan PKH kepada 1.500 keluarga penerima manfaat (KPM) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Sabtu, 19 Januari 2019.

Ada tiga jenis penggunaan dana bantuan PKH yang menurut Presiden mesti diprioritaskan oleh para KPM PKH. Ketiganya ialah untuk keberlangsungan pendidikan anak, peningkatan kesehatan dan gizi anak, serta peningkatan perekonomian keluarga.

"Yang paling penting mengambil dana PKH itu diatur. Jangan sampai tergesa-gesa mengambil dan dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Hati-hati," ujar Kepala Negara.

Presiden berujar, pendidikan anak-anak kita harus diprioritaskan. Bantuan PKH yang diberikan pemerintah ini diharapkan dapat membuka akses kepada layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Indonesia.

"Kepentingan anak-anak kita untuk bersekolah mendapatkan pendidikan itu harus dinomorsatukan. Karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita," tuturnya.

Ia melanjutkan, dana bantuan PKH ini juga harus diprioritaskan untuk menjaga kesehatan dan gizi anak-anak kita. Dari situ akan terlahir anak-anak yang prima dan cerdas.

"Negara ini membutuhkan anak-anak yang pintar, negara ini membutuhkan anak-anak yang cerdas, negara ini membutuhkan anak-anak yang sehat," ucapnya.

Selain itu, Presiden juga berharap dana bantuan PKH dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Tadi dipakai misalnya untuk modal jualan kelontong di rumahnya, dipakai untuk jualan nasi uduk di rumahnya. Enggak apa, karena itu akan lebih lestari dan memberikan manfaat yang rutin kepada keluarga kita," ujarnya.

Penyaluran Bantuan PKH di Jawa Barat

Dalam laporannya di lokasi dan acara yang sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa acara penyaluran bantuan kali ini dihadiri oleh 1.500 keluarga penerima manfaat dan 417 orang pendamping PKH se-Kabupaten Garut.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi penerima bantuan sosial PKH terbesar ketiga Indonesia. Untuk tahun 2019 mendatang, alokasi anggaran PKH untuk Jawa Barat dan daerah-daerah lainnya akan semakin ditingkatkan.

"Bantuan PKH untuk Jawa Barat pada tahun 2018 sebesar 1.537.000 KPM senilai Rp2,8 triliun. Di tahun 2019 sekarang ini akan meningkat menjadi Rp5,1 triliun," ujarnya.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa peningkatan anggaran bantuan sosial PKH tersebut diharapkan akan mampu mengurangi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia. Untuk itu, program PKH ini harus diarahkan untuk mendukung kemandirian keluarga-keluarga prasejahtera.

"Negara sekarang ini sedang berperang dengan kesenjangan dan ketimpangan. PKH ini kita harapkan nanti akan mengurangi itu sehingga kita harapkan keluarga-keluarga prasejahtera semakin hari semakin tidak ada karena keluarga sudah bisa mandiri dan anak-anaknya juga sudah sekolah semua," ujarnya..

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
[20/1 02.06] Breaking News: Presiden Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat Tanah di Kabupaten Garut

Presiden Joko Widodo menyerahkan 6.000 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Kabupaten Garut. Penyerahan sertifikat berlangsung di Lapangan Bola Cibodas, Kabupaten Garut, pada Sabtu, 19 Januari 2019.

"Hari ini telah diserahkan 6.000 sertifikat kepada bapak dan ibu sekalian penerima sertifikat di Kabupaten Garut. Tahun ini tadi Pak Menteri sudah menyampaikan akan diserahkan lagi nanti 60.900 sertifikat di Kabupaten Garut," kata Presiden di awal sambutan.

Ia menjelaskan, belum dimilikinya jaminan kepastian hukum atas tanah berupa sertifikat sering memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di kalangan masyarakat, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antarpemangku kepentingan.

Maka itu, pemerintah hendak menyelesaikan persoalan tersebut melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sejak tahun 2017. Program tersebut memungkinkan masyarakat dapat menerima sertifikat sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang mereka miliki dengan cepat.

"Bapak dan ibu sekalian beruntung hari ini tanahnya sudah bersertifikat. Tapi saya juga memberikan target buat Pak Menteri, tahun yang lalu telah selesai 9 juta, tahun sebelumnya 5,1 juta, tahun ini kita targetkan 9 juta tapi saya kira akan lebih dari itu," tutur Presiden.

Untuk diketahui, 6.000 sertifikat yang kali ini diserahkan Presiden kepada masyarakat Garut mencakup lahan di lima kecamatan di Kabupaten Garut, yakni Kecamatan Cibatu (1.500), Cisurupan (1.500), Tarogong Kaler (700), Cibiuk Kaler (1.500), dan Cilawu (800).

Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang menargetkan seluruh bidang tanah di Kabupaten Garut yang diperkirakan sebanyak 564.057 bidang akan bersertifikat pada tahun 2025 mendatang.

Garut, 19 Januari 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Joko Widodo @jokowi
Bertahun-tahun berdiam dan berusaha di atas tanah sendiri berbekal Surat Keterangan Ganti Rugi,mereka masih khawatir muncul sengketa, klaim tetangga, atau surat tanah digandakan. Ini kisah warga Riau tentang sertifikat,jaminan bebas sengketa atas tempat berdiam dan berusaha. pic.twitter.com/aQY7wdHrP1
Joko Widodo @jokowi
Sebanyak 500 rumah siap dibangun di kampung Sampora, Garut, khusus untuk tukang cukur anggota Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut. Harga Rp130 jutaan, DP dan bunga disubsidi, dan bisa dicicil Rp800 ribu/bulan. Ini program penyediaan rumah untuk komunitas. Kita mulai dari Garut. pic.twitter.com/4XFxfqGgBc
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Seusai mengikuti cukur massal di bawah pepohonan yang rindang di pinggir Situ Begendit, Garut. Inilah para tukang cukur profesional dari PPRG, Persaudaraan Pangkas Rambut Garut. Mereka tidak kalah dengan tukang cukur internasional, bisa bersaing .. pic.twitter.com/8pfNXRXRAY
Joko Widodo @jokowi
Sudah rapikah Anda hari ini? Saya ikut cukur massal di Area Wisata Situ Bagendit, Garut. Para pencukurnya dari Persatuan Pangkas Rambut Garut (PPRG). Hari Senin lusa, saya akan berkantor dengan rambut lebih rapi hasil bercukur di bawah pepohonan di pinggir Situ Bagendit 🤗 pic.twitter.com/HHeIR8yAqr
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Komedian legendaris abad ke-20 Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur ke Garut dengan kereta api. Jalur yang dilewati Charlie Chaplin di Garut kini jadi rel mati dan akan kita hidupkan lagi untuk pengembangan kawasan wisata dan perekonomian. pic.twitter.com/c3CZNIu0bw
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Wilujeng enjing. Pukul tujuh tadi saya menuju Bandung untuk kunjungan dua hari di Jawa Barat. Dari Bandung, saya menuju Kabupaten Garut dengan kereta api, antara lain untuk meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut. pic.twitter.com/nxhbzWa7NY
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Selamat siang. Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut, dan sabar. pic.twitter.com/I3oO48Hk2r
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Pensiun dari ASN tidak berarti harus menghadapi kesulitan keuangan. Mereka bisa berwirausaha. Di acara Program Wirausaha ASN dan Pensiunan di Bogor tadi, aneka jenis wirausaha dipamerkan di antaranya oleh pensiunan. Ada sambal terasi, kukis, brownis. Kemasannya bagus. Beli ya. pic.twitter.com/J65JADuk3n
Joko Widodo @jokowi
Diskusi melalui video call dengan Pak Habibie di Jerman, kemarin, mengenai fokus pengembangan SDM yang kita lakukan setelah pembangunan infrastruktur 4 tahun ini. Pak Habibie menekankan perlunya pendidikan vokasi, budaya produktivitas, kedisiplinan, dan kerja keras. pic.twitter.com/bZ5fANMlFW
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Di antara para perangkat desa dari seluruh Indonesia. Terima kasih untuk perjuangan mereka siang malam melayani masyarakat di desa-desa. pic.twitter.com/0bbtSzgWiV
Joko Widodo @jokowi
Saya menemui ribuan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Senayan, pagi ini. Mereka menuntut penghasilan setara ASN gol 2A. Pemerintah setuju dengan mempertimbangkan masa kerja. Perangkat desa di seluruh Indonesia juga akan mendapatkan jaminan BPJS. pic.twitter.com/JOsSEXX9SF
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Silaturahmi bersama para pengemudi ojek dan taksi online di Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin. Mereka adalah orang-orang yang berani menembus batas, berani keluar dari zona-zona nyaman, dan berani keluar dari tradisi dan menjadi pelopor model pekerjaan baru. pic.twitter.com/JKJWApQ13F
Joko Widodo @jokowi
Tamu kemarin sore, para guru swasta yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia. Dari mereka saya mendengarkan secara langsung suka-duka, informasi dan keluhan para guru swasta. Pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di seluruh Indonesia. pic.twitter.com/iCx3tcC3a4
Joko Widodo @jokowi
Di bawah orang-orang muda kreatif yang dipimpin Achmad Zaky, start-up BukaLapak melejit jadi unicorn. Di usia 9 tahun, ada 4 juta pelapak di BukaLapak, sebagian besar UMKM. Tapi jumlah ini bagian kecil dari 56 juta UMKM di Indonesia. Selamat ulang tahun BukaLapak. pic.twitter.com/2ZJF3W1m9m
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Usaha mereka memang usaha rumahan tetapi hasilnya untuk menambah kesejahteraan keluarga. Dan di bawah binaan Program Mekaar dari PNM, ibu-ibu ini bisa mewujudkan mimpi menjadi pengusaha kecil, bahkan menengah. pic.twitter.com/d5R9Ii4y3f
Joko Widodo @jokowi
Jajan cilok buatan Ibu Nurhayati, pengusaha super mikro binaan Program Mekaar di Ciracas, Jakarta Timur, kemarin. Sejak dimulai 2015, PNM Mekaar telah melayani 4.057.000 usaha seperti Ibu Nurhayati di seluruh Indonesia. Saya berharap, dari Mekaar mereka naik tingkat jadi UKM. pic.twitter.com/6AzfFFj6G2
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Beras di gudang Bulog di Jakarta. Persediaan beras kita di akhir Desember biasanya 700-800 ribu ton, sekarang 2,1 juta ton. Stok beras ini untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Operasi pasar Bulog mulai 3 Januari lalu efektif menjaga harga beras di tingkat masyarakat. pic.twitter.com/PvHqVelKBG
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Saya menyerahkan 3.023 lembar sertifikat untuk warga 8 kecamatan di Jakarta Barat, kemarin. Belum semua tanah di ibu kota ini bersertifikat. Sampai akhir tahun 2018, baru 92 %. Jika lancar, pendaftaran seluruh bidang tanah di Jakarta akan selesai akhir 2019. pic.twitter.com/oh8PMe7SnM
Expand pic
Joko Widodo @jokowi
Dengan MEKAAR, usaha keluarga jadi mekar. Sejak dimulai tahun 2015, Program Mekaar dari PNM telah melayani 4.057.000 penerima program di seluruh Indonesia. Salah satunya, warga Kelurahan Kali Anyar di Jakarta Barat yang saya kunjungi, Rabu kemarin. pic.twitter.com/BaBV1HnNNH
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.